Jambiday.com, JAMBI – Kobaran api membumbung tinggi di tengah lapangan Sport Center Kenali Asam Atas, Kota Jambi, Selasa (23/6/2026). Namun suasana yang tampak mencekam itu bukanlah bencana sesungguhnya, melainkan bagian dari simulasi besar yang digelar Pertamina EP Jambi untuk menguji kesiapsiagaan personelnya menghadapi kondisi darurat di area operasi Migas.
Tidak ada kepanikan. Tidak ada teriakan. Yang terlihat justru ketenangan, ketepatan, dan kerja sama tim yang terlatih. Sembilan petugas Fire Ground HSSE bergerak cepat sesuai prosedur, menghadapi skenario kebakaran sumur minyak rig yang berpotensi menimbulkan risiko besar jika tidak ditangani secara tepat.
Mulai dari deteksi awal, pengamanan area, proses evakuasi hingga teknik pemadaman api dilakukan secara sistematis. Setiap langkah dijalankan dengan disiplin tinggi, menggambarkan bagaimana keselamatan menjadi budaya kerja yang tidak bisa ditawar dalam industri Hulu Migas.

Dalam simulasi tersebut, Pertamina EP Jambi menerapkan standar ketat yang menjadi acuan perusahaan. Api harus dapat dikendalikan dan dipadamkan dalam waktu maksimal 15 menit. Batas waktu itu bukan sekadar angka, melainkan standar keselamatan yang menentukan perlindungan terhadap pekerja, masyarakat, lingkungan, serta aset negara. Officer HSE Pertamina EP Jambi, Hakon Sitompul, menjelaskan bahwa kecepatan respons menjadi faktor penting dalam setiap penanganan keadaan darurat.
“Targetnya jelas. Api harus padam dalam waktu 15 menit. Untuk mencapai itu dibutuhkan kecepatan, ketepatan, serta kekompakan seluruh personel di lapangan,” ujarnya saat memberikan pemaparan teknis.
Di hadapan para peserta yang menyaksikan simulasi, tim pemadam menunjukkan kemampuan mereka menjinakkan kobaran api hanya dalam hitungan menit. Atraksi tersebut menjadi bukti bahwa kesiapsiagaan bukan sekadar teori yang tertulis dalam dokumen, melainkan kemampuan yang terus diasah melalui latihan berkelanjutan.
ERCM Officer Pertamina EP Jambi, Herkiki Suko, menegaskan bahwa simulasi seperti ini rutin dilaksanakan untuk memastikan seluruh personel memahami dan mampu menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan kerja secara tepat saat kondisi darurat benar-benar terjadi.
Menurutnya, latihan yang dilakukan berulang bukan hanya untuk menjaga keterampilan teknis, tetapi juga membentuk refleks dan koordinasi tim ketika harus mengambil keputusan dalam situasi kritis.
“Simulasi ini menjadi bagian penting dari upaya kami memastikan setiap personel siap menghadapi insiden kebakaran di area operasi migas. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dan itu hanya bisa dicapai melalui latihan yang konsisten,” katanya.
Lebih dari sekadar demonstrasi pemadaman api, simulasi tersebut menunjukkan komitmen Pertamina EP Jambi dalam menjaga operasi migas tetap aman dan andal. Di balik energi yang mengalir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terdapat kesiapsiagaan, disiplin, dan dedikasi para pekerja yang setiap hari berjaga agar risiko dapat diminimalkan.
Karena dalam industri Migas, keselamatan bukan hanya tentang memadamkan api. Keselamatan adalah tentang melindungi manusia, menjaga lingkungan, dan memastikan setiap aktivitas berjalan dengan penuh tanggung jawab. Di situlah standar 15 menit menjadi simbol kesigapan yang terus diuji, demi memastikan tidak ada ruang untuk lengah. (RED)



Discussion about this post