Friday, October 9, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home HUKUM

Lapas Narkotika Muara Sabak Ekspor Perdana Arang Batok Kelapa, Modal Kepercayaan Jadi Kekuatan

by Redaksi
24/08/2026
in HUKUM
0
Oplus_19005440

Oplus_19005440

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, MUARA SABAK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, mencatat langkah baru dalam program pembinaan kemandirian warga binaan. Untuk pertama kalinya, produk arang batok kelapa hasil pengolahan di lingkungan Lapas dilepas untuk pasar ekspor.

Ekspor perdana tersebut dilepas secara simbolis oleh Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, didampingi Kepala Seksi Kegiatan Kerja (Binaker) Hendra Turnip serta sejumlah petugas lapas lainnya.

Bacajuga

Kasus Narkotika 58 Kg Sabu, PN Jambi Hukum M. Alung Ramadhan Seumur Hidup

Kasus Korupsi Belanja Konsultansi Pajak Daerah 2024, Nella Mantan Kadis BPPR Kota Jambi Ditahan

Kanwil Ditjenpas Jambi Keluarkan Instruksi Tegas Hadapi Dampak Asap Karhutla

Kamis Taqwa, Ruang Menjaga Hati dan Mempererat Kebersamaan Pegawai Kanwil Ditjenpas Jambi

Cegah Dampak Asap Karhutla, Lapas Jambi Perkuat Cek Kesehatan 1.791 Warga Binaan

Rabu Pintar Kanwil Ditjenpas Jambi: Satu Klik, Besar Dampaknya untuk Citra Pemasyarakatan

Pada tahap perdana, sebanyak 6,8 ton arang batok kelapa dikirim sebagai bagian dari upaya membuka pasar internasional bagi produk hasil pembinaan warga binaan.

Kalapas Muhammad Askari Utomo mengatakan, usaha pengolahan arang batok kelapa tersebut baru dirintis dengan memanfaatkan potensi lokal sekaligus memberdayakan warga binaan.

“Usaha ini baru saja kita rintis, memanfaatkan pekarangan Lapas dan memberdayakan warga binaan di sana,” kata Askari, Senin (24/8/2026).

Menariknya, skema usaha yang diterapkan Lapas Narkotika Muara Sabak tidak membutuhkan modal besar untuk membeli bahan baku. Pihak Lapas justru membangun usaha tersebut dengan mengandalkan kepercayaan dari masyarakat dan pelaku usaha sekitar.

Masyarakat atau pemilik tempurung kelapa dapat mengantarkan bahan baku ke Lapas untuk diolah. Pihak Lapas tidak membeli tempurung tersebut di awal, melainkan hanya mengambil upah jasa pembakaran sebesar Rp500 per kilogram.

Setelah tempurung selesai dibakar dan diolah menjadi arang, produk tersebut kemudian dijemput oleh pembeli. Setelah proses penjualan atau pengambilan selesai, barulah pembayaran dilakukan sesuai kesepakatan.

Dengan pola tersebut, Lapas Narkotika Muara Sabak berperan sebagai tempat pengolahan sekaligus memberikan jasa pembakaran, sementara bahan baku berasal dari masyarakat dan pembeli telah memiliki kebutuhan pasar.

“Jadi kami tidak membeli tempurungnya terlebih dahulu. Masyarakat menitipkan tempurung kepada kami dengan modal kepercayaan. Kami hanya mengambil upah membakar, Rp500 per kilogram. Setelah selesai dibakar, kemudian dijemput pembeli, baru dilakukan pembayaran,” jelas Askari.

Skema sederhana tersebut menjadi salah satu kekuatan program karena memungkinkan usaha berjalan tanpa harus menyediakan modal besar untuk membeli bahan baku. Pada saat yang sama, masyarakat mendapatkan solusi untuk memanfaatkan tempurung kelapa yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah.

Ekspor perdana Batok.kelapa menjadi arang karbon aktif perdana di lapas Muara Sabak. FOTO: OYI 
Kalapas Askari Utomo saat melihat warga binaan mengolah tempurung kelapa menjadi arang. FOTO: OYI

Menurut Askari, gagasan tersebut berawal dari pemetaan potensi Kabupaten Tanjab Timur yang dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kelapa terbesar di Provinsi Jambi. Besarnya potensi tersebut kemudian mendorong pihak Lapas membuka peluang kerja sama dengan masyarakat dan pelaku usaha kelapa.

