Jambiday.com, MUARO JAMBI – Pertamina EP Jambi terus memperkuat upaya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) guna mendukung ketahanan energi nasional. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni memulai pengeboran atau tajak sumur PPS-X03 di Desa Kasang Lopak Alai, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi.
Kegiatan tajak sumur PPS-X03 tersebut ditandai dengan sosialisasi dan syukuran bersama pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat setempat pada Kamis (29/10/2026).
Pengeboran sumur baru ini menjadi bagian dari strategi Pertamina EP Jambi dalam mengoptimalkan potensi struktur Puspa Asri yang selama ini menjadi salah satu penopang utama produksi minyak di wilayah operasional perusahaan.
Bukan tanpa alasan, struktur Puspa Asri saat ini mampu menghasilkan sekitar 3.500 barel minyak per hari (BOPD). Angka tersebut menyumbang sekitar 60 persen dari total produksi minyak Pertamina EP Jambi Field.
Dengan potensi produksi yang cukup besar tersebut, pengeboran PPS-X03 diharapkan dapat memberikan tambahan kontribusi terhadap produksi minyak. Namun, realisasi penambahan produksi tetap akan bergantung pada hasil pengeboran dan evaluasi teknis di lapangan.

Pjs Field Manager Pertamina EP Jambi, Wahyu Widiatmoko, mengatakan pengembangan sumur PPS-X03 merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keberlanjutan produksi migas sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya energi di wilayah Jambi.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan pengeboran tidak hanya ditentukan oleh kesiapan teknis dan operasional, tetapi juga membutuhkan dukungan serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah dan masyarakat sekitar.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah desa, serta masyarakat. Kami memohon doa agar kegiatan operasional PPS-X03 berjalan aman dan lancar, sehingga produksi minyak dan gas bumi yang sudah ada dapat dipertahankan dan ke depannya semakin meningkat,” ujar Wahyu.
Ia menambahkan, PPS-X03 merupakan bagian dari rangkaian program pengeboran Pertamina EP Jambi. Bahkan, hingga akhir 2026 masih terdapat dua rencana pemboran lainnya yang diharapkan dapat membuka peluang peningkatan produksi dari wilayah kerja tersebut.
Dukungan masyarakat menjadi faktor penting
Dukungan terhadap kegiatan operasional Pertamina juga disampaikan Pemerintah Kecamatan Kumpeh Ulu. Camat Kumpeh Ulu, Junaidi, menyatakan pihak kecamatan siap memfasilitasi komunikasi dan dialog apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penyelesaian bersama.
Ia mengajak masyarakat untuk mendukung kegiatan pengeboran dengan tetap mengedepankan musyawarah, komunikasi terbuka, serta pendekatan kekeluargaan.
Menurutnya, setiap kendala yang muncul di lapangan sebaiknya disampaikan melalui pemerintah desa atau pihak terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Jika terdapat kendala dalam pelaksanaannya, sampaikan melalui pemerintah desa atau pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti. Kita mengedepankan dialog dan musyawarah, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat serta lingkungan,” ungkap Junaidi.
Senada dengan itu, Kepala Desa Kasang Lopak Alai, Datuk Pawi, mengapresiasi hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pertamina EP Jambi dan masyarakat setempat.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi yang sudah berjalan dapat terus dipertahankan, termasuk perhatian perusahaan terhadap kondisi lingkungan serta manfaat keberadaan kegiatan operasional bagi masyarakat di sekitar wilayah kerja.
Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Pengembangan sumur PPS-X03 menunjukkan upaya Pertamina EP Jambi dalam menjaga keberlanjutan produksi migas melalui optimalisasi lapangan yang memiliki potensi besar.
Tidak hanya mengejar peningkatan produksi, perusahaan juga menempatkan aspek keselamatan operasional, perencanaan teknis, kepedulian lingkungan, serta hubungan sosial dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui rangkaian program pengeboran dan rencana optimalisasi pemanfaatan gas, Pertamina EP Jambi yang merupakan bagian dari Pertamina Subholding Upstream Regional 1 Zona 1 (PHR Zona 1) terus berupaya memaksimalkan potensi migas di wilayah kerjanya.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menjaga kontribusi produksi minyak dari Jambi, tetapi juga memperkuat pasokan energi nasional di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat. (OYI)



Discussion about this post