Jambiday.com, JAMBI — Pengurus Provinsi Persatuan Drum Band Indonesia (Pengprov PDBI) Jambi membawa semangat transformasi dan gagasan pembinaan berbasis data dalam Rakernas PB PDBI 2026 yang berlangsung di Jakarta, 13–15 Agustus 2026.
Mengusung tema “Transformasi PDBI: Dari Konsolidasi Organisasi Menuju Prestasi Berbasis Data”, Rakernas PB PDBI 2026 menjadi momentum strategis untuk memperkuat organisasi, mempercepat digitalisasi, membangun sistem pembinaan berjenjang, sekaligus mempererat kolaborasi antara pengurus pusat dan daerah menuju target prestasi berkelanjutan hingga 2030.
Ketua Pengprov PDBI Jambi, Ivan Wirata, mengatakan PDBI Jambi tidak datang ke Rakernas hanya untuk menyampaikan laporan kegiatan, tetapi membawa gagasan dan pengalaman daerah yang diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan sistem PDBI secara nasional.
“Rakernas ini bukan sekadar forum evaluasi. Ini momentum untuk menentukan arah PDBI dalam empat sampai lima tahun ke depan. Kita ingin bergerak dari kegiatan menuju sistem, dari event menuju pembinaan, dan dari prestasi sesaat menuju prestasi yang berkelanjutan,” ujar Ivan Wirata.
Menurutnya, kekuatan PDBI nasional merupakan agregasi dari kekuatan organisasi dan pembinaan di seluruh daerah. Karena itu, PB PDBI, Pengprov, Pengkab/Pengkot, klub, atlet, pelatih hingga juri harus berada dalam satu ekosistem pembinaan yang terintegrasi.
“Jangan sampai kita bekerja sebagai pulau-pulau organisasi yang berjalan sendiri-sendiri. Kita membutuhkan satu ekosistem nasional. Semangatnya adalah One PDBI, One Data, One Standard, One Competition System dan One Performance Dashboard,” tegasnya.
Konsep tersebut sejalan dengan enam pilar transformasi PDBI 2026–2030 yang ditampilkan dalam bahan Rakernas, yakni organisasi, SDM, kompetisi, digitalisasi, pembinaan dan prestasi.
Dalam kerangka One PDBI, seluruh unsur organisasi diarahkan memiliki visi dan tujuan yang sama. One Data mendorong terbangunnya satu sumber data nasional yang valid dan terintegrasi. Sementara One Standard diarahkan pada standardisasi organisasi, pembinaan, kompetensi pelatih dan juri.
Selanjutnya, One Competition System diharapkan mampu menghubungkan sistem kompetisi mulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, regional, kejurnas, PON hingga jenjang internasional. Sedangkan One Performance Dashboard menjadi instrumen untuk mengukur, memonitor dan mengevaluasi program serta prestasi secara objektif.
PDBI Jambi Tunjukkan Potensi dan Prestasi
Dalam bahan presentasi “Posisi PDBI Jambi: Jambi sebagai Bagian dari Sistem Pembinaan PDBI Nasional”, PDBI Jambi menampilkan profil organisasi, data pembinaan, prestasi serta berbagai program strategis yang telah dan sedang dijalankan.
PDBI Jambi tercatat sebagai organisasi yang aktif, dengan pembinaan yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota. Data organisasi dan pembinaan terus diperkuat melalui proses pendataan serta validasi, sebagai bagian dari upaya membangun tata kelola organisasi yang lebih modern dan terukur.
Dari sisi prestasi, Kejurprov PDBI Jambi 2025 yang berlangsung pada 19–21 Desember 2025 di Kabupaten Batang Hari menghasilkan capaian positif. Tanjung Jabung Barat keluar sebagai juara umum, disusul Tanjung Jabung Timur sebagai peringkat II dan Bungo sebagai peringkat III.
PDBI Jambi juga mencatat prestasi atlet di luar provinsi, termasuk capaian pada ajang drum band tingkat nasional di Jakarta pada 2025.
Selain prestasi, sejumlah program strategis juga telah dilaksanakan, antara lain Kejurprov PDBI Jambi 2025, rencana Piala Gubernur Jambi 2026 dengan sasaran tingkat SD, SMP, SMA hingga umum, serta berbagai kegiatan pembinaan dan pengembangan kompetensi yang melibatkan unsur PDBI di daerah.
“Ini menunjukkan bahwa Jambi memiliki potensi. Tetapi kita tidak boleh berhenti pada capaian hari ini. Prestasi harus menjadi bagian dari sistem pembinaan yang berkelanjutan,” kata Ivan.
Dari Event-Based Menuju Data-Driven Athlete Development
Ivan menegaskan bahwa prestasi tidak lahir secara tiba-tiba ketika sebuah kejuaraan dimulai. Atlet harus ditemukan sejak usia dini, dibina, dilatih, diukur, dipertandingkan, dievaluasi dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Karena itu, PDBI Jambi mendorong perubahan pola pembinaan dari event-based development menuju data-driven athlete development.
“Kompetisi jangan hanya menghasilkan juara dan piala. Setiap kompetisi harus menghasilkan data performa, ranking, talent identification dan rekomendasi pembinaan berikutnya,” jelasnya.
Pendekatan tersebut juga harus diterapkan terhadap pelatih dan juri melalui standardisasi kompetensi, sertifikasi berjenjang, digital scoring serta peningkatan kualitas secara berkelanjutan.
Menurut Ivan, pendekatan sport science juga semakin penting. Atlet tidak cukup hanya dilatih lebih keras, tetapi harus dilatih secara lebih tepat berdasarkan kondisi fisik, teknik, mental, recovery dan data performanya.
PON 2028 Menjadi Salah Satu Target Antara
Dalam roadmap transformasi PDBI 2026–2030, PON XXII 2028 dipandang sebagai salah satu momentum penting dalam proses pembinaan prestasi.
Tahun 2026 diarahkan untuk membangun baseline dan database. Tahun 2027 difokuskan pada talent identification, ranking dan try out. Tahun 2028 diarahkan menuju training camp dan peak performance, sedangkan 2029–2030 menjadi fase mendorong atlet terbaik menuju jalur prestasi internasional.
“Kalau sistem ini berjalan konsisten, maka kita tidak lagi mencari atlet ketika PON sudah dekat. Atlet terbaik harus sudah teridentifikasi dan dipantau jauh sebelumnya,” ujarnya.
Dalam visi PDBI 2030, target yang dibangun mencakup penguatan organisasi, validasi data atlet, pelatih dan juri, penyelenggaraan kejuaraan rutin setiap tahun, peningkatan prestasi menuju PON XXII 2028 dan internasional, penguatan kolaborasi pusat-daerah serta kemandirian organisasi dan keberlanjutan pendanaan.
Perkuat Kolaborasi dan Kemandirian
Ivan juga menilai transformasi PDBI tidak mungkin berjalan tanpa kolaborasi. PDBI perlu membangun kemitraan lebih luas dengan pemerintah, KONI, TNI-Polri, dunia pendidikan, perguruan tinggi, BUMN/BUMD, sektor swasta, sponsor, CSR, media, masyarakat hingga mitra internasional.
“Kemandirian bukan berarti meninggalkan dukungan pemerintah. Kemandirian berarti memperluas sumber daya agar pembinaan tidak berhenti ketika satu sumber pembiayaan berkurang,” katanya.
Karena itu, PDBI Jambi membawa sejumlah gagasan konkret ke Rakernas, antara lain Satu Data PDBI Nasional, Roadmap Transformasi Digital 2026–2030, standardisasi tata kelola organisasi, National Athlete Ranking, kalender kompetisi terintegrasi, standardisasi pelatih dan juri, pengembangan sponsorship dan CSR, serta National PDBI Performance Dashboard.
Ivan menegaskan, gagasan yang dibawa Jambi bukan untuk menunjukkan bahwa daerahnya paling baik, melainkan sebagai kontribusi untuk membangun sistem PDBI bersama.
“Kita datang untuk berbagi, belajar dan berkolaborasi. Organisasi yang kuat melahirkan sistem yang kuat. Sistem yang kuat melahirkan pembinaan yang konsisten. Dan pembinaan yang konsisten akan melahirkan prestasi,” tegasnya.
Ia pun mengajak seluruh jajaran PDBI Jambi menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi, membenahi administrasi dan database organisasi serta memberikan ruang sebesar-besarnya bagi atlet, pelatih dan juri untuk berkembang.
“Mari kita bawa semangat Jambi ke forum nasional dengan gagasan yang konstruktif dan semangat persatuan. One PDBI, One Data, One Standard, One Competition System, One Performance Dashboard. Satu organisasi, satu sistem, satu tujuan, prestasi Indonesia,” pungkas Ivan.
Semangat tersebut sejalan dengan pesan utama Rakernas PB PDBI 2026: “Bersatu dalam Harmoni, Berkolaborasi Menuju Prestasi.” Dari konsolidasi menuju transformasi, dan dari transformasi menuju prestasi PDBI yang berkelanjutan hingga 2030. (OYI)








Discussion about this post