Meski baru dikembangkan kurang dari satu bulan, kegiatan tersebut telah menghasilkan produksi arang dalam jumlah yang cukup signifikan. Dari proses tersebut, warga binaan mendapatkan kesempatan untuk terlibat langsung dalam kegiatan produktif sekaligus mempelajari keterampilan pengolahan arang.

Askari mengatakan, produk yang dihasilkan juga telah memiliki tujuan pasar yang jelas. Produksi akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pengiriman ke sejumlah negara, termasuk kawasan Asia Selatan, Arab Saudi dan China.

“Tidak tanggung-tanggung usaha ini. Kita sudah mendapatkan pasarnya dan nantinya kita ekspor ke luar negeri,” ujarnya.

Ia menegaskan, program tersebut bukan semata-mata mengejar keuntungan, tetapi menjadi bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan. Mereka dilibatkan dalam proses kerja dan mendapatkan premi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga binaan ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

“Yang kita harapkan, mereka mendapatkan pengalaman dan keterampilan. Ketika bebas nanti, mereka sudah punya kemampuan yang bisa dikembangkan dan menjadi bekal untuk mencari penghasilan,” kata Askari.

Karena itu, pihak Lapas mengajak masyarakat, petani kelapa dan pelaku usaha yang memiliki tempurung kelapa untuk menjalin kerja sama. Tempurung yang selama ini belum termanfaatkan dapat dititipkan untuk diolah sehingga memiliki nilai ekonomi. Pihak Lapas juga membuka peluang pengembangan usaha menuju produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi, termasuk arang karbon aktif.

Dukungan terhadap program tersebut disampaikan Wakil Bupati Tanjab Timur Muslimin Tanja. Ia menilai langkah Lapas Narkotika Muara Sabak menunjukkan kejelian dalam melihat potensi daerah dan mengubahnya menjadi kegiatan produktif.

“Kami pemerintah mendukung dan mendorong kegiatan positif ini. Kami siap berkolaborasi dengan lapas. Jika pemerintah dibutuhkan, kami akan hadir untuk itu,” kata Muslimin.

Menurutnya, program tersebut berpotensi memberikan manfaat ganda. Selain menjadi bagian dari pembinaan warga binaan, kegiatan ini juga dapat menciptakan nilai tambah terhadap komoditas kelapa yang menjadi salah satu potensi ekonomi masyarakat Tanjab Timur.

Muslimin bahkan mendorong agar pengembangan usaha ke depan tidak berhenti pada arang batok kelapa. Berbagai produk turunan kelapa lainnya juga dinilai dapat dikembangkan, termasuk pemanfaatan ijuk kelapa yang selama ini belum optimal dimanfaatkan masyarakat.

“Saya mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kalapas. Melihat potensi lokal dan kemudian melibatkan warga binaan dalam melahirkan inovasi seperti ini merupakan langkah yang luar biasa,” ujarnya.

Ekspor perdana enam ton arang batok kelapa tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang terhubung langsung dengan kebutuhan pasar.

Lebih dari sekadar menghasilkan arang, program ini mempertemukan potensi daerah, kepercayaan masyarakat, keterampilan warga binaan dan peluang pasar ekspor dalam satu mata rantai usaha. Dari tempurung kelapa yang sebelumnya dianggap limbah, lahir peluang ekonomi sekaligus bekal kemandirian bagi warga binaan. (OYI)

Previous Post

Alarm Karhutla Jambi: 3.632 Hotspot, Muaro Jambi Catat Luas Terbakar Terbesar

Next Post

Dinas Pendidikan, BKAD, PUTR dan RSUD Mattaher Kuasai Rp2,79 Triliun APBD Jambi 2027

Next Post
Sidang paripurna DPRD Provinsi Jambi terkait pengesahan APBD 2027. FOTO: IST

Dinas Pendidikan, BKAD, PUTR dan RSUD Mattaher Kuasai Rp2,79 Triliun APBD Jambi 2027

Kabut Asap Makin Parah, Bupati Batang Hari Keluarkan Kebijakan Darurat Pendidikan

Anggota DPR-RI Fraksi PDI-P, Edi Purwanto. FOTO: IST

Dorongan Edi Purwanto ke Pemerintah Pusat Berbuah Hasil, Jalan Padang Lamo Dibangun Tahun Ini

Waka II DPRD Provinsi Jambi, Samsul Riduan dari fraksi PDI-P. FOTO: IST

Samsul Riduan Kawal Perjuangan Jalan Sarolangun, Rp27 Miliar Masuk Rancangan KUA-PPAS

Potensi Hindari Rp39,7 Miliar Kerugian Emisi, DPRD Jambi Dorong Pencegahan Karhutla Berbasis Hidrologi

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK