Jambiday.com, MUARO JAMBI- Reses Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, di RT 03 Suko Rawo, Kelurahan Pijoan, Kecamatan Jambi Luar Kota (Jaluko) pada Senin malam berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kedekatan, meskipun hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Semangat warga yang tetap hadir dalam jumlah besar menunjukkan bahwa masyarakat menerima dan menyambut Ivan Wirata dengan tangan terbuka.
Acara reses ini turut dihadiri perwakilan warga, Lurah Pijoan, Susilawati, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Anggota DPRD Kabupaten Muaro Jambi Fraksi Golkar, M. Ridho, yang ikut mencermati berbagai aspirasi secara langsung. Dalam sesi dialog, warga menyampaikan beragam persoalan sesuai kebutuhan masing-masing. Khairul, warga RT 03, mengeluhkan mandeknya bantuan bibit ikan dan absennya Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang tidak lagi memberikan pendampingan dan arahan.
Azzam menyoroti persoalan pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari aktivitas perusahaan. Ia meminta sanksi tegas bagi perusahaan yang mencemari lingkungan. Ia juga menyampaikan aspirasi kelompok tani terkait sawah sekitar 200 hektare yang kini tidak berfungsi, dan berharap lahan tersebut dapat direhabilitasi atau dibangun kembali.
Raden Aman mengusulkan bantuan bibit sawit, bibit ikan, serta peningkatan jalan lingkungan dari Suko Rawo hingga Desa Muaro Pijoan. Selain itu, sejumlah ibu-ibu juga menyampaikan aspirasi berbeda, terutama terkait bantuan usaha mikro (UMKM) untuk menambah pendapatan keluarga. Mereka berharap ada bantuan modal maupun pelatihan untuk penguatan ekonomi rumah tangga.
Warga lainnya juga meminta kemudahan proses anak masuk sekolah, terutama terkait administrasi dan akses ke sekolah negeri. Tidak sedikit warga yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan layanan kesehatan yang cepat di rumah sakit meskipun menggunakan BPJS, sehingga mereka berharap proses rujukan, pelayanan, dan antrean dapat dipermudah.
Menanggapi beragam masukan tersebut, Ivan Wirata menyampaikan bahwa seluruh aspirasi akan dicatat dan diprioritaskan sesuai kebutuhan masyarakat. Ia memberikan penjelasan khusus terkait optimalisasi lahan pertanian.
Menurutnya, program sawah dan sawit tidak bisa dijalankan bersamaan dalam satu hamparan lokasi, sehingga warga perlu menentukan pilihan prioritas.
Jika masyarakat memilih pengembangan sawit, pemerintah menyediakan program bibit sawit murah dan legal. Sementara itu, untuk peningkatan produktivitas lahan, tersedia program pembukaan lahan tanpa bakar. Namun semua program tersebut memerlukan syarat utama: warga harus membentuk kelompok tani yang aktif dan memenuhi ketentuan yang berlaku.
“Yang penting masyarakat kompak dan punya prioritas jelas. Kelompok tani yang kuat akan lebih mudah mendapatkan bantuan pemerintah. Semua aspirasi tadi akan kita perjuangkan secara bertahap,” tegas Ivan.
Reses yang berakhir dengan penuh keakraban ini menunjukkan bahwa meskipun aspirasi warga beragam, namun semangat bersama untuk membangun Pijoan tetap tinggi. Kehadiran tokoh masyarakat, lurah, dan wakil rakyat dari Provinsi maupun Kabupaten memperkuat komitmen kolaboratif demi kesejahteraan masyarakat Jaluko. (OYI)








Discussion about this post