Wednesday, May 20, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Cegah Stunting di Komunitas Marjinal, Program MBG BGN Jangkau Orang Rimba di Jambi

by Redaksi
21/10/2025
in NASIONAL
0
Oplus_16908288

Oplus_16908288

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI-Upaya pemerintah dalam menanggulangi stunting dan malnutrisi kini semakin menjangkau kelompok paling rentan di Indonesia. Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan akan membangun dapur khusus Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) di Provinsi Jambi.

Langkah ini merupakan bentuk keseriusan pemerintah untuk memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam pemenuhan gizi nasional, termasuk komunitas adat terpencil yang selama ini sulit dijangkau.

Bacajuga

Pelayanan Obat dan Fisioterapi Dikeluhkan, Ombudsman Turun Langsung ke RSUD Abdul Manap

HIPMI Jambi Didorong Jadi Motor Ekonomi, Menteri Hukum Tekankan Aspek Legal

Soal Rangkap Jabatan, Gerindra Jambi Tegaskan Posisi Sutan Adil Hendra Sesuai UU

Rangkap Jabatan Ketua Gerindra Jambi Disorot, Sudaryono: Belum Ada Informasi

Mudik Lebaran Tanpa Biaya, Program Gratis dari Rocky Candra Segera Dibuka

Jaga Integritas dan Keamanan Data, ICDX–ICH Raih Sertifikasi ISO Terbaru

“Kita akan salurkan makanan bergizi gratis bagi Orang Rimba atau SAD,” ujar Tenaga Ahli Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Alfariza, saat kegiatan sosialisasi MBG di Hotel Aston Jambi, Selasa (21/10/2025).

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat BGN akan mendirikan dapur di sekitar wilayah tempat tinggal komunitas Orang Rimba agar penyaluran makanan bergizi dapat dilakukan secara langsung, efektif, dan berkelanjutan.

“Dapur akan kami bangun dekat wilayah mereka tinggal, agar mudah dijangkau dan tidak menimbulkan hambatan distribusi. Dengan sasaran masyarakat adat, MBG harus dapat diakses oleh seluruh kalangan tanpa diskriminasi,” tegasnya.

Menurut Alfariza, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis dan menegaskan bahwa seluruh penerima manfaat di tahun 2025 harus benar-benar terlayani secara merata.

“Presiden sangat konsisten terhadap MBG. Beliau menekankan agar semua lapisan masyarakat, termasuk kelompok adat terpencil seperti Orang Rimba, mendapatkan manfaat dari program ini,” katanya.

Sementara itu, Sukma Reni, Manager Komunikasi KPHP Warsi, menilai program MBG sangat relevan dengan kondisi gizi masyarakat adat di Jambi, terutama anak-anak Orang Rimba yang rentan terhadap malnutrisi dan kelaparan musiman.

“Program MBG ini menjadi solusi nyata bagi anak-anak Orang Rimba yang selama ini kesulitan mendapatkan asupan gizi seimbang. Semakin cepat diterapkan, semakin cepat pula kita bisa mengatasi persoalan kelaparan di komunitas mereka,” ujarnya.

Namun, Sukma menegaskan bahwa pemerintah perlu sangat berhati-hati dalam melaksanakan program MBG di komunitas adat. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis wilayah, bukan hanya berbasis sekolah, agar distribusi pangan menjangkau seluruh komunitas Orang Rimba yang tersebar di berbagai kawasan hutan.

“Kalau program hanya berbasis sekolah, maka hanya sebagian kecil Orang Rimba yang bisa terlayani. Harus ada pemetaan jalur distribusi yang akurat dan mempertimbangkan akses menuju tempat tinggal mereka di dalam hutan,” jelasnya.

Selain distribusi, Sukma juga menyoroti tantangan dalam menyesuaikan menu MBG dengan adat dan pola konsumsi Orang Rimba.

“Program MBG memandang ayam, sapi, dan telur itu sehat. Tapi ada komunitas Orang Rimba yang tidak bisa mengonsumsinya karena aturan adat mereka, seperti beayam kuau bekambing kijang. Jadi, menu harus disesuaikan agar tidak menyalahi nilai adat,” kata Reni.

Meski tantangan cukup besar, Reni optimistis bahwa dengan kolaborasi lintas pihak dan pelibatan langsung komunitas Orang Rimba, pelaksanaan MBG dapat berjalan dengan baik di lapangan.

“Kalau masa remayo atau musim paceklik datang, banyak Orang Rimba yang kelaparan. Maka program ini benar-benar menjadi penyelamat. Harapannya, MBG tidak hanya untuk anak-anak, tapi juga untuk ibu hamil dan menyusui, agar intervensi gizi bisa dimulai sejak dini,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberhasilan program MBG di komunitas adat akan sangat bergantung pada kemitraan antara pemerintah, organisasi lokal, dan komunitas penerima manfaat itu sendiri.

“Saya optimistis, dengan keterlibatan banyak pihak dan partisipasi langsung dari Orang Rimba, dapur MBG nanti bisa menghasilkan makanan yang bergizi, aman, dan diterima secara budaya,” pungkasnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi pemerintah pusat menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka stunting nasional, sekaligus menjadi bukti nyata bahwa negara hadir hingga ke pelosok dan komunitas adat terpencil.

Dengan dukungan Badan Gizi Nasional dan partisipasi masyarakat lokal, Jambi kini bersiap menjadi salah satu daerah percontohan dalam implementasi MBG berbasis kearifan lokal. (OYI)

Tags: BGNMakanan Bergizi gratis di Jambiorang Rimba Jambi
Previous Post

PA Muara Bulian Ukir Sejarah, Peringkat Tertinggi Nasional dengan Skor 93,12

Next Post

MTQ ke-11 Simpang Sungai Duren: Menjaga Nilai-nilai Alquran di Tengah Tantangan Zaman

Next Post
Oplus_16908288

MTQ ke-11 Simpang Sungai Duren: Menjaga Nilai-nilai Alquran di Tengah Tantangan Zaman

Usai Sosialiasi Penanggulangan Sampah di Kota Jambi. FOTO: IST

Rocky Candra Giatkan Gerakan Sadar Sampah di Jambi, PKPS Dapat Bantuan Motor Pengangkut Sampah

Ketua DPRD Pimpin Paripurna HUT Muaro Jambi. FOTO: IST

Ketua DPRD Muaro Jambi Pimpin Sidang Paripurna Istimewa HUT ke-26

Aidi Hata : DPRD Berkomitmen Memperkuat Fungsi Pengawasan

Oplus_16908288

Project IMPLI 2025 Inisiasi Dialog Media Soal Kebijakan dan Implementasi Pengelolaan Gambut di Jambi

Discussion about this post

Iklan

Kalender

May 2026
S M T W T F S
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
« Apr    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK