Jambiday.com, JAMBI — Menteri Hukum Republik Indonesia, Supratman Andi Agtas, menghadiri Forum Bisnis Daerah yang digelar oleh HIPMI Provinsi Jambi di Rumah Kito Resort Hotel, Senin (27/4/2026). Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi antara pemerintah dan kalangan pengusaha muda di daerah.
Dalam kesempatan itu, Supratman menekankan pentingnya pemahaman hukum sebagai pondasi dalam menjalankan usaha. Ia menyebut, kreativitas dan inovasi saja tidak cukup tanpa dibarengi kesadaran terhadap aspek legal. Menurutnya, pelaku usaha muda harus memahami berbagai hal mendasar seperti legalitas usaha, perlindungan merek, hingga perjanjian kerja sama. Hal tersebut dinilai penting untuk meminimalisir risiko hukum yang dapat muncul di kemudian hari.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI), termasuk merek dagang dan rahasia dagang, sebagai aset utama dalam menjaga nilai dan keberlanjutan bisnis.
“Pemerintah, terus berupaya memberikan kemudahan dalam proses perizinan guna menciptakan iklim usaha yang kondusif, kompetitif, serta berkelanjutan. Sesuai dengan arah kebijakan nasional melalui program Asta Cita yang diusung oleh Prabowo Subianto, yang memberi perhatian pada penguatan peran pengusaha muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi,” kata Kang Maman-sapaan akrab Menteri.
Dalam forum tersebut, Menteri Hukum turut mengajak HIPMI Jambi untuk mengambil bagian aktif dalam berbagai program prioritas pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis, Koperasi Merah Putih, serta program pembangunan 3 juta rumah.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ade Jona Prasetyo sebagai calon Ketua Umum BPP HIPMI periode 2026–2029, Wakil Wali Kota Jambi Diza Azra Aljosha, anggota DPR RI Rocky Candra dan Syarif Fasha, serta perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Provinsi Jambi dan Ketua Kadin Jambi Usman Sulaiman.
Sementara itu, Ketua Umum BPD HIPMI Jambi, Fadhilla Hasrul, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri Hukum yang dinilai memberikan perspektif baru bagi pengusaha muda. Ia menilai, materi yang disampaikan menjadi pengingat bahwa kesuksesan bisnis tidak hanya ditentukan oleh ide, tetapi juga kekuatan aspek hukum yang melindungi usaha tersebut. Fadhilla juga menegaskan komitmen HIPMI Jambi dalam meningkatkan literasi hukum di kalangan pengusaha muda serta mendukung berbagai program strategis pemerintah.
“HIPMI Jambi siap untuk berkontribusi aktif dalam program nasional, mulai dari Makan Bergizi Gratis, penguatan koperasi, hingga pembangunan perumahan, sebagai bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” tegas Fadhillah.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah dan pengusaha muda, sekaligus melahirkan pelaku usaha yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kesadaran hukum dan daya saing tinggi di tingkat nasional hingga global. (OYI)








Discussion about this post