Jambiday.com, JAMBI- Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi, Samsul Riduan ST, menegaskan pentingnya kesiapsiagaan pengamanan, kelancaran lalu lintas, serta mitigasi bencana menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri rapat koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait.
Dalam rapat tersebut, Samsul Riduan, politisi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Sarolangun–Merangin, menekankan agar pengamanan di titik-titik strategis seperti tempat ibadah, pusat keramaian, kawasan wisata, serta jalur transportasi utama disiapkan secara optimal. Ia juga meminta pengaturan lalu lintas diperkuat guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama libur Nataru.
Selain isu teknis pengamanan Nataru, Samsul turut mengangkat persoalan strategis yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya konflik lahan yang hampir selalu muncul di berbagai daerah dan didominasi persoalan antara korporasi dan masyarakat. Ia juga menyoroti masalah tata ruang yang hingga kini belum sepenuhnya terselesaikan dan kerap menjadi akar konflik di lapangan.
“Persoalan-persoalan ini tidak hanya muncul saat ada demonstrasi. Banyak aspirasi masyarakat yang kami rangkum langsung saat kegiatan reses di daerah pemilihan masing-masing,” ujar Samsul Riduan.
Terkait infrastruktur, Samsul mengakui anggaran perbaikan jalan saat ini belum mampu menjangkau perbaikan secara maksimal. Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut adanya langkah-langkah realistis agar ruas jalan yang rusak tetap dapat difungsikan dan tidak menghambat pergerakan ekonomi masyarakat, terutama di kabupaten dengan tingkat kerusakan jalan yang tinggi.
“Dengan keterbatasan anggaran, perbaikan jalan memang belum bisa dilakukan secara menyeluruh. Namun kita harus memastikan jalan tetap fungsional agar aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Samsul mengungkapkan adanya pengadaan alat berat yang akan dialokasikan pada titik-titik prioritas sesuai kebutuhan di lapangan. Pengelolaan dan pemanfaatan alat berat tersebut berada di Bidang Alat Berat dan Peralatan (Alkal) PUPR Provinsi Jambi, sehingga dapat dimobilisasi secara cepat untuk penanganan kerusakan jalan darurat.
“Pengadaan alat berat ini menjadi langkah cepat agar penanganan jalan rusak bisa segera dilakukan di lokasi-lokasi yang paling membutuhkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Samsul kembali menekankan pentingnya jalan khusus angkutan batu bara sebagai solusi strategis jangka panjang untuk meminimalkan kerusakan jalan umum yang selama ini dilalui kendaraan tambang di sejumlah kabupaten/kota.
Menutup pernyataannya di penghujung tahun 2025, Samsul Riduan berharap seluruh pemangku kebijakan yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut dapat memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi konkret, sehingga persoalan pengamanan Nataru, konflik lahan, tata ruang, hingga infrastruktur jalan dapat diurai dan diselesaikan secara bertahap. (OYI)








Discussion about this post