Jambiday.com, JAMBI – Semangat pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui penegakan hukum. Bagi insan Adhyaksa, kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari pengabdian kepada masyarakat.
Semangat itulah yang ditunjukkan Kejaksaan Tinggi Jambi dalam menyambut Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81. Mengusung tema “Kita Sehat, Mereka Selamat”, Kejati Jambi menggelar aksi donor darah di Aula Kejaksaan Tinggi Jambi, Senin (31/8/2026).
Kegiatan sosial tersebut berlangsung penuh antusias. Tidak hanya jajaran pegawai Kejati Jambi, aksi kemanusiaan ini juga melibatkan pekerja alih daya (outsourcing) serta masyarakat Kota Jambi yang secara sukarela turut menyumbangkan darah.
Satu per satu peserta mengikuti pemeriksaan kesehatan sebelum kemudian menjalani proses donor. Dari kegiatan sederhana tersebut, tersimpan harapan besar agar darah yang terkumpul dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dalam pelaksanaannya, Kejati Jambi menggandeng Unit Pengelola Darah (UPD) RSUD Raden Mattaher Jambi). Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan donor berlangsung aman, tertib, dan memenuhi standar kesehatan.
Bukan Sekadar Seremonial
Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi, S.H., M.H., menegaskan bahwa donor darah bukan sekadar kegiatan sosial untuk memeriahkan rangkaian Hari Lahir Kejaksaan ke-81.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas insan Adhyaksa terhadap masyarakat. Terlebih, kebutuhan darah merupakan kebutuhan yang tidak mengenal waktu dan dapat menyangkut keselamatan seseorang.
“Donor darah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kita kepada sesama. Setetes darah yang kita berikan dapat menjadi harapan dan menyelamatkan kehidupan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Kajati Jambi.
Ia menegaskan, pengabdian insan Adhyaksa tidak berhenti pada pelaksanaan tugas dan fungsi sebagai aparat penegak hukum. Kejaksaan juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan manfaat, serta membangun kepedulian sosial.
Semangat tersebut sejalan dengan tema Hari Lahir Kejaksaan ke-81, yakni “Mengembalikan Kepercayaan Publik melalui Penegakan Hukum Berintegritas, Adil dan Humanis.”
Nilai humanis itu, kata dia, perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Salah satunya melalui kegiatan sosial yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Setetes Darah, Sejuta Harapan
Aksi donor darah menjadi salah satu pesan bahwa keberadaan Kejaksaan tidak hanya hadir ketika masyarakat berhadapan dengan persoalan hukum. Institusi Adhyaksa juga diharapkan mampu hadir melalui aksi-aksi kemanusiaan yang memberi manfaat nyata.

Melalui kegiatan tersebut, Kejati Jambi ingin menumbuhkan budaya berbagi di lingkungan insan Adhyaksa sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut mengambil bagian dalam menyelamatkan kehidupan sesama.
Bagi penerima donor, satu kantong darah mungkin berarti lebih dari sekadar bantuan. Darah tersebut bisa menjadi bagian penting dari perjuangan seorang pasien untuk kembali sehat, bahkan menjadi penentu keselamatan seseorang.
Karena itu, pesan “Kita Sehat, Mereka Selamat” tidak sekadar menjadi slogan. Ia menjadi gambaran sederhana tentang bagaimana kepedulian bersama dapat menghasilkan manfaat yang besar.
“Melalui semangat Kita Sehat, Mereka Selamat, peringatan Hari Lahir Kejaksaan ke-81 diharapkan semakin memperkuat nilai pengabdian, kebersamaan, dan kepedulian seluruh insan Adhyaksa kepada masyarakat,” pungkas Sugeng.
Kegiatan donor darah tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara memiliki wajah yang luas. Selain menegakkan hukum dengan integritas, Kejaksaan juga dapat hadir dengan tangan terbuka, berbagi dan memberikan harapan bagi mereka yang membutuhkan.
Setetes darah mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi seseorang yang sedang berjuang mempertahankan hidup, setetes darah dapat menjadi awal dari sebuah harapan. (OYI)








Discussion about this post