Jambiday.com, BATANG HARI– Bupati Batang Hari Muhammad Fadhil Arief yang juga merupakan Owner Persebri Batang Hari secara resmi menutup rangkaian Liga Remaja Persebri Batang Hari (LIGRE) season 2026 yang berlangsung meriah di Stadion KONI Batang Hari, Minggu (12/7).
Penutupan kompetisi menjadi penanda berakhirnya perjalanan panjang pembinaan sepak bola usia dini yang diikuti puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dari yang berada di lingkup Kabupaten Batang Hari.
Dalam kesempatan, Bupati Fadhil Arief menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Batang Hari bersama Persebri untuk terus meningkatkan kualitas kompetisi usia muda.
Ia mengungkapkan, mulai tahun ini Liga Remaja Persebri akan diputar dua kali dalam satu tahun, sehingga para pemain memiliki lebih banyak kesempatan bertanding dan mengasah kemampuan.
“Insya Allah ke depan Liga Remaja Persebri akan kita putar dua kali dalam setahun agar anak-anak memiliki lebih banyak pertandingan dan pengalaman,” ujarnya.
Fadhil Arief juga berpesan kepada seluruh pemain agar tidak hanya mengejar gelar juara, tetapi menjadikan kompetisi sebagai bagian dari proses pembentukan karakter dan kemampuan bermain sepak bola.
Menurutnya, ketika para pemain nantinya memasuki level senior pada usia sekitar 20 tahun, pengalaman yang diperoleh sejak kelompok umur U-13, U-15, dan U-17 akan menjadi modal berharga.
“Juara atau tidak juara bukanlah tujuan utama. Yang paling penting adalah proses belajar, disiplin, dan terus berkembang. Jangan cepat berbangga diri hanya karena hebat di usia muda,” katanya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta agar selalu menjunjung tinggi sportivitas, termasuk tidak melakukan kecurangan terkait batas usia pemain.
“Jangan pernah mencurangi kompetisi dengan memainkan pemain yang usianya tidak sesuai. Hal seperti itu justru merusak pembinaan sepak bola usia dini,” tegasnya.
Owner Klub Persebri itu juga memberikan apresiasi kepada para pelatih yang telah berperan membina para atlet muda melalui program ‘Pelatih Tangguh’, yang menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kabupaten Batang Hari.
Menurutnya, fondasi teknik dasar para pemain saat ini sudah mulai terlihat. Selanjutnya para pelatih memiliki tugas membangun kecerdasan bermain, insting, serta kemampuan mengambil keputusan di lapangan.
“Banyak pemain yang memiliki kemampuan teknik sangat bagus, tetapi tidak mampu membaca situasi pertandingan. Karena itu kecerdasan bermain juga harus terus dilatih agar mereka tahu kapan harus mengambil keputusan yang tepat,” ungkapnya.
Ia juga mengucapkan selamat kepada seluruh peserta, baik yang berhasil menjadi juara maupun yang belum meraih prestasi. Semoga nanti para pemain terbaik nantinya mampu memperkuat Persebri Batang Hari hingga menembus level nasional.
Tak lupa, ia mengajak para orang tua untuk terus memberikan dukungan penuh kepada anak-anak agar tetap semangat berlatih.
Selain itu, menjelang akhir tahun nanti seluruh pemain SSB juga akan kembali dipertemukan dalam Liga Sekolah, sebelum kembali mengikuti seri berikutnya LIGRE season 2027. (LAN)







Discussion about this post