Jambiday.com, PALEMBANG– DPD Partai Golkar Provinsi Jambi mulai menyiapkan langkah tindak lanjut pasca-Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Partai Golkar wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Palembang, Jumat (2/10/2026). Rakornis yang diikuti jajaran pengurus Golkar dari wilayah Sumbagsel tersebut membahas strategi pemenangan Pemilu 2029.
Dalam forum itu, Wakil Ketua Bapilu Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, memaparkan sejumlah strategi yang menempatkan konsolidasi organisasi, penguatan basis pemilih, kaderisasi, komunikasi politik, hingga pemanfaatan data sebagai fondasi utama pemenangan.
Menyikapi hal ini, Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Ivan Wirata, mengatakan hasil Rakornis menjadi bahan penting bagi Golkar Jambi untuk menyusun langkah kerja yang lebih terukur. Menurutnya, persiapan menuju Pemilu 2029 tidak bisa hanya mengandalkan momentum menjelang pemilu, tetapi harus dimulai sejak sekarang melalui kerja organisasi yang konsisten.
“Pesan utama dari Rakornis ini adalah konsolidasi dan kerja simultan. Organisasi harus diperkuat, basis pemilih harus dipetakan, kader dan figur harus disiapkan. Sementara komunikasi kepada masyarakat harus semakin efektif. Semua itu harus didukung data yang valid,” ujar Ivan.
Lima Pilar Strategi Pemenangan
Ivan menjelaskan, terdapat lima pilar strategis yang menjadi perhatian Golkar dalam menghadapi Pemilu 2029.
Pertama, organisasi berbasis data, yakni memastikan struktur dan aktivitas partai tervalidasi hingga tingkat kecamatan, desa/kelurahan, termasuk kesiapan jaringan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Kedua, penguatan basis dan ekspansi pemilih. Golkar akan melakukan perawatan terhadap basis yang sudah ada, memulihkan wilayah yang masih lemah, sekaligus memperluas dukungan berdasarkan pemetaan setiap daerah pemilihan. Ketiga, kepemimpinan dan figur. Penguatan tidak hanya dilakukan terhadap struktur organisasi, tetapi juga dengan memperbanyak figur yang bekerja dan dikenal masyarakat, termasuk menyiapkan kader muda sebagai penerus.
Keempat, narasi dan komunikasi politik. Anggota fraksi dan kader didorong semakin mampu menyampaikan kerja-kerja politik kepada masyarakat, media maupun ruang digital dengan pesan yang jelas dan berbasis kerja nyata. Kelima, political intelligence, yakni menggabungkan data, survei, aspirasi masyarakat dan evaluasi lapangan sebagai dasar dalam menentukan prioritas kerja politik.
“Lima pilar ini tidak berdiri sendiri. Organisasi, basis pemilih, figur, komunikasi dan data harus bergerak dalam satu sistem. Kita ingin setiap keputusan politik memiliki dasar yang jelas dan dapat dievaluasi,” katanya.
Dari Konsolidasi ke Pemetaan dan Penugasan
Dalam bahan Rakornis, strategi pemenangan tersebut diterjemahkan ke dalam empat tahapan kerja, yakni konsolidasi, pemetaan, penugasan dan evaluasi. Tahap konsolidasi diarahkan untuk melengkapi struktur serta memperkuat penghubung antara pengurus dan jaringan daerah. Selanjutnya dilakukan pemetaan terhadap suara, kursi, figur, isu dan kondisi masing-masing wilayah.
Setelah itu, pembagian peran dilakukan dengan memperjelas jaringan, kegiatan serta kebutuhan logistik. Tahap terakhir adalah evaluasi untuk mengukur hasil kerja, menindaklanjuti aspirasi masyarakat dan memperbarui rencana berdasarkan perkembangan di lapangan.
Ivan mengatakan pola tersebut akan menjadi salah satu acuan Golkar Jambi dalam menyusun agenda kerja hingga 2029.
“Kita tidak ingin bekerja berdasarkan asumsi. Kita harus tahu di mana kekuatan kita, di mana wilayah yang perlu diperkuat, siapa yang harus bergerak dan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Setelah itu dievaluasi secara berkala,” tegasnya.
