Tuesday, October 20, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Gambut Jambi Terancam, Ivan Wirata Soroti 524 Km Kanal dan Penurunan Permukaan Tanah

by Redaksi
02/09/2026
in NASIONAL
0
Satgas saat memadamkan api di kawasan gambut di Tanjab Timur. FOTO: IST

Satgas saat memadamkan api di kawasan gambut di Tanjab Timur. FOTO: IST

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut tidak semestinya baru menjadi perhatian ketika api mulai berkobar dan asap menyelimuti permukiman. Ancaman kebakaran sesungguhnya dapat terbentuk jauh sebelumnya, ketika air di dalam ekosistem gambut terus dikuras dan muka air tanah semakin menurun.

Pandangan tersebut mendapat perhatian serius dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, S.T., M.M., M.T., menyusul kajian Prof. Dr. Ir. H. Aswandi, M.Si. dari Universitas Jambi bertajuk “Gambut Bukan Lahan Kering”.

Bacajuga

Karhutla Jambi Tak Kunjung Tuntas, 4.852 Hektare Terbakar & 7.291 Kasus ISPA

Pigai: Suku Anak Dalam Berhak atas Pendidikan, Kesehatan, dan Pengakuan Negara

Keadilan Jangan Hanya Milik Orang Berduit, Ini Penegasan Menteri HAM Pigai

118 Pekebun dari Tiga Kabupaten di Jambi Belajar Cara Panen Sawit yang Benar

Mahasiswa Beri Waktu 5 Hari: Jambi Bebas Asap atau Gubernur Mundur!!

Gerbang Kantor Gubernur Jambi Didorong Massa, Mahasiswa Desak Gubernur Keluar

Ivan menyambut baik kajian tersebut karena dinilai memberikan perspektif penting dalam melihat persoalan gambut. Menurutnya, gambut harus dipahami sebagai ekosistem air, bukan semata-mata lahan yang dikeringkan dan dikuras untuk kepentingan budidaya.

Flyer yang menunjukkan tata kelola lahan gambut agar tidak terjadi Karhutla ke depannya. FOTO: IST

“Gambut bukan lahan kering. Ketika airnya terus dikuras, gambut mengering dan api hanya tinggal menunggu pemicu,” tegas Ivan, Rabu (2/9/26).

Dalam kajian yang disampaikan Prof. Aswandi, kondisi DAS Air Hitam Laut menjadi salah satu gambaran penting mengenai persoalan tata air gambut di Jambi. Data yang ditampilkan menunjukkan terdapat sekitar 524 kilometer jaringan kanal, dengan sekitar 444 kilometer kanal berada di bagian hulu. Selain itu, terdapat sekitar 456 kilometer panjang sungai dalam kawasan tersebut.

Persoalan semakin kompleks dengan perubahan tutupan dan pemanfaatan lahan. Luas perkebunan/HTI yang tercatat sekitar 20.746 hektare pada 2016 meningkat menjadi 53.846 hektare pada 2024. Sementara kawasan semak/rawa justru mengalami penyusutan dari sekitar 49.064 hektare menjadi 17.000 hektare. Yang tak kalah mengkhawatirkan adalah indikasi penurunan permukaan gambut atau subsidensi sekitar 3–4 meter pada lokasi tertentu dalam kurun waktu kurang lebih 22 tahun.

Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan bahwa persoalan gambut tidak dapat dilihat hanya dari ada atau tidaknya titik api. Ketika kanal terlalu banyak mengalirkan air keluar, muka air turun dan lapisan gambut kehilangan kelembapannya.

Dampaknya pun berantai. Gambut menyusut, permukaan tanah turun, kemampuan gambut menyimpan air melemah, kemudian risiko kekeringan dan kebakaran meningkat. Pada saat yang sama, kerusakan tata air juga dapat memicu persoalan lain seperti banjir, peningkatan emisi karbon dan kerusakan ekosistem. Bahkan, dampaknya dapat menjalar hingga kawasan hilir dan mengancam ekosistem penting, termasuk kawasan Taman Nasional Berbak Sembilang.

