Jambiday.com, PALEMBANG– DPD Partai Golkar Provinsi Jambi mulai mematangkan strategi menghadapi Pemilu 2029 dengan memperkuat konsolidasi organisasi, mengevaluasi capaian kursi legislatif, memetakan kekuatan wilayah, hingga menyiapkan saksi di setiap tempat pemungutan suara (TPS).
Strategi tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra, dalam laporan pada Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Partai Golkar wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Palembang, Jumat (2/10/2026).
Dalam matriks evaluasi yang disampaikan, penguatan struktur, kesiapan saksi, akurasi data, serta konsolidasi kader menjadi sejumlah agenda utama yang harus mulai dikerjakan jauh sebelum tahapan Pemilu 2029.
Salah satu fokus utama adalah menyiapkan dua orang saksi untuk setiap TPS. Rekrutmen dan pembinaan saksi dirancang dilakukan sejak dini, dimulai dengan uji coba pelatihan di tingkat kecamatan sebelum diterapkan secara lebih luas. Saksi nantinya tidak hanya direkrut, tetapi juga didata, dilatih, diuji coba dan diperbarui secara berkala. Kebutuhan saksi di setiap TPS akan divalidasi, termasuk menyiapkan saksi utama dan cadangan.
“Persiapan saksi perlu dilakukan lebih awal agar mereka memahami tugas dan siap bekerja,” demikian laporan Cek Endra dalam forum tersebut.

Menurutnya, kesiapan saksi merupakan bagian penting dari penguatan struktur partai. Karena itu, pembinaan tidak cukup dilakukan menjelang hari pemungutan suara, tetapi harus dibangun melalui sistem yang terukur dan berkelanjutan.
Evaluasi Kursi DPRD Jadi Bahan Perbaikan
Dalam evaluasi capaian Pemilu sebelumnya, Golkar Jambi menargetkan 10 kursi DPRD Provinsi Jambi, namun realisasinya baru mencapai 7 kursi.
Selisih tiga kursi tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus dianalisis secara lebih rinci. DPD Golkar Jambi mendorong dilakukan audit perolehan suara dan kursi di masing-masing daerah pemilihan (dapil), termasuk mengidentifikasi suara yang belum berhasil dikonversi menjadi kursi.
“Target provinsi 10 kursi, tercapai 7. Ada selisih tiga kursi yang perlu dijelaskan per dapil,” tambah CE.
Sementara untuk DPRD kabupaten/kota, perolehan kursi Golkar dilaporkan mengalami peningkatan dari 52 menjadi 53 kursi. Capaian tersebut menjadi modal untuk melakukan konsolidasi sekaligus menyusun target dan strategi baru menuju Pemilu 2029. Evaluasi juga diarahkan agar setiap dapil memiliki target perbaikan yang lebih terukur, berdasarkan kekuatan suara, struktur organisasi, basis kader, serta potensi wilayah.
Tiga Kemenangan Kepala Daerah Jadi Modal Organisasi
Cek Endra juga menyampaikan capaian kemenangan kepala daerah yang disebut menjadi salah satu modal politik Golkar di daerah. Disebutkan terdapat tiga kemenangan kepala daerah yang menjadi potensi penguatan organisasi. Namun, capaian tersebut tetap perlu divalidasi berdasarkan wilayah dan dikonsolidasikan dengan struktur partai.
Kemenangan kepala daerah dinilai tidak otomatis menjamin peningkatan dukungan partai. Karena itu, diperlukan agenda koordinasi antara kepala daerah, pengurus partai, serta anggota fraksi untuk mengukur perkembangan organisasi dan dukungan di masing-masing daerah.
“Jabatan tidak otomatis memindahkan dukungan kepada partai,” tegas CE.
Musda dan Muscam Tuntas, Tinggal Penguatan Struktur
Dari sisi organisasi, Golkar Jambi melaporkan Musyawarah Daerah (Musda) kabupaten/kota dan Musyawarah Kecamatan (Muscam) telah selesai dilaksanakan. Tahap berikutnya adalah memastikan kepastian pelantikan kepengurusan serta menyiapkan administrasi, program kerja dan komunikasi rutin kepada jajaran pengurus. Kepastian jadwal pelantikan dinilai penting untuk menjaga momentum konsolidasi yang telah berjalan di tingkat kabupaten/kota dan kecamatan. Selain itu, struktur partai akan diarahkan agar tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi mampu bekerja secara aktif dalam pemetaan wilayah dan penguatan basis kader.
Pemetaan Wilayah dan Rekrutmen Kader Diperkuat
Menjelang Pemilu 2029, Golkar Jambi juga akan memperbarui peta kekuatan wilayah, dengan membedakan daerah basis, daerah rawan, dan wilayah yang masih menjadi sasaran ekspansi.
Pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan prioritas kerja organisasi. Rekrutmen kader aktif juga akan dilakukan secara terbuka dengan menugaskan penghubung untuk wilayah-wilayah prioritas. Langkah ini dinilai penting karena dinamika politik menuju Pemilu 2029 sudah mulai bergerak. Golkar tidak ingin hanya mengandalkan struktur formal, tetapi juga memastikan jaringan di lapangan benar-benar aktif.
Reses dan Aspirasi Jadi Instrumen Penguatan Basis
Selain konsolidasi internal, Golkar Jambi juga mendorong optimalisasi kegiatan reses anggota DPR RI, DPRD Provinsi, serta DPRD kabupaten/kota. Reses dipandang bukan hanya sebagai agenda penyerapan aspirasi, tetapi juga sarana memperkuat hubungan antara kader, anggota legislatif dan masyarakat.
Setiap aspirasi yang masuk diharapkan dicatat secara sistematis, ditentukan pihak yang bertanggung jawab menindaklanjuti, kemudian dipantau progresnya dan disampaikan kembali kepada masyarakat. Dengan pola tersebut, kegiatan reses diharapkan menghasilkan kerja nyata sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kader dan struktur Golkar.
Logistik dan Keberlanjutan Mulai Disiapkan
Aspek logistik juga masuk dalam agenda penguatan menuju 2029. Pembinaan jaringan hingga tingkat TPS membutuhkan biaya dan mekanisme pemeliharaan yang tertib. Karena itu, Golkar Jambi mendorong penyusunan anggaran secara bertahap, dokumentasi dukungan secara transparan, serta memastikan bantuan kepada jaringan tidak bersyarat dan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Seluruh agenda tersebut kemudian dirangkum dalam lima prioritas pelaksanaan, yakni verifikasi angka dan nama wilayah, evaluasi dapil dan target, memastikan jadwal pelantikan, uji coba saksi di tingkat kecamatan, serta memonitor kegiatan reses dan kebutuhan logistik.
Cek Endra menegaskan, persiapan menuju Pemilu 2029 harus dilakukan secara bertahap dan tidak bersifat sporadis. Konsolidasi struktur, pembinaan kader, pemetaan wilayah, penguatan saksi, serta kerja-kerja aspirasi masyarakat harus berjalan dalam satu sistem yang terkoordinasi.
“Persiapan menuju 2029 harus dilakukan secara bertahap, melalui konsolidasi, pembinaan kader, dan kerja yang terkoordinasi,” tegasnya.
Dengan langkah itu, Golkar Jambi menargetkan seluruh struktur partai semakin solid, data politik semakin akurat, dan jaringan saksi telah siap jauh sebelum Pemilu 2029 berlangsung. (OYI)




Discussion about this post