Evaluasi Tren Suara Golkar
Rakornis juga memberikan gambaran mengenai tren perolehan suara Golkar untuk DPR RI. Data yang dipaparkan menunjukkan perolehan suara Golkar berada di angka 21,58 persen pada 2004, kemudian 14,45 persen pada 2009, naik tipis menjadi 14,75 persen pada 2014, turun menjadi 12,31 persen pada 2019, dan kembali meningkat menjadi 15,29 persen pada Pemilu 2024. Pada Pemilu 2024, Golkar meraih 15,29 persen suara dan 102 kursi DPR RI. Dalam rentang 2014–2024, terjadi peningkatan sekitar 0,54 poin persentase dan tambahan 11 kursi. Bagi Ivan, angka tersebut penting sebagai bahan evaluasi, tetapi tidak boleh diterjemahkan secara seragam untuk seluruh daerah.
“Angka nasional menjadi bahan membaca tren, bukan otomatis menjadi proyeksi kursi untuk setiap daerah. Karena itu, Jambi harus memiliki baseline sendiri untuk 11 kabupaten/kota dan masing-masing dapil. Kita harus membaca data lokal, hasil pemilu sebelumnya, kondisi wilayah, figur, serta aspirasi masyarakat,” jelasnya.
Target Harus Berbasis Data
Golkar Jambi, lanjut Ivan, akan memperbarui baseline 11 kabupaten/kota dan daerah pemilihan sebagai salah satu agenda prioritas setelah Rakornis. Data hasil Pemilu 2024 akan menjadi salah satu pijakan untuk menyusun pemetaan baru. Namun, penyusunan target harus didukung sumber data yang jelas. Dalam bahan Rakornis disebutkan, angka nasional tidak dapat langsung dijadikan proyeksi kursi daerah dan simulasi target per dapil perlu ditopang survei dengan sumber serta metodologi yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Target harus realistis, terukur dan punya dasar. Kalau ada survei, kita harus melihat sumber dan metodenya. Data bukan sekadar angka, tetapi harus membantu kita mengambil keputusan,” ujar Ivan.
Konsolidasi DPD, Fraksi, Kader dan Jaringan
Agenda Golkar Jambi ke depan juga diarahkan untuk memperkuat hubungan antara DPD, anggota fraksi, kader dan jaringan masyarakat. Kerja politik tidak hanya dilakukan melalui struktur formal partai, tetapi juga melalui kegiatan langsung di tengah masyarakat dan tindak lanjut terhadap aspirasi.
Kemampuan komunikator partai juga akan diperkuat. Kader dan anggota fraksi didorong mampu menjelaskan kerja-kerja politik secara efektif kepada publik, termasuk melalui media massa dan platform digital.
“Komunikasi harus sejalan dengan kerja. Jangan sampai kita hanya pandai menyampaikan pesan, tetapi aspirasi masyarakat tidak ditindaklanjuti. Karena itu, kerja lapangan dan komunikasi harus berjalan bersamaan,” katanya.
Bimtek Diperkuat Bertahap
Rakornis juga memberikan arah komposisi kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) dengan pola kerja darat dan udara yang disiapkan secara bertahap. Pada 2026 komposisinya diarahkan 1:3, kemudian 2027 menjadi 2:2, dan pada 2028 meningkat menjadi 3:1. Menurut Ivan, pola tersebut menunjukkan adanya penekanan yang semakin besar terhadap kerja lapangan menjelang Pemilu 2029.
“Semakin dekat dengan pemilu, kerja lapangan harus semakin kuat. Tetapi kerja udara, terutama komunikasi dan penyampaian informasi, tetap penting. Keduanya harus saling melengkapi,” ujarnya.
Ivan menambahkan, evaluasi juga akan dilakukan secara berkala untuk melihat progres kerja sekaligus kebutuhan logistik di masing-masing wilayah.
“Yang kita bawa dari Rakornis ini bukan sekadar materi, tetapi agenda kerja. Konsolidasi, pemetaan, penugasan dan evaluasi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata di Jambi,” pungkasnya.
Selanjutnya, DPD Golkar Provinsi Jambi akan membahas hasil Rakornis bersama jajaran pengurus untuk menentukan prioritas kerja menuju Pemilu 2029. Seluruh target dan pemetaan wilayah akan disesuaikan dengan data resmi, dinamika politik daerah serta perkembangan regulasi kepemiluan.

Kegiatan Rakornis juga dihadiri oleh Ketua Golkar dan Sekretaris kabupaten dan kota di Jambi. Serta terlihat pula Kemas Faried Alfarelly, Ketua Bappilu Kota Jambi dan kemas Alfarizi sebagai Ketua BSN Golkar Provinsi Jambi (OYI)



Discussion about this post