Jambiday.com, JAMBI – Sebuah rumah yang lebih layak kini menjadi harapan baru bagi Ibu Mulyani dan keluarganya. Rumah yang berada di RT 01, Kelurahan Tanjung Johor, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi itu resmi diserahkan setelah selesai direnovasi melalui Program Bedah Rumah hasil kolaborasi Lembaga Pemasyarakatan Jambi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi, Rabu (26/8/26).
Penyerahan kunci rumah dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kakanwil Ditjenpas) Jambi, Irwan Rahmat Gumilar. Peresmian tersebut terasa istimewa karena rumah Ibu Mulyani menjadi rumah ke-7 yang berhasil diselesaikan melalui program yang memadukan kepedulian sosial dengan pembinaan warga binaan.
Sebanyak tujuh warga binaan yang tergabung dalam Pasukan Merah Putih terlibat langsung dalam pengerjaan rumah tersebut selama 15 hari. Dengan keterampilan yang mereka miliki, para warga binaan tidak sekadar memperbaiki bangunan, tetapi juga menghadirkan tempat tinggal yang lebih sehat, aman dan nyaman bagi masyarakat yang membutuhkan.


Bagi Pemasyarakatan, keberhasilan program ini memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar pembangunan sebuah rumah. Setiap dinding yang diperbaiki menjadi gambaran bahwa proses pembinaan dapat melahirkan perubahan. Warga binaan diberi kesempatan untuk belajar, bekerja dan membuktikan bahwa mereka tetap mampu memberikan manfaat bagi lingkungan.
Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali, mengatakan keterlibatan warga binaan merupakan bagian penting dari pembinaan yang berorientasi pada keterampilan sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
“Program Bedah Rumah ini menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk menunjukkan bahwa mereka mampu memberikan kontribusi positif. Keterampilan yang mereka dapatkan selama mengikuti pembinaan dapat diaplikasikan melalui karya nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Syahroni Ali.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Baznas Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I. Menurutnya, kolaborasi antara Baznas dan Pemasyarakatan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja bersama.
“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Melalui sinergi antara Baznas dan Pemasyarakatan, bantuan yang diberikan tidak hanya menghadirkan rumah yang lebih layak bagi penerima manfaat, tetapi juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk berkontribusi dan menunjukkan hasil pembinaannya kepada masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kakanwil Ditjenpas Jambi Irwan Rahmat Gumilar menegaskan bahwa pembinaan di lembaga pemasyarakatan harus mampu memberikan dampak nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa pembinaan di Pemasyarakatan memberikan dampak nyata. Warga binaan dibekali keterampilan, kemudian keterampilan tersebut diwujudkan melalui karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Rumah ke-7 ini menjadi bukti bahwa Pasukan Merah Putih mampu berkarya dan berkontribusi secara positif,” ujar Irwan.
Kehangatan kegiatan semakin terasa ketika peresmian dilanjutkan dengan pembagian paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Menariknya, bantuan tersebut turut bersumber dari hasil program pembinaan ketahanan pangan warga binaan Lapas Jambi yang kemudian dipadukan dengan dukungan Baznas Kota Jambi.

Dari tangan warga binaan, hasil pembinaan berubah menjadi manfaat bagi masyarakat. Dari sebuah rumah yang direnovasi, lahir pesan bahwa masa lalu bukan akhir dari kesempatan untuk berubah.
Program Bedah Rumah tersebut sekaligus memperlihatkan wajah Pemasyarakatan yang semakin humanis: membina bukan hanya untuk mengubah perilaku, tetapi juga membangun keterampilan, menumbuhkan kepedulian dan membuka ruang bagi warga binaan untuk kembali menjadi bagian yang berguna bagi masyarakat.
Rumah ke-7 di Tanjung Johor pun akhirnya bukan sekadar rumah yang selesai dibedah. Ia menjadi simbol bahwa ketika pembinaan, kepedulian dan gotong royong dipertemukan, selalu ada kesempatan untuk menghadirkan kebaikan. (OYI)








Discussion about this post