Jangan Hanya Padamkan Api, Pertahankan Air

Ivan menilai temuan tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan di Jambi. Penanganan karhutla tidak boleh berhenti pada patroli, deteksi hotspot dan pemadaman ketika api sudah muncul. Menurutnya, paradigma pengelolaan gambut harus bergeser.
Dari sekadar memadamkan api menjadi mempertahankan air.

Karena itu, Ivan mendorong sejumlah langkah konkret, mulai dari audit jaringan kanal, pemulihan fungsi hidrologi, pembangunan sekat kanal secara terukur, pemantauan muka air tanah dan subsidensi, perlindungan kawasan hulu, hingga pengawasan terhadap perizinan dan kepatuhan dunia usaha.

“Kalau kita hanya sibuk memadamkan api, kita akan terus berhadapan dengan kebakaran yang berulang. Yang harus kita cegah adalah kondisi yang membuat gambut mudah terbakar,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak. Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat dan pemerintah pusat harus duduk bersama menyusun kebijakan pengelolaan gambut berbasis tata air dan ekosistem. DPRD Provinsi Jambi, kata Ivan, akan mendorong agar hasil kajian akademik tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam kebijakan pembangunan dan pengelolaan kawasan gambut.

Satgas saat memadamkan api di kawasan gambut di Tanjab Timur. FOTO: IST

Mengubah Cara Pandang terhadap Gambut

Bagi Ivan, pesan utama dari kajian Prof. Aswandi sangat sederhana, tetapi memiliki konsekuensi besar terhadap kebijakan lingkungan di Jambi.
Keberhasilan pengelolaan gambut tidak cukup diukur dari berapa hektare lahan yang berhasil dipadamkan ketika terbakar.

Ukuran keberhasilannya justru harus dilihat dari berapa banyak air yang mampu dipertahankan, seberapa kecil laju subsidensi, berapa luas gambut yang berhasil dipulihkan, dan seberapa besar risiko kebakaran yang berhasil dicegah sejak awal.

“Ukuran keberhasilan pengelolaan gambut bukan hanya berapa banyak api yang kita padamkan, tetapi berapa banyak air yang berhasil kita pertahankan,” kata Ivan.

Pesan itu menjadi semakin relevan di tengah ancaman karhutla yang terus menghantui kawasan gambut Jambi.
Sebab, api di gambut sering kali bukanlah awal dari masalah. Api adalah akibat dari tata air yang telah lebih dulu rusak.
Karena itu, penyelamatan gambut harus dimulai sebelum asap memenuhi langit—ketika air masih tersimpan di dalam tanah, ketika gambut masih basah, dan ketika api belum memiliki ruang untuk tumbuh. Gambut bukan lahan kering. Pertahankan airnya, lindungi ekosistemnya, cegah apinya. (OYI)

Previous Post

Tak Hanya Kota Jambi, Rocky Candra Perluas Bantuan Air Bersih hingga Muaro Jambi

Next Post

Lahan 1.300 Hektare Jadi Arena Penolakan, Eksekusi Putusan MA Tertahan

Next Post

Lahan 1.300 Hektare Jadi Arena Penolakan, Eksekusi Putusan MA Tertahan

Hampir Dua Pekan Kekeringan, 10.000 Liter Air Bersih Disalurkan Rocky Candra ke Kumpeh Ulu. FOTO: IST

Dua Pekan Sumur Mengering, Rocky Candra Kirim 10.000 Liter Air untuk Warga Kumpeh Ulu

Satgas saat memadamkan api di kawasan gambut di Tanjab Timur. FOTO: IST

Hotspot Tebo Tertinggi, Ivan Wirata: Telusuri Perusahaan, Jika Terbukti Lalai Proses Hukum

Ketua TP-PKK Batang Hari Salurkan Tali Kasih untuk 42 Keluarga Terdampak Bencana. FOTO: LAN

Ketua TP-PKK Batang Hari Salurkan Tali Kasih untuk 42 Keluarga Terdampak Bencana

Wabup Bakhtiar Hadiri Pengukuhan Guru Besar UNISBA, Dorong Kampus Perkuat SDM dan Kontribusi untuk Daerah

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK