Jambiday.com, JAMBI – Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Provinsi Jambi semakin memantapkan persiapan menjelang pelaksanaan Musyawarah Wilayah (Muswil) yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 24 Juli 2026 mendatang. Melalui rapat koordinasi calon pengurus yang dipimpin Ketua Caretaker MTI Jambi, Dr. Drs. Benni Nurdin Yusuf, A.Md. LLAJ., M.H., berbagai persiapan teknis hingga pembentukan panitia resmi mulai dimatangkan.
Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam membangun organisasi profesi yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penyelesaian berbagai persoalan transportasi di Provinsi Jambi. Hadir dalam forum tersebut calon pengurus yang berasal dari beragam latar belakang, mulai dari akademisi, birokrat, praktisi transportasi, politisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga kalangan jurnalis. Komposisi lintas profesi ini dinilai menjadi kekuatan MTI untuk menghadirkan rekomendasi kebijakan yang objektif dan berbasis keilmuan.


Sebagai tindak lanjut rapat, Ketua Caretaker MTI Jambi menerbitkan Surat Keputusan Nomor 1/SK/MTI-JBI/VII/2026 tentang Pembentukan Panitia Pengarah (Steering Committee) dan Panitia Pelaksana (Organizing Committee) Musyawarah Daerah MTI Wilayah Provinsi Jambi Tahun 2026.
Dalam keputusan tersebut, Benni Nurdin Yusuf bertindak sebagai Penanggung Jawab. Sementara Panitia Pengarah dipimpin Ir. Desi Arianto, S.Pd., M.H., didampingi anggota Syamsul Bahri, S.Sos., M.T., M.A. dan Lili Widya Watir, S.H., M.Kn.
Adapun Panitia Pelaksana diketuai Linda Trismi, S.Si., M.M., dengan Mohammad Ikhwan Afdloli, S.E., M.E. sebagai Sekretaris, Nurfitri Martaliah, S.E., M.Ek. sebagai Bendahara, Ahmad Edi Saputra sebagai Seksi Acara dan Perlengkapan, serta Rizki Verma Perdana, S.H. sebagai Seksi Humas dan Publikasi.

Benni Nurdin Yusuf yang juga menjabat Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi mengatakan, pembentukan kepanitiaan merupakan bagian dari komitmen menghadirkan Muswil yang profesional, transparan, dan mampu menghasilkan kepengurusan yang berkualitas.
“MTI merupakan organisasi profesi yang menjadi ruang berhimpunnya para pemerhati dan pakar transportasi. Karena itu, Muswil ini tidak hanya sekadar memilih pengurus, tetapi juga menjadi momentum merumuskan arah pembangunan transportasi Jambi yang lebih aman, tertib, berkelanjutan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat,” ujar Benni, Rabu (22/07/26).
Menurutnya, tantangan transportasi di Jambi saat ini semakin kompleks. Mulai dari persoalan Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berdampak pada kerusakan jalan dan keselamatan pengguna jalan, tingginya angka kecelakaan lalu lintas, keterbatasan transportasi publik, hingga perlunya integrasi sistem transportasi darat, sungai, laut, dan logistik.
“Kami berharap MTI mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah, DPRD, kepolisian, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga masyarakat dalam memberikan masukan berbasis kajian ilmiah sehingga setiap kebijakan transportasi benar-benar menjawab kebutuhan daerah,” katanya.
Sementara itu, sosok yang disebut-sebut akan terpilih secara aklamasi sebagai Ketua MTI Provinsi Jambi periode mendatang, Ivan Wirata, menyatakan kesiapannya apabila diberikan amanah untuk memimpin organisasi tersebut.
Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi itu menilai, MTI memiliki posisi strategis sebagai wadah pemikiran yang dapat menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam membangun sistem transportasi yang lebih baik.
“Saya melihat MTI bukan organisasi yang bersifat seremonial, tetapi organisasi profesi yang harus melahirkan gagasan dan solusi. Kalau diberi amanah memimpin, saya ingin MTI hadir memberikan rekomendasi yang konstruktif terhadap berbagai persoalan transportasi di Jambi,” ujar Ivan.
Menurut Ivan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, mulai dari penanganan kendaraan ODOL, peningkatan keselamatan berlalu lintas, pembangunan infrastruktur transportasi yang terintegrasi, pengembangan kawasan logistik, hingga penguatan konektivitas menuju pelabuhan dan pusat-pusat ekonomi.
“Transportasi merupakan urat nadi pembangunan. Tanpa sistem transportasi yang baik, biaya logistik akan tetap tinggi, investasi sulit berkembang, dan keselamatan masyarakat menjadi taruhannya. Karena itu, MTI harus menjadi rumah bersama bagi para ahli, akademisi, praktisi, tokoh masyarakat, insan pers, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan solusi nyata bagi Jambi,” tegas Ivan.
Ia juga memberikan apresiasi kepada Benni Nurdin Yusuf beserta tim caretaker yang telah menyusun tahapan Muswil secara profesional dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Komposisi calon pengurus yang berasal dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa MTI Jambi dibangun dengan semangat kolaborasi. Saya optimistis organisasi ini nantinya mampu menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi yang lebih modern, aman, efisien, dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Musyawarah Wilayah MTI Provinsi Jambi diharapkan menjadi titik awal lahirnya kepengurusan baru yang mampu memperkuat peran organisasi dalam memberikan kontribusi nyata terhadap pembenahan sektor transportasi di Provinsi Jambi, sehingga berbagai persoalan seperti kemacetan, kendaraan ODOL, tingginya angka kecelakaan, kerusakan infrastruktur jalan, hingga pengembangan sistem logistik dan transportasi multimoda dapat ditangani melalui pendekatan ilmiah, kolaboratif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. (OYI)



Discussion about this post