Jambiday.com, BATANG HARI – Tradisi budaya bernuansa religius kembali menggema di Kabupaten Batang Hari melalui perhelatan Grebek Suro VII Tahun 2026 yang digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Kegiatan yang berlangsung di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muara Bulian, Selasa (16/6/2026), berlangsung meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan masyarakat.
Sejak pagi hari, lapangan sepak bola Sridadi telah dipadati warga yang antusias menyaksikan rangkaian acara tahunan tersebut.
Grebek Suro tidak hanya menjadi perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan yang memperkuat nilai budaya, persaudaraan, dan identitas masyarakat Batang Hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pawai budaya yang mengambil rute dari kawasan Pasar Baru hingga berakhir di Simpang Lapangan Sridadi.
Sepanjang perjalanan, masyarakat disuguhkan berbagai atraksi budaya yang menampilkan kekayaan tradisi Nusantara dari beragam daerah yang hidup dan berkembang di Kabupaten Batang Hari.
Berbagai paguyuban dan komunitas daerah turut ambil bagian dalam pawai tersebut dengan mengenakan pakaian adat serta menampilkan kesenian khas daerah masing-masing.
Keberagaman yang ditampilkan menjadi simbol harmonisasi masyarakat Batang Hari yang hidup dalam semangat persatuan di tengah perbedaan budaya.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan marching band dari sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah pertama yang ada di Kabupaten Batang Hari.
Atraksi para pelajar tersebut sukses menarik perhatian masyarakat yang memadati sepanjang jalur pawai hingga lokasi utama kegiatan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Batang Hari, Mula P. Rambe, yang hadir mewakili Bupati Batang Hari Mhd. Fadhil Arief, menyampaikan apresiasi tinggi atas konsistensi masyarakat Kelurahan Sridadi dalam menjaga dan melestarikan tradisi Grebek Suro yang telah menjadi agenda tahunan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Batang Hari memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya Tradisi Grebek Suro yang kembali digelar secara meriah. Kegiatan ini memiliki makna yang sangat mendalam, tidak hanya dari sisi keagamaan, tetapi juga sebagai upaya pelestarian budaya yang menjadi warisan berharga bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat dua nilai utama yang terkandung dalam pelaksanaan Grebek Suro. Pertama, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT melalui momentum peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah.
Kedua, menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk terus menjaga, merawat, dan melestarikan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat gotong royong masyarakat Sridadi yang dinilai menjadi faktor utama suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Kami sangat mengapresiasi swadaya, kekompakan, dan sinergi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan ini. Hal tersebut menjadi bukti bahwa nilai-nilai gotong royong masih hidup dan tumbuh kuat di tengah kehidupan masyarakat Batang Hari,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Batang Hari, lanjut Mula P. Rambe, berkomitmen untuk terus mendukung pelaksanaan Grebek Suro agar dapat berkembang menjadi agenda budaya yang semakin besar dan mampu menjadi daya tarik wisata budaya daerah.
Puncak acara ditandai dengan pemukulan gong oleh Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani sebagai simbol resmi dibukanya Grebek Suro VII Tahun 2026. Momen tersebut disambut meriah oleh ribuan masyarakat yang hadir.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani berharap Tradisi Grebek Suro dapat terus dilestarikan sebagai media pemersatu masyarakat sekaligus sarana menjaga identitas budaya lokal yang menjadi kebanggaan Kabupaten Batang Hari.
“Tradisi seperti ini harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda. Selain memperkuat nilai-nilai keagamaan, Grebek Suro juga menjadi perekat persaudaraan serta cerminan kekayaan budaya yang dimiliki daerah,” ungkapnya.
Grebek Suro VII Tahun 2026 pun kembali membuktikan dirinya bukan sekadar perayaan budaya, melainkan momentum penting yang menyatukan nilai religius, pelestarian tradisi, dan semangat kebersamaan masyarakat dalam bingkai keberagaman yang harmonis. (LAN)



Discussion about this post