Jambiday.com, TEBO- Kondisi memprihatinkan Jalan Padang Lamo khususnya Desa Tanjung Pucuk Jambi, Kecamatan VII Kota Kabupaten Tebo kian menuai sorotan. Jalan yang seharusnya menjadi jalur vital penghubung aktivitas masyarakat kini justru berubah menjadi sumber keluhan dan kekhawatiran. Kerusakan parah di sejumlah titik membuat mobilitas warga terganggu dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Pantauan jambiday.com di lapangan menunjukkan jalan dipenuhi lubang besar, genangan air, serta permukaan aspal yang hancur. Kendaraan terpaksa melaju perlahan untuk menghindari kerusakan, bahkan tidak sedikit pengendara yang mengalami kerugian akibat kendaraan rusak. Situasi ini berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan keseharian warga.

Saputra, tokoh masyarakat Desa Tanjung Pucuk Jambi Kecamatan VII Koto Kabupaten Tebo, menyampaikan kekecewaan mendalam terhadap lambannya penanganan pemerintah. Ia menilai, selama ini masyarakat hanya disuguhi janji tanpa realisasi yang jelas.
“Kami sudah terlalu lama bersabar. Kondisi jalan ini bukan hanya rusak, tapi sudah sangat memprihatinkan. Setiap hari kami harus mempertaruhkan keselamatan,” ujarnya.
Menurutnya, berbagai upaya penyampaian aspirasi telah dilakukan, baik melalui laporan langsung ke Pemkab, wakil rakyat maupun jalur resmi dalam bentuk surat atas nama desa. Namun hingga kini, belum terlihat langkah konkret yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
Kekecewaan warga pun semakin memuncak. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, masyarakat berencana melakukan aksi protes sebagai bentuk desakan kepada pemerintah. Aksi tersebut direncanakan dengan menanam pohon di badan jalan, yang secara tidak langsung akan menghentikan akses kendaraan sebagai simbol protes atas kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Warga berharap pemerintah daerah maupun pusat segera turun tangan mengambil langkah cepat dan terukur. Perbaikan Jalan Padang Lamo dinilai bukan sekadar kebutuhan infrastruktur, melainkan menyangkut keselamatan, kelancaran ekonomi, serta hak dasar masyarakat untuk mendapatkan akses jalan yang layak.
Kini, masyarakat hanya menunggu bukti nyata bukan lagi janji. Agar Jalan Padang Lamo kembali menjadi jalur kehidupan, bukan jalur penderitaan. (OYI)







Discussion about this post