Jambiday.com, JAMBI – Samsul Riduan resmi dipercaya menahkodai Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia Jambi periode 2026–2030 melalui Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi, Sabtu (17/10/2026).
Musprovlub dibuka oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi. Dalam sambutannya, Mat Sanusi menegaskan bahwa forum tersebut bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan, melainkan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi dan menyatukan komitmen seluruh elemen taekwondo di Provinsi Jambi.
Menurut Mat Sanusi, dinamika dan perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, setiap persoalan harus disikapi secara dewasa, bijaksana, dan bertanggung jawab dengan tetap berpedoman pada AD/ART, peraturan organisasi, serta prinsip musyawarah dan mufakat.
“Forum ini hendaknya menjadi momentum memperkuat konsolidasi, menjaga kesinambungan organisasi, serta menyatukan langkah dan komitmen seluruh pemangku kepentingan taekwondo di Provinsi Jambi,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta Musprovlub mengedepankan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Musyawarah harus menjadi ruang dialog terbuka untuk menyampaikan aspirasi secara santun, sekaligus menghasilkan keputusan yang dapat diterima dan dilaksanakan secara bertanggung jawab.

KONI Provinsi Jambi juga menekankan pentingnya pelaksanaan musyawarah yang tertib, demokratis, transparan, dan sesuai mekanisme organisasi. Dengan demikian, kepemimpinan baru yang terbentuk dapat menjadi landasan kuat bagi keberlangsungan dan kemajuan taekwondo di daerah.
Mat Sanusi mengingatkan bahwa taekwondo memiliki peran strategis dalam pembinaan prestasi olahraga, pembentukan karakter, serta pengembangan potensi generasi muda. Karena itu, soliditas organisasi harus diarahkan untuk mendukung kepentingan utama, yakni pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga Provinsi Jambi.
“Kita tidak boleh melupakan bahwa di balik setiap dinamika organisasi, terdapat atlet