Jambiday.com, MUARO JAMBI – Direktorat Jenderal Pemasyarakatan memperkuat pengawasan terhadap kualitas pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan. Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi (Watkeshab) Dirjenpas, Dr. dr. Adhayani Lubis, Sp.KJ., M.K.M., melakukan supervisi di Lapas Kelas IIA Jambi, Selasa (20/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Adhayani didampingi Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar. Supervisi turut diikuti seluruh kepala unit pelaksana teknis (UPT) Pemasyarakatan di wilayah Jambi sebagai upaya memperkuat koordinasi dan memastikan pelayanan kesehatan warga binaan berjalan sesuai standar.
Kegiatan diawali dengan peresmian Dapur Sehat Lapas Kelas IIA Jambi. Fasilitas ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas penyediaan makanan bagi warga binaan, mulai dari kebersihan pengolahan, keamanan pangan, hingga pemenuhan kebutuhan gizi.

Penyediaan makanan yang sehat dan higienis dinilai menjadi bagian penting dari pelayanan dasar pemasyarakatan. Sebab, kualitas makanan tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berpengaruh terhadap kondisi kesehatan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Pada kesempatan itu, Direktur Adhayani sempat mencicipi masakan yang akan dihidangkan oleh pekerja di dapur sebagai santapan makan malam warga binaan nanti. Menurut Adhayani, sudah layak dan hiegenes untuk dihidangkan.

Usai peresmian, rombongan meninjau blok hunian dan fasilitas sanitasi untuk melihat langsung kondisi kebersihan lingkungan, kelayakan fasilitas, serta aspek kesehatan dan kenyamanan warga binaan.
Dalam supervisi tersebut, Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Ditjenpas, Adhayani Lubis, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan warga binaan harus menjadi perhatian serius seluruh jajaran pemasyarakatan.
“Pemenuhan hak kesehatan warga binaan harus menjadi perhatian bersama. Melalui supervisi ini, kami ingin memastikan bahwa penyelenggaraan layanan kesehatan, pengelolaan dapur sehat, serta kondisi sanitasi di dalam lapas terus ditingkatkan sesuai standar yang berlaku,” tegas Adhayani.
Ia juga meminta jajaran pemasyarakatan melakukan evaluasi secara berkala dan perbaikan berkelanjutan. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung penyediaan makanan bergizi, lingkungan hunian yang bersih, serta fasilitas kesehatan yang memadai.
Penanganan ISPA di Tengah Ancaman Asap Karhutla
Perhatian khusus turut diberikan pada kondisi kesehatan warga binaan di tengah situasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih berlangsung dan berpotensi menimbulkan paparan asap.
Dalam kunjungan ke klinik Lapas Kelas IIA Jambi, rombongan meninjau fasilitas pelayanan medis, sarana dan prasarana, serta pelaksanaan layanan kesehatan bagi warga binaan. Penanganan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu pembahasan penting dalam supervisi tersebut.

Paparan asap Karhutla dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, sehingga kesiapan klinik, pemantauan kondisi kesehatan, serta penanganan warga binaan yang mengalami gejala ISPA perlu menjadi perhatian.
Supervisi ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan pelayanan medis berjalan optimal dan kebutuhan kesehatan warga binaan dapat ditangani secara tepat.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan dasar harus menjadi komitmen seluruh UPT Pemasyarakatan, bukan sekadar agenda supervisi.
“Melalui kegiatan supervisi ini, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan, mulai dari penyediaan makanan yang sehat dan bergizi, optimalisasi layanan klinik, hingga pemeliharaan kebersihan dan sanitasi blok hunian,” ujar Irwan.
Ia berharap seluruh jajaran pemasyarakatan di wilayah Jambi terus melakukan evaluasi dan perbaikan secara konsisten agar pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan semakin optimal.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syahroni Ali, menyatakan kesiapan pihaknya untuk menindaklanjuti berbagai masukan dari hasil supervisi.
“Peresmian Dapur Sehat serta peninjauan klinik, blok hunian, dan sanitasi menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas pelayanan. Kami akan menindaklanjuti setiap masukan dari hasil supervisi sebagai bahan evaluasi agar pelayanan kesehatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga binaan di Lapas Jambi semakin optimal,” ungkap Syahroni.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas pelayanan akan terus diarahkan pada pemenuhan gizi, penguatan layanan kesehatan, serta pemeliharaan kebersihan lingkungan hunian.
Melalui supervisi ini, Kanwil Ditjenpas Jambi bersama seluruh UPT Pemasyarakatan diharapkan mampu memperkuat sinergi dan memastikan pelayanan pemasyarakatan berjalan profesional, humanis, serta berorientasi pada pemenuhan hak-hak dasar warga binaan.
Peningkatan pelayanan kesehatan, pemenuhan gizi, dan penanganan risiko ISPA menjadi bagian penting dalam memastikan warga binaan memperoleh lingkungan hunian yang sehat, aman, dan layak. (OYI)




Discussion about this post