Friday, October 2, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home OPINI

MERDEKA: Melawan Penjajah Dari Bangsa Sendiri

Oleh: Bahren Nurdin (Pengamat Sosial dan Kebijakan Publik)

by Redaksi
17/08/2026
in OPINI
0
Oplus_16908288

Oplus_16908288

1
VIEWS
PostTweetShareScan

SETIAP 17 Agustus, kita kembali mengibarkan Merah Putih. Jalan-jalan dipenuhi umbul-umbul, perlombaan digelar, dan lagu-lagu kebangsaan berkumandang. Tahun ini, Indonesia memasuki usia kemerdekaan ke-81. Namun, di tengah gegap gempita itu, sebuah pertanyaan patut diajukan: benarkah kita telah sepenuhnya merdeka?

Secara politik, Indonesia memang telah lama terbebas dari penjajahan Belanda dan Jepang. Tidak ada lagi tentara asing yang menguasai negeri ini. Tidak ada lagi bendera penjajah yang berkibar di atas tanah air. Namun, kemerdekaan sesungguhnya tidak hanya berbicara tentang bebas dari kekuasaan bangsa asing. Penjajahan dapat berubah wajah. Ia tidak selalu datang dengan senjata, seragam militer, dan kapal perang. Hari ini, penjajahan bisa hadir dari dalam rumah kita sendiri. Bahkan pemimpin negeri ini sendiri!

Bacajuga

Ketika Asap Menutup Langit Jambi

UNGA KE-81: Catatan Dosen Hukum Internasional dari Tengah Krisis Multilateralisme

Presiden (Juga) Pendidik

Asap dan Keadilan

Dilema Penegakan Hukum Karhutla: Antara “Kasihan Rakyat Kecil”, “Segera Hukum Perusahaan”, dan Tanggung Jawab Negara

Maulid Nabi SAW: Ketika Semua Mengejar Viral, Siapa yang Menjadi Teladan?

Korupsi, misalnya, adalah salah satu bentuk penjajahan modern yang paling nyata. Dilakukan oleh elit bangsa. Ketika uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan kesejahteraan justru dirampas oleh segelintir orang, sesungguhnya sedang terjadi perampasan hak rakyat. Koruptor mungkin tidak membawa senapan seperti tentara kolonial, tetapi akibat perbuatannya bisa menghancurkan masa depan bangsa. Tindakan para maling ini sesungguhnya lebih sadis dan tidak berperi kemanusiaan.

Demikian pula narkoba. Ia adalah bentuk penjajahan yang menyerang bukan wilayah, melainkan manusia. Jika penjajah masa lalu berusaha menguasai tanah dan sumber daya bangsa Indonesia, narkoba sedang berusaha menguasai kesadaran, merusak generasi, menghancurkan keluarga, dan memutus masa depan bangsa. Yang lebih menyedihkan, peredaran narkoba tidak mungkin berkembang tanpa keterlibatan penguasa negeri ini. Mereka yang dipercaya untuk memberantas malah menjadi cukong.

Dalam konteks lokal Jambi, refleksi kemerdekaan harus membawa kita pada keberanian untuk melihat persoalan di sekitar kita. Jambi adalah daerah yang kaya sumber daya alam, memiliki sejarah, budaya, dan masyarakat yang luar biasa. Tetapi kekayaan alam tidak selalu berbanding lurus dengan kesejahteraan rakyat. Kita masih menyaksikan persoalan kemiskinan, kesenjangan, kerusakan lingkungan, konflik sumber daya, penyalahgunaan kekuasaan, hingga ancaman narkoba yang terus membayangi generasi muda.

Di sinilah makna kemerdekaan harus diuji. Apa arti merdeka jika rakyat masih kesulitan mendapatkan keadilan? Apa arti kemerdekaan jika kekayaan daerah hanya dinikmati oleh segelintir orang? Apa arti Merah Putih berkibar setiap Agustus jika pada saat yang sama ada anak-anak muda yang masa depannya dirampas oleh narkoba, dan uang rakyat justru dikorupsi oleh mereka yang seharusnya menjadi pelayan publik?

Saya bahkan berpandangan, siapa pun yang dengan sadar merampas hak rakyat, merusak generasi melalui narkoba, atau menyalahgunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi, patut disebut sebagai pengkhianat terhadap cita-cita kemerdekaan.

Mereka mungkin bukan penjajah asing, tetapi dampak yang ditimbulkan dapat menjadi bentuk penjajahan baru dari sesama anak bangsa. Karena itu, dalam konteks moral kebangsaan, pengkhianatan dari dalam sering kali terasa lebih menyakitkan daripada serangan dari luar.

Kemerdekaan ke-81 seharusnya menjadi momentum untuk mengubah cara kita merayakannya. Jangan hanya merdeka secara seremonial, tetapi juga berjuang untuk merdeka dari korupsi, narkoba, ketidakadilan, keserakahan, dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan. Melawan penjajah dari bangsa sendiri, bahkan pemimpin sendiri!

Kemerdekaan tidak boleh berhenti sebagai status sejarah. Kemerdekaan harus terus diperjuangkan sebagai tanggung jawab moral. Dan perjuangan terbesar kita hari ini adalah melawan “penjajah” yang lahir, tumbuh, dan hidup di tengah bangsa kita sendiri.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.
Merdeka bukan hanya ketika penjajah pergi, tetapi ketika rakyat benar-benar terbebas dari segala bentuk penindasan. Merdeka!!. (***)

Previous Post

Kemerdekaan Bukan Sekadar Upacara, Demokrasi Harus Dijaga

Next Post

3.580 Remisi untuk Jambi, Kanwil Ditjenpas: Jadikan Kesempatan Ini untuk Berubah

Next Post
Gubernur Jambi didampingi oleh Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar menyerahkan SK remisi kepada warga binaan. FOTO: IST

3.580 Remisi untuk Jambi, Kanwil Ditjenpas: Jadikan Kesempatan Ini untuk Berubah

Warga binaan di Jambi yang menerima remisi bebas dan bantuan usaha yang diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jambi dan didampingi oleh Kanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar. FOTO: IST

Kanwil Ditjenpas dan Gubernur Jambi Hadirkan Inovasi Perdana, Tiga Napi Bebas Murni Dibekali Modal Usaha

Tim bola volley Lapas kelas IIB Muara Sabak saat menang turnamen volley dalam rangka HUT RI ke 81. FOTO: IST

Juara I Voli Antarinstansi Tanjab Timur, Lapas Narkotika Muara Sabak Tunjukkan Mental Juara

Warga binaan Lapas Kelas IIB Muara Sabak saat menerima SK remisi yang diserahkan secara simbolis oleh Bupati Tanjab Timur didampingi oleh Kalapas Askari Utomo. FOTO: IST

390 Terima Remisi HUT RI, Enam Warga Binaan Lapas Muara Sabak Bebas dan Kembali ke Masyarakat

Transaksi Makin Efisien, Kartu Kredit Indonesia dan MDR 0% Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK