Jambiday.com, MUARO JAMBI – Hampir dua pekan lamanya warga Desa Tarikan dan Desa Pematang Bedaro, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten Muaro Jambi, harus berjuang memenuhi kebutuhan air bersih. Sumur yang selama ini menjadi tumpuan mulai mengering, sementara kebutuhan air untuk minum, memasak, mandi hingga mencuci tidak bisa ditunda. Di tengah kondisi tersebut, bantuan datang.
Memasuki hari keempat aksi tanggap darurat krisis air bersih, Anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Rocky Candra, mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga di dua desa tersebut, Kamis (3/9/2026).
Armada pengangkut air bersih disambut antusias oleh ratusan warga. Sejak pagi, warga telah mengantre dengan membawa berbagai wadah, mulai dari galon, ember hingga drum penampungan. Mereka rela menunggu demi mendapatkan air yang kini menjadi barang berharga di tengah kemarau yang berkepanjangan.

Krisis air tidak hanya membuat warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kondisi itu juga mulai mengganggu aktivitas dan kehidupan masyarakat. Sumber air warga terganggu dan sejumlah sumur resapan mengering.

Bagi sebagian warga, membeli air menjadi satu-satunya pilihan. Namun, tidak semua keluarga mampu terus membeli air untuk memenuhi kebutuhan harian.
Rocky Candra mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus respons atas laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kami mendapat laporan bahwa warga di Kumpeh Ulu sudah dua minggu kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan harian. Hari ini di hari keempat aksi marathon kita, kita suplai 10.000 liter. Kita ingin memastikan kebutuhan mendasar masyarakat ini dapat terpenuhi di tengah kondisi kekeringan,” ujar Rocky di lokasi pendistribusian.
Menurutnya, persoalan air bersih tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Ketika sumber air mengering, masyarakat berhadapan langsung dengan persoalan kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan.
Karena itu, aksi distribusi air bersih tersebut tidak berhenti pada hari keempat. Tim penanggulangan akan terus bergerak menginventarisasi permukiman lain yang terdampak kekeringan cukup parah di berbagai wilayah Jambi.
“Kita akan terus bergerak. Kita inventarisasi titik-titik yang membutuhkan bantuan, terutama wilayah yang kondisi kekeringannya cukup parah,” kata Rocky.
Bagi warga Tarikan dan Pematang Bedaro, kedatangan air bersih bukan sekadar bantuan. Di tengah sumur yang mengering dan kebutuhan yang terus berjalan, 10.000 liter air tersebut menjadi sedikit ruang untuk bernapas.
Tokoh masyarakat setempat pun menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Rocky Candra dan tim. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu meringankan beban ratusan kepala keluarga yang selama ini harus membeli air galon secara eceran untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Penyaluran berlangsung tertib hingga seluruh persediaan air bersih habis dibagikan kepada warga.
Di tengah kemarau yang belum juga berakhir, antrean galon, ember dan drum itu menjadi gambaran sederhana tentang betapa berharganya setetes air bagi masyarakat.
Dan bagi warga yang telah hampir dua pekan menunggu hujan, kedatangan air bersih hari itu setidaknya membawa satu pesan: mereka tidak sendiri menghadapi krisis. (OYI)








Discussion about this post