Jambiday.com, JAMBI – Di tengah perjuangan masyarakat menghadapi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), keberadaan posko kesehatan menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan pertolongan. Namun, layanan kesehatan darurat tidak cukup hanya tersedia. Lokasinya harus mudah ditemukan, fasilitasnya memadai, dan suasananya nyaman bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pengobatan.
Hal inilah yang menjadi perhatian Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ivan Wirata, saat bersama Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faisal Riza (Icol), melakukan pengecekan Posko Krisis Kesehatan Karhutla, Jumat (23/10/2026).
Keduanya meninjau dua lokasi posko, yakni di Gedung Bank 9 Jambi kawasan Telanaipura dan Kantor Bank 9 Jambi Pasar. Dari kunjungan tersebut, Ivan Wirata menemukan sejumlah hal yang perlu segera dibenahi agar pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap benar-benar berjalan optimal.
Di posko kawasan Telanaipura, Ivan menyoroti lokasi yang dinilai kurang strategis, kondisi lingkungan yang kurang bersih, serta keberadaan posko yang belum mudah dikenali masyarakat. Padahal, di tengah kondisi udara yang tidak sehat, warga membutuhkan akses pertolongan yang cepat dan tidak membingungkan.


“Posko ini masih harus diperbaiki. Tempatnya belum banyak dikenal masyarakat, sementara kebersihan dan perlengkapannya juga perlu ditingkatkan. Kita ingin warga yang datang untuk berobat merasa nyaman, bukan justru kesulitan menemukan tempat pelayanan,” tegas Ivan.
Ia meminta agar fasilitas kesehatan darurat tersebut tidak sekadar menjadi tempat singgah, tetapi benar-benar hadir sebagai ruang pelayanan yang ramah, bersih, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.
Perhatian serupa disampaikan Ivan saat meninjau posko kesehatan di kawasan Pasar. Di lokasi ini, ia menilai ukuran tenda yang kecil dan suasana yang sumpek membuat pelayanan kurang maksimal. Posko juga dinilai belum cukup terlihat oleh masyarakat yang melintas.


Ivan pun langsung berkomunikasi dengan Danrem 042/Gapu, Brigjen TNI Nyamin, untuk meminta izin agar posko dipindahkan ke depan Mall WTC Jambi. Lokasi tersebut dinilai lebih terbuka, strategis, dan mudah dijangkau warga.
“Lokasinya sempit dan tendanya kecil. Kita minta bergeser ke depan WTC, sekaligus menggunakan tenda yang lebih besar. Dengan begitu, masyarakat lebih mudah melihat dan mendatangi posko ketika membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Bagi Ivan, langkah sederhana seperti memperbaiki lokasi, memperbesar tenda, dan melengkapi peralatan dapat memberikan dampak besar bagi masyarakat yang sedang menghadapi gangguan kesehatan akibat kabut asap.
Sementara itu, Faisal Riza (Icol) turut meninjau kondisi posko bersama Ivan Wirata. Ia menilai keberadaan posko kesehatan harus benar-benar mampu memberikan pelayanan yang cepat, nyaman, dan mudah diakses masyarakat terdampak Karhutla.
“Posko kesehatan ini harus ditempatkan di lokasi yang strategis dan mudah terlihat warga. Jangan sampai masyarakat yang membutuhkan pertolongan justru kesulitan menemukan posko atau merasa tidak nyaman saat mendapatkan pelayanan,” ujar Faisal.
Menurutnya, fasilitas dan kapasitas posko juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama jika jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap meningkat.
“Kita berharap koordinasi antar instansi terus diperkuat. Tenaga kesehatan harus didukung fasilitas yang memadai, sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal dan tidak terkesan seadanya,” katanya.
Pengecekan tersebut menjadi bagian dari perhatian DPRD Provinsi Jambi terhadap kesiapan pelayanan kesehatan darurat di tengah situasi karhutla. Kehadiran keduanya juga menegaskan pentingnya koordinasi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan unsur terkait agar pelayanan yang disediakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Berdasarkan keterangan Kabid SDK Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Yosi Rulianto, jumlah pengunjung posko kesehatan karhutla rata-rata mencapai 15 orang per hari.
Posko melayani masyarakat setiap hari hingga pukul 16.00 WIB. Setelah jam pelayanan berakhir, warga yang membutuhkan penanganan kesehatan diarahkan ke RSUD Raden Mattaher Jambi.
Yosi memastikan seluruh pelayanan di posko kesehatan karhutla diberikan secara gratis. Masyarakat juga tidak diwajibkan membawa KTP untuk mendapatkan layanan.
Suasana Posko: Dari Dalam Tenda hingga Area Pelayanan
Di dalam tenda posko kesehatan, terlihat sejumlah petugas dan pihak terkait duduk bersama membahas pelayanan serta kondisi fasilitas. Meja pemeriksaan dan perlengkapan kesehatan ditempatkan di area pelayanan, sementara tas medis dan sejumlah kebutuhan kesehatan tersedia di dekat petugas.
Suasana di dalam tenda menjadi ruang koordinasi sekaligus tempat warga mendapatkan pemeriksaan dan bantuan kesehatan. Namun, kondisi tenda yang sempit dan kelengkapan yang masih perlu ditambah menjadi perhatian agar pelayanan dapat berlangsung lebih leluasa dan nyaman.
Dari luar, posko tampak berupa tenda besar berwarna merah putih dengan identitas Kementerian Sosial Republik Indonesia di bagian depan. Tenda berdiri di area terbuka, dengan akses masuk yang menghadap langsung ke kawasan sekitar.
Meski keberadaannya cukup mencolok, penataan lokasi dan ukuran tenda tetap menjadi faktor penting agar masyarakat dapat mengenali posko dengan mudah, terutama warga yang membutuhkan pertolongan segera akibat paparan asap.

Bagi Ivan Wirata dan Faisal Riza, pengecekan ini bukan sekadar melihat kondisi fasilitas, melainkan memastikan pelayanan kesehatan darurat benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Di saat kabut asap mengancam kenyamanan dan kesehatan warga, posko yang bersih, luas, mudah ditemukan, serta dilengkapi fasilitas memadai menjadi bagian penting dari perlindungan masyarakat.
Sebab, di tengah bencana Karhutla, setiap warga yang datang mencari pertolongan berhak mendapatkan pelayanan yang cepat, layak, dan manusiawi. (OYI)




Discussion about this post