Thursday, October 8, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Alarm Karhutla Jambi: 3.632 Hotspot, Muaro Jambi Catat Luas Terbakar Terbesar

by Redaksi
24/08/2026
in NASIONAL
0
1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com,JAMBI – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi memasuki fase yang membutuhkan kewaspadaan lebih tinggi. Berdasarkan Laporan Harian Siaga Darurat Karhutla Provinsi Jambi per Minggu, 23 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, jumlah hotspot kumulatif sejak 1 Januari hingga 22 Agustus 2026 telah mencapai 3.632 titik.

Dalam sehari, situasi juga menunjukkan tingginya aktivitas titik panas. Pada 23 Agustus 2026 pukul 00.00–16.00 WIB tercatat 199 hotspot yang tersebar di delapan wilayah, setelah sehari sebelumnya ditemukan 273 hotspot di sembilan wilayah.

Bacajuga

Dari Bibit hingga Pasca Panen, Pelatihan Dorong Petani Sawit Jambi Naik Kelas

Asap Karhutla Jambi Belum Usai, Pesawat Tertahan, Anak-Anak Kembali Belajar dari Rumah

MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

Muaro Jambi dan Tebo Gigit Jari, Tak Masuk Penerima Bantuan Karhutla Padahal Jadi Wilayah Penyumbang Asap

Perjuangan Edi Purwanto, Tanjab Timur Dapat IJD 90 Milyar Tahun Ini

Jambi Masih Dihantui Karhutla: Hotspot Tinggal 5, Luas Terbakar 2.960 Hektare, Ivan Wirata Soroti Ketergantungan OMC

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, menilai angka tersebut harus menjadi peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan agar memperkuat pencegahan dan mempercepat respons di lapangan.

“Angka 3.632 hotspot menunjukkan kita tidak boleh lengah. Yang paling penting sekarang bukan sekadar berapa titik panas yang ditemukan, tetapi seberapa cepat titik itu diverifikasi dan ditangani sebelum berubah menjadi kebakaran besar,” kata Ivan, Senin (24/8/26).

Tiga Wilayah Menjadi Prioritas

Data kumulatif menunjukkan tiga daerah dengan jumlah hotspot tertinggi adalah Sarolangun sebanyak 759 titik, Tanjung Jabung Barat 719 titik, dan Muaro Jambi 710 titik. Jika digabungkan, ketiga wilayah tersebut menyumbang 2.188 hotspot atau sekitar 60 persen dari total hotspot Jambi.

Wilayah lainnya mencatat Merangin 380 titik, Tebo 363 titik, Batanghari 339 titik, Bungo 180 titik, Tanjung Jabung Timur 135 titik, Kerinci 38 titik, Kota Jambi delapan titik dan Sungai Penuh satu titik. Sementara khusus pada 23 Agustus, Sarolangun mencatat 90 hotspot, Batanghari 41 titik, Tanjung Jabung Barat 27 titik, Tebo 22 titik dan Muaro Jambi 12 titik. Ivan menilai data tersebut dapat menjadi dasar untuk menerapkan strategi penanganan berdasarkan tingkat risiko.

“Sumber daya jangan dibagi rata. Sarolangun, Tanjab Barat dan Muaro Jambi harus mendapatkan perhatian khusus. Patroli, personel, sumber air, posko dan dukungan perusahaan harus diperkuat di daerah dengan tekanan paling tinggi,” ujarnya.

Luas Lahan Terbakar Capai 658,29 Hektare

Selain jumlah hotspot, luas lahan terbakar juga menjadi indikator penting untuk mengukur dampak Karhutla. Laporan Satgas mencatat estimasi luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 16 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare.

Muaro Jambi menjadi wilayah dengan luas terbakar terbesar, yakni sekitar 264,78 hektare, disusul Sarolangun 143,61 hektare, Batanghari 95,53 hektare, Tanjung Jabung Barat 58,10 hektare, Merangin 43,61 hektare, Tebo 39,26 hektare, Tanjung Jabung Timur 32,71 hektare dan Bungo 14 hektare. Menurut Ivan, jumlah hotspot dan luas lahan terbakar harus dibaca secara bersamaan agar kebijakan yang diambil tidak hanya berorientasi pada angka titik panas.

“Muaro Jambi bukan yang tertinggi jumlah hotspotnya, tetapi luas terbakar justru paling besar. Ini menunjukkan ukuran keberhasilan tidak cukup hanya menghitung hotspot. Yang harus kita tekan adalah luas kebakaran dan waktu respons,” jelasnya.

Kualitas Udara Mulai Terdampak

Dampak Karhutla juga mulai terasa pada kualitas udara. Berdasarkan pembaruan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada 23 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, Muaro Jambi mencatat ISPU 113 untuk parameter PM2.5 atau masuk kategori Tidak Sehat. Sementara Kota Jambi berada pada angka 73 kategori Sedang, Tanjung Jabung Timur 55 kategori Sedang, sedangkan Tebo berada pada kategori Baik dengan ISPU 16 untuk parameter NO2.

Ivan menilai kondisi tersebut menunjukkan penanganan Karhutla tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga harus dikaitkan dengan perlindungan kesehatan masyarakat.

“Ketika udara sudah masuk kategori tidak sehat, ini bukan lagi semata persoalan hutan dan lahan. Kita harus melindungi anak-anak, lansia, ibu hamil dan kelompok rentan. Dinas Kesehatan, Puskesmas, rumah sakit dan sekolah harus masuk dalam skenario mitigasi,” katanya.

Armada Water Bombing Harus Dipastikan Siap

Kesiapan armada udara juga menjadi perhatian. Dalam laporan operasi 23 Agustus, helikopter patroli dan pesawat pemantauan tercatat beroperasi. Namun, dua helikopter water bombing tercatat tidak terbang, masing-masing karena tidak beroperasi selama tujuh hari berturut-turut dan karena kondisi maintenance atau unserviceable.

Ivan meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan BNPB untuk memastikan adanya rencana cadangan apabila kemampuan armada udara berkurang ketika eskalasi Karhutla meningkat.

Flyer yang menunjukkan kondisi Karhutla Provinsi Jambi tahun 2026. FOTO: IST

“Ketika hotspot tinggi sementara sebagian armada water bombing tidak dapat beroperasi, contingency plan harus jelas. Kalau memang dibutuhkan, jangan terlambat meminta tambahan dukungan armada,” tegasnya.

62 Kasus Karhutla Ditangani

Dari aspek penegakan hukum, laporan mencatat 62 kasus Karhutla, terdiri dari 55 kasus dalam tahap penyelidikan dan tujuh kasus penyidikan, dengan delapan orang tersangka. Ivan mendukung langkah penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan. Namun, ia menilai penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya membaca pola kejadian di lapangan.

Menurutnya, aparat dan Satgas perlu memetakan apakah hotspot berulang di lokasi yang sama. Data tersebut dapat digunakan untuk menentukan wilayah yang membutuhkan pengawasan lebih intensif.

“Penegakan hukum harus memberikan efek jera. Tetapi pencegahan tetap menjadi pilihan paling efektif dan paling murah dibanding kita memadamkan kebakaran setelah meluas,” katanya.

81 Pos Karhutla Perlu Dioptimalkan

Ivan juga mendorong optimalisasi 81 Pos Karhutla Provinsi Jambi sebagai jaringan respons cepat di lapangan. Menurutnya, setiap pos harus terhubung dengan data hotspot, sumber air, personel dan peralatan melalui sistem komando yang jelas. Konsepnya sederhana: ketika hotspot terdeteksi, koordinat segera diketahui, pos terdekat bergerak, titik diverifikasi dan pemadaman dilakukan sebelum api meluas.

“Kita sudah memiliki jaringan pos. Tantangan sekarang adalah efektivitasnya. Saya mendorong satu command center, satu peta digital, satu data dan satu sistem komando. Response time harus menjadi ukuran kinerja,” ujar Ivan.

Jangan Tunggu Asap Semakin Pekat

DPRD Provinsi Jambi, kata Ivan, akan terus mengawal kesiapan anggaran, sarana-prasarana dan efektivitas penanganan Karhutla. Menurutnya, penanganan tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Sinergi harus melibatkan Pemerintah Provinsi dan kabupaten/kota, BPBD, BNPB, TNI-Polri, Manggala Agni, perusahaan hingga masyarakat.

“Jangan menunggu asap semakin pekat dan kebakaran semakin luas baru menambah kekuatan. Satu hotspot harus direspons secepat mungkin dan dipadamkan sebelum meluas. Keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan harus menjadi prioritas,” katanya.

Ivan juga meminta perusahaan yang berada di sekitar wilayah rawan Karhutla memastikan fire brigade, sumber air, embung, pompa, water tank, peralatan pemadaman dan personel benar-benar dalam kondisi siap operasi. Ia menegaskan, ukuran keberhasilan penanganan Karhutla bukan ketika petugas mampu memadamkan kebakaran besar, melainkan ketika kebakaran besar berhasil dicegah sejak awal.

“Target akhirnya bukan menjadi hebat memadamkan kebakaran besar. Keberhasilan kita justru ketika kebakaran besar itu dapat dicegah sejak awal,” pungkasnya. (OYI).

Previous Post

Golkar Sungai Penuh Bersatu, Hutri Randa Terpilih Aklamasi, Ivan Wirata Serukan Politik Karya

Next Post

Lapas Narkotika Muara Sabak Ekspor Perdana Arang Batok Kelapa, Modal Kepercayaan Jadi Kekuatan

Next Post
Oplus_19005440

Lapas Narkotika Muara Sabak Ekspor Perdana Arang Batok Kelapa, Modal Kepercayaan Jadi Kekuatan

Sidang paripurna DPRD Provinsi Jambi terkait pengesahan APBD 2027. FOTO: IST

Dinas Pendidikan, BKAD, PUTR dan RSUD Mattaher Kuasai Rp2,79 Triliun APBD Jambi 2027

Kabut Asap Makin Parah, Bupati Batang Hari Keluarkan Kebijakan Darurat Pendidikan

Anggota DPR-RI Fraksi PDI-P, Edi Purwanto. FOTO: IST

Dorongan Edi Purwanto ke Pemerintah Pusat Berbuah Hasil, Jalan Padang Lamo Dibangun Tahun Ini

Waka II DPRD Provinsi Jambi, Samsul Riduan dari fraksi PDI-P. FOTO: IST

Samsul Riduan Kawal Perjuangan Jalan Sarolangun, Rp27 Miliar Masuk Rancangan KUA-PPAS

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK