REJANG LEBONG – PT Pegadaian (Persero) melalui Kantor Wilayah III Palembang menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp50 juta kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Lubuk Kembang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen Pegadaian dalam mendorong produktivitas perkebunan kopi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa.
Penyaluran bantuan pada 16 Oktober 2026 tersebut merupakan bagian dari program The Gade Integrated Farming, sebuah inisiatif pemberdayaan yang mengintegrasikan dukungan sektor pertanian dengan penguatan ekonomi masyarakat.
Melalui program ini, Pegadaian tidak hanya memberikan bantuan sarana produksi, tetapi juga mendorong pengembangan potensi pertanian lokal agar mampu memberikan manfaat ekonomi secara berkelanjutan.
Pimpinan Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Novryandi, mengatakan sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang perekonomian masyarakat, terutama bagi kelompok tani yang memiliki potensi untuk terus berkembang.
Menurutnya, dukungan terhadap petani merupakan salah satu bentuk kepedulian perusahaan dalam membantu masyarakat meningkatkan kapasitas usaha dan mencapai kemandirian ekonomi.
“Melalui program The Gade Integrated Farming, kami berharap bantuan sarana produksi pertanian ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Gapoktan Desa Lubuk Kembang untuk mendukung aktivitas pertanian kopi. Kami meyakini penguatan sektor pertanian perlu dilakukan melalui kolaborasi, pendampingan, serta dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujar Novryandi.
Ia menegaskan, keberhasilan program pemberdayaan tidak semata-mata diukur dari besarnya bantuan yang disalurkan, tetapi juga dari keberlanjutan pemanfaatannya serta kemampuan masyarakat dalam mengembangkan potensi yang dimiliki.
Karena itu, bantuan senilai Rp50 juta tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat usaha pertanian kopi di Desa Lubuk Kembang, sekaligus membuka peluang peningkatan produktivitas dan kesejahteraan para petani.

Sementara itu, Pemimpin Cabang PT Pegadaian (Persero) Cabang Curup, Lukmanul Hakim, berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang kegiatan usaha tani kopi.
Ia menilai, dukungan sarana produksi yang tepat dapat membantu kelompok tani mengembangkan potensi pertanian secara lebih optimal. Dengan demikian, petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, memperkuat usaha kelompok, serta membangun kemandirian ekonomi.
“Kami berharap bantuan sarana produksi pertanian ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Gapoktan Desa Lubuk Kembang untuk mendukung kegiatan usaha tani kopi. Kami juga berharap sinergi ini dapat mendorong semangat para petani untuk terus berkembang, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi kelompok tani,” kata Lukmanul Hakim.
Ia menambahkan, kolaborasi yang berkelanjutan antara Pegadaian, pemerintah daerah, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program pemberdayaan.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas petani sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat.
Melalui program The Gade Integrated Farming, Pegadaian Kanwil III Palembang berkomitmen untuk terus mendukung berbagai inisiatif pemberdayaan yang berorientasi pada penciptaan nilai tambah bagi masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, dengan menghadirkan kontribusi nyata melalui kolaborasi dan program berkelanjutan yang mendukung penguatan ekonomi masyarakat.
Bagi petani kopi Desa Lubuk Kembang, bantuan ini diharapkan tidak berhenti sebagai dukungan sesaat, melainkan menjadi pendorong untuk mengembangkan usaha pertanian yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.
Tentang Pegadaian
Berdiri sejak 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat, Pegadaian terus bertransformasi mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat. Sejak 2021, Pegadaian tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), dengan komitmen mendorong UMKM agar semakin berkembang dan naik kelas.
Dalam memperluas layanan kepada masyarakat, Pegadaian juga mengukuhkan posisinya sebagai pelopor layanan bank emas di Indonesia. Pada Desember 2024, perusahaan memperoleh izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan usaha bulion.
Melalui layanan tersebut, Pegadaian dapat mengembangkan berbagai aktivitas bisnis emas, mulai dari deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas. Selain layanan bank emas, Pegadaian menyediakan beragam produk investasi yang mudah diakses masyarakat, seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas.
Perusahaan juga menghadirkan berbagai produk pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, di antaranya pembiayaan Haji dan Umrah, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah. Kemudahan akses menjadi salah satu fokus pengembangan layanan Pegadaian. Masyarakat dapat memanfaatkan produk dan layanan melalui outlet, agen Pegadaian, maupun aplikasi digital Tring! by Pegadaian. (OYI)





Discussion about this post