Jambiday.com, JAMBI – Perekonomian Provinsi Jambi pada Agustus 2026 menunjukkan dinamika yang beragam. Di tengah tekanan kenaikan harga sejumlah kebutuhan masyarakat, daya tukar petani justru mengalami penguatan. Sementara itu, aktivitas perdagangan luar negeri dan sektor pariwisata menghadapi penurunan pada Juli 2026.
Gambaran tersebut terungkap dalam rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, Selasa (1/9/2026), yang menyampaikan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, serta sektor pariwisata Provinsi Jambi.
Inflasi Jambi Capai 3,60 Persen
BPS mencatat, pada Agustus 2026 Provinsi Jambi mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 3,60 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 112,84. Jika dilihat berdasarkan wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Muara Bungo sebesar 4,10 persen dengan IHK 114,33. Sementara inflasi terendah tercatat di Kota Jambi sebesar 3,53 persen dengan IHK 111,61.
Kenaikan harga terjadi pada hampir seluruh kelompok pengeluaran. Inflasi tertinggi berdasarkan kelompok pengeluaran tercatat pada Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya sebesar 7,07 persen, disusul kelompok Transportasi 5,05 persen dan Makanan, Minuman, dan Tembakau 4,91 persen.
Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok Penyediaan Makanan dan Minuman/Restoran sebesar 4,42 persen, Kesehatan 4,02 persen, Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga 2,94 persen, serta Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 2,53 persen.
Kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan mengalami kenaikan 1,21 persen, Pendidikan 1,30 persen, serta Rekreasi, Olahraga dan Budaya sebesar 1,02 persen. Satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah Pakaian dan Alas Kaki sebesar 4,25 persen.
Secara bulanan, inflasi Jambi pada Agustus 2026 tercatat 0,38 persen, sedangkan inflasi secara kumulatif sejak awal tahun atau year to date mencapai 2,12 persen.
Daya Tukar Petani Justru Menguat
Di tengah tekanan inflasi, kabar positif datang dari sektor pertanian. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada Agustus 2026 mencapai 193,63, meningkat 1,77 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut didorong oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 1,90 persen, sementara Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,13 persen.
Lebih menggembirakan lagi, NTP Jambi pada Agustus 2026 meningkat 13,27 persen dibandingkan Agustus 2025. NTP sendiri merupakan salah satu indikator untuk melihat kemampuan dan daya beli petani di wilayah perdesaan. Indikator ini menggambarkan daya tukar produk pertanian terhadap barang dan jasa yang dikonsumsi rumah tangga petani maupun yang digunakan untuk kebutuhan produksi.
Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Jambi pada Agustus 2026 berada di angka 197,20, naik 1,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk konsumsi rumah tangga petani, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) juga mengalami kenaikan 0,11 persen, yang dipengaruhi oleh meningkatnya seluruh kelompok pengeluaran konsumsi rumah tangga.
Ekspor Turun, Impor Anjlok Hampir Separuh
Dari sektor perdagangan luar negeri, nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada Juli 2026 tercatat US$181,87 juta. Angka tersebut turun 4,67 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai US$190,78 juta. Lima negara tujuan ekspor terbesar Jambi pada Juli 2026 adalah Singapura, Malaysia, Jepang, India, dan Amerika Serikat.
Secara kumulatif hingga Juli 2026, struktur ekspor Jambi masih didominasi kelompok industri dengan kontribusi 50,74 persen. Berikutnya kelompok pertambangan sebesar 44,90 persen, dan kelompok pertanian sebesar 4,36 persen.
Penurunan yang lebih tajam terjadi pada sisi impor. Nilai impor Jambi pada Juli 2026 hanya mencapai US$4,65 juta, merosot 48,45 persen dibandingkan Juni 2026 yang mencapai US$9,02 juta. Tiongkok, Malaysia, Kanada, Singapura, dan Perancis menjadi lima negara dengan transaksi impor terbesar ke Jambi selama Juli.
Dari sisi komoditas, impor Jambi hingga Juli 2026 didominasi mesin dan alat angkutan sebesar 66,87 persen. Kemudian hasil industri dan lainnya sebesar 26,00 persen serta bahan kimia dan sejenisnya sebesar 6,58 persen.

Tingkat Hunian Hotel Ikut Menurun
Sementara itu, sektor pariwisata Jambi juga mengalami perlambatan pada Juli 2026. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang tercatat 52,59 persen, turun dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 57,37 persen. Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang juga mengalami penurunan. Pada Juli 2026 tercatat sebanyak 58.932 tamu, sedangkan pada Juni mencapai 61.269 tamu. Artinya, terjadi penurunan sebesar 3,81 persen.
Dari jumlah tersebut, proporsi wisatawan mancanegara masih sangat kecil. Rasio tamu mancanegara terhadap tamu nusantara hanya 0,005, atau dapat diartikan bahwa dari setiap 1.000 tamu hotel, sekitar lima orang merupakan tamu mancanegara. Adapun rata-rata lama menginap tamu mancanegara dan nusantara di hotel bintang pada Juli 2026 tercatat 1,58 hari.
Ekonomi Jambi Butuh Penguatan di Tengah Dinamika
Data BPS tersebut memperlihatkan bahwa perekonomian Jambi bergerak dalam arah yang tidak seragam. Inflasi masih menjadi tantangan, terutama karena kenaikan harga transportasi, makanan, serta kebutuhan perawatan pribadi. Namun, sektor pertanian menunjukkan sinyal positif melalui penguatan NTP yang cukup signifikan secara tahunan.
Di sisi lain, penurunan ekspor dan impor serta melemahnya tingkat hunian hotel menjadi catatan yang perlu mendapat perhatian. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya memperkuat daya beli masyarakat, menjaga stabilitas harga, meningkatkan produktivitas sektor pertanian, sekaligus mendorong perdagangan dan pariwisata agar kembali tumbuh.
Data statistik ini menjadi pijakan penting bagi pemerintah dan pemangku kepentingan di Jambi dalam menentukan kebijakan ekonomi yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat sektor-sektor produktif yang menjadi penggerak ekonomi daerah. (OYI)







Discussion about this post