Jambiday.com, JAMBI – Semangat UMKM Jambi untuk naik kelas semakin menunjukkan hasil. Keikutsertaan 12 UMKM unggulan binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dalam Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta tidak sekadar menjadi ajang promosi, tetapi juga membuka pintu transaksi, jejaring bisnis hingga peluang menembus pasar ekspor.
Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, KKI 2026 berlangsung selama empat hari, 20–23 Agustus 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Kegiatan yang dibuka pada 20 Agustus tersebut melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM hadir secara luring, termasuk 12 UMKM unggulan asal Jambi yang membawa semangat “Dari Jambi untuk Indonesia”.
KKI 2026 menjadi bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam memperkuat ekosistem UMKM melalui perluasan akses pasar, pembiayaan, digitalisasi, inovasi, serta pengembangan jejaring usaha.
Dengan semangat “Beudaya MeusareSare” yang bermakna berdaya dan bersama-sama, kegiatan ini mempertemukan UMKM dengan pemerintah, perbankan, dunia usaha, asosiasi, akademisi dan berbagai pemangku kepentingan.
Tak tanggung-tanggung, KKI 2026 mendapat dukungan sinergi 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan serta akademisi. Pengembangan dan perluasan akses pasar juga diperkuat melalui jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.
Dari Jambi untuk Indonesia
Di tengah ekosistem tersebut, 12 UMKM unggulan Jambi tampil membawa beragam produk khas daerah, mulai dari wastra dan ready to wear, makanan olahan, kopi hingga produk kriya.
Kehadiran mereka menjadi representasi kekayaan budaya dan potensi sumber daya lokal Jambi yang terus dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.
Batik dan songket Jambi, misalnya, dikembangkan dengan memadukan identitas serta motif klasik Jambi dengan desain dan warna yang lebih modern agar mampu menjangkau selera konsumen nasional.
Sementara itu, produk kuliner olahan, kopi dan kriya menunjukkan kreativitas pelaku UMKM dalam mengolah komoditas unggulan daerah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar.
Partisipasi tersebut pun membuahkan hasil. Selama KKI 2026, UMKM unggulan Jambi mencatat total penjualan Rp675,87 juta, atau meningkat sekitar 28 persen dibandingkan capaian pada 2025.
Tak hanya transaksi penjualan, salah satu UMKM prosesor kopi Jambi juga memperoleh Letter of Intent (LoI) dalam Business Matching ekspor dengan calon mitra dari Uni Emirat Arab dan Tiongkok.
Nilai potensial kerja sama tersebut diperkirakan mencapai Rp3,2 miliar.
Capaian ini menjadi langkah penting bagi UMKM kopi Jambi untuk memperluas pasar ekspor sekaligus memperkuat posisi Jambi sebagai salah satu daerah penghasil tiga jenis kopi yang memiliki potensi di pasar global.
KKI Catat Transaksi Ratusan Miliar
Secara nasional, KKI 2026 juga mencatat capaian menggembirakan. Hingga hari ketiga pelaksanaan, nilai penjualan sementara mencapai Rp144,2 miliar, meningkat 46 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Sementara Business Matching ekspor mencatat nilai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dan calon pembeli dari 16 negara.
Adapun Business Matching pembiayaan mencapai Rp285 miliar, meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Angka tersebut memperlihatkan bahwa KKI bukan hanya menjadi panggung untuk memperkenalkan produk UMKM, tetapi juga menjadi jembatan yang mempertemukan pelaku usaha dengan pasar, investor, lembaga pembiayaan dan mitra bisnis dari dalam maupun luar negeri.
Dibina dari Hulu hingga Hilir
Keberhasilan UMKM Jambi tampil di KKI 2026 tidak lahir secara instan. Perjalanan tersebut dibangun melalui proses kurasi, peningkatan kapasitas, pendampingan kualitas produk, penguatan branding, standardisasi hingga kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Pembinaan dilakukan melalui kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi dengan Pemerintah Provinsi Jambi, pemerintah kabupaten/kota, komunitas, kurator, narasumber ahli dan berbagai pemangku kepentingan.
Sejumlah komunitas yang terlibat antara lain Jambi Fashion Society (JFS), Perkumpulan Penggiat Kopi Jambi (PPKJ), Serumpun Kriya Nusantara (Sekriyantara) dan Asosiasi Makanan Minuman (Asmami).
Proses tersebut juga diperkuat melalui SIGINJAI Fest 2026 sebagai bagian dari Road to KKI. Ajang ini menjadi ruang bagi UMKM yang lolos kurasi untuk menguji inovasi produk sekaligus mendapatkan respons langsung dari pasar domestik sebelum tampil di panggung nasional.

Barista Muda Jambi Tembus Semifinal KKI
Penguatan talenta daerah juga terlihat melalui program Cangkir Barista dan Citra Nusa. Cangkir Barista berfokus pada pengembangan wirausaha kopi melalui peningkatan kompetensi, sertifikasi dan pendampingan usaha. Sementara Citra Nusa diarahkan untuk memperkuat daya saing UMKM wastra melalui peningkatan kapasitas, inovasi desain dan pengembangan produk berorientasi ekspor.
Prestasi turut ditorehkan barista muda asal Jambi yang berhasil menjadi salah satu dari 24 semifinalis Cangkir Barista KKI 2026, setelah melewati rangkaian seleksi dan menyisihkan sekitar 400 peserta dari seluruh Indonesia.
Keberhasilan tersebut menjadi representasi talenta daerah sekaligus menunjukkan hasil dari penguatan kompetensi dan ekosistem Jambi Negeri 3 Kopi yang terus dibangun secara berkelanjutan.
Dalam penutupan KKI 2026, Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman menekankan pentingnya membangun ekosistem yang berkelanjutan agar pertumbuhan UMKM tidak berhenti pada kegiatan promosi semata.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing. Tapi, UMKM perlu mempunyai ekosistem yang menjadi tujuan berkelanjutan agar tumbuh, tangguh, dan berdaya saingnya UMKM Indonesia terus berlangsung,” ujarnya.
Sejalan dengan semangat “Dari Jambi untuk Indonesia”, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi berkomitmen melanjutkan penguatan UMKM melalui peningkatan kapasitas usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi serta akselerasi digitalisasi.
Sinergi bersama pemerintah daerah, perbankan, dunia usaha, komunitas dan pemangku kepentingan lainnya akan terus diperkuat agar semakin banyak UMKM Jambi yang mampu naik kelas dan menjangkau pasar nasional maupun global. Aida juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan terhadap produk lokal.
“Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia dan bisa tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” pesannya.
Bagi Jambi, KKI 2026 menjadi lebih dari sekadar panggung pameran. Dari kain, kopi, kuliner hingga kriya, produk-produk lokal menunjukkan bahwa ketika kreativitas daerah dipadukan dengan pembinaan, inovasi dan akses pasar, “Dari Jambi” bukan lagi sekadar slogan, tetapi dapat menjadi langkah nyata menuju pasar Indonesia dan dunia. (OYI)








Discussion about this post