Jambiday.com, JAMBI – Ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jambi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tetap berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, peserta didik PAUD, serta ibu hamil dan menyusui yang menjadi sasaran utama program tersebut.
Dalam aksi yang digelar di depan DPRD Provinsi Jambi, massa membawa lima tuntutan utama yang menitikberatkan pada keberlanjutan program, kepastian anggaran, perbaikan tata kelola, keterlibatan masyarakat dalam pengawasan, serta jaminan kualitas dan keamanan makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Koordinator aksi, Arfah, menegaskan bahwa gerakan yang mereka lakukan bukan untuk membela kepentingan pengusaha atau kelompok tertentu, melainkan murni memperjuangkan hak masyarakat yang selama ini merasakan manfaat langsung dari program MBG.
“Kami datang bukan untuk mengurus bisnis, bukan untuk membela pengusaha. Yang kami perjuangkan adalah masyarakat Jambi, anak-anak sekolah, ibu hamil, dan keluarga yang menjadi penerima manfaat program ini. Jangan sampai masyarakat menjadi korban akibat persoalan yang terjadi di tingkat pelaksana,” tegas Arfah dalam orasinya.
Menurutnya, jika ditemukan adanya pengusaha yang bermain-main, melakukan pelanggaran, penyimpangan, atau bahkan tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program MBG, maka pihaknya mendukung penuh aparat penegak hukum untuk bertindak tegas sesuai peraturan yang berlaku.
“Kalau ada pengusaha nakal, kalau ada korupsi, silakan proses sesuai hukum. Kami mendukung penegakan hukum. Tetapi jangan karena ulah segelintir oknum, lalu program yang sangat dibutuhkan masyarakat justru dihentikan. Yang harus diperbaiki adalah pelaksanaannya, bukan manfaatnya yang dicabut dari rakyat,” ujarnya.
Arfah menilai, Program MBG telah memberikan harapan bagi banyak keluarga. Bagi sebagian anak, makanan bergizi yang diterima di sekolah menjadi tambahan asupan penting yang membantu tumbuh kembang mereka. Karena itu, setiap kebijakan yang menyangkut keberlangsungan program tersebut harus benar-benar mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat luas.
Dalam tuntutannya, Aliansi Masyarakat Jambi meminta pemerintah dan DPR memastikan program MBG tidak dihentikan, tidak ditunda, serta tidak dikurangi jangkauannya. Mereka juga mendesak agar anggaran program tetap terjamin dalam APBN maupun APBD sehingga tidak bergantung pada kebijakan sesaat.
Selain itu, massa meminta adanya perbaikan tata kelola dan pengawasan yang lebih ketat apabila ditemukan kekurangan dalam pelaksanaannya. Mereka menegaskan bahwa solusi yang dibutuhkan adalah pembenahan sistem, transparansi, dan akuntabilitas, bukan penghentian program.
Suasana aksi berlangsung tertib namun penuh semangat. Di tengah terik matahari, para peserta aksi bergantian menyampaikan aspirasi sambil membawa harapan agar suara masyarakat kecil dapat didengar para pemangku kebijakan.
Arfah menegaskan bahwa perjuangan mereka tidak akan berhenti pada aksi unjuk rasa semata. Aliansi Masyarakat Jambi berkomitmen untuk terus mengawal seluruh kebijakan dan tuntutan yang telah disampaikan hingga benar-benar direalisasikan.
“Hari ini kami menyampaikan aspirasi. Besok, lusa, dan seterusnya kami akan terus mengawal. Kami ingin memastikan program MBG berjalan tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan. Karena yang kami perjuangkan adalah masa depan anak-anak Jambi dan hak masyarakat untuk mendapatkan program yang benar-benar bermanfaat,” katanya.
Aksi tersebut menjadi simbol harapan masyarakat agar Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi program yang hadir untuk rakyat. Bagi mereka, jika ada yang salah, maka yang harus dilakukan adalah memperbaiki, mengawasi, dan menegakkan hukum, bukan menghentikan program yang telah memberikan manfaat nyata bagi ribuan penerima di Provinsi Jambi. (OYI)





Discussion about this post