Jambiday.com, JAMBI – Sebuah langkah inovatif sekaligus menyentuh kembali ditorehkan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi di bawah kepemimpinan Irwan Rahmat Gumilar. Melalui kolaborasi dengan platform pasar online tradisional Parto.id, Kanwil Ditjenpas Jambi memberikan pelatihan digitalisasi e-commerce kepada para eks warga binaan sebagai bekal untuk membangun kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat.
Program ini menjadi salah satu terobosan nyata dalam upaya pembinaan berkelanjutan. Tidak hanya membekali keterampilan berusaha, tetapi juga membuka wawasan para eks warga binaan bahwa dunia perdagangan saat ini telah berubah. Pasar tidak lagi terbatas pada toko fisik atau lingkungan sekitar, melainkan telah berkembang ke ranah digital yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.
Kakanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menegaskan bahwa pembinaan terhadap warga binaan tidak boleh berhenti ketika mereka keluar dari lembaga pemasyarakatan. Justru saat kembali ke masyarakat, mereka membutuhkan dukungan dan kesempatan agar dapat bangkit serta mandiri secara ekonomi.

“Pemasyarakatan bukan hanya soal menjalani masa pidana, tetapi bagaimana mengembalikan mereka menjadi manusia yang produktif dan bermanfaat. Kami ingin para eks warga binaan memiliki kesempatan kedua untuk sukses melalui usaha yang mereka jalankan,” ujarnya.
Menurut Irwan, kerja sama dengan Parto.id diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan para pelaku usaha kecil dari kalangan eks warga binaan dengan peluang pasar yang lebih luas. Mereka tidak hanya mendapatkan pelatihan pemasaran digital, tetapi juga pendampingan mengenai strategi penjualan online, pengelolaan usaha, hingga pentingnya tampilan dan kemasan produk agar memiliki daya saing.
Lebih jauh, platform tersebut juga diharapkan mampu membantu para peserta dalam memperluas jaringan pemasaran, memperoleh akses pembiayaan atau pinjaman lunak, serta meningkatkan kualitas produk yang mereka hasilkan. Oleh karena itu, kerja sama dengan marketplace resmi menjadi langkah strategis dan relevan dengan Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong pemasaran hasil karya warga binaan melalui UMKM serta pemberdayaan pelaku usaha Klien Pemasyarakatan
CEO Parto.id, Ikhsan Setiabudi, menyampaikan apresiasi atas langkah progresif yang dilakukan Kanwil Ditjenpas Jambi dalam mendukung proses reintegrasi sosial eks warga binaan melalui pemberdayaan ekonomi berbasis digital. Menurut Ikhsan, setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan kedua. Karena itu, Parto.id hadir untuk memberikan akses yang lebih mudah kepada pelaku UMKM, termasuk para eks warga binaan, agar mampu berkembang dan bersaing di era digital.
“Era digital membuka peluang bagi siapa saja. Kami ingin membantu para pelaku usaha kecil agar bisa naik kelas. Melalui Parto.id, mereka tidak hanya belajar berjualan secara digital, tetapi juga mendapatkan pendampingan pemasaran, peningkatan kualitas produk, hingga pengembangan usaha secara berkelanjutan,” kata Ikhsan.
Ia menjelaskan, pihaknya menerapkan platform fee yang sangat ringan, yakni hanya sebesar 2 persen, sebagai bentuk keberpihakan terhadap pelaku usaha mikro dan kecil.
“Kami ingin menjadi mitra pertumbuhan UMKM. Karena itu, platform fee yang kami terapkan hanya 2 persen. Harapannya para pelaku usaha bisa lebih fokus mengembangkan produknya, memperluas pasar, dan meningkatkan pendapatan tanpa terbebani biaya yang besar,” jelasnya.
Ditambahkan oleh Kanwil Irwan, pihaknya juga siap memberikan pendampingan terkait desain kemasan atau packaging, strategi pemasaran digital, penguatan branding produk, hingga membuka peluang akses pembiayaan dan pinjaman lunak bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal untuk mengembangkan bisnisnya.
Pelatihan digitalisasi e-commerce tersebut diikuti oleh 11 eks warga binaan yang saat ini telah merintis berbagai usaha mandiri. Mereka berasal dari berbagai latar belakang usaha, mulai dari kuliner, sembako, peternakan hingga kerajinan.
Peserta yang mengikuti pelatihan tersebut antara lain:
Melysa Fitri (Warung Sembako)
Giska Pratama (Usaha Rebusan)
Rosmaladewi (Warung Sembako)
M. Rafli Al Zikri (Bakso Bakar)
Diah Permata (Peternakan Ayam)
Suryani (Makanan dan Minuman)
Verawati Awahab (Bakso)
Marsinah (Aneka Snack)
Junaidi (Mebel Meja Oshin)
Eli Kusmawati (Es Jeruk Peras)
Selvia Monica (Makanan dan Aksesoris)


Di balik usaha-usaha sederhana tersebut tersimpan semangat besar untuk bangkit dan membangun masa depan yang lebih baik. Mereka adalah orang-orang yang pernah menjalani masa sulit dalam hidupnya, namun kini memilih menatap masa depan dengan optimisme melalui jalan usaha yang halal dan produktif.
Melalui sinergi antara Kanwil Ditjenpas Jambi dan Parto.id, harapan baru pun tumbuh. Program ini bukan sekadar mengajarkan cara berjualan secara online, melainkan menjadi bukti bahwa kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang ingin berubah. Dengan dukungan teknologi, pendampingan usaha, dan akses pasar yang lebih luas, para eks warga binaan diharapkan mampu berdiri di atas kaki sendiri, menjadi pelaku usaha yang mandiri, serta membuktikan bahwa masa lalu bukanlah penghalang untuk meraih masa depan yang lebih baik. (OYI)



Discussion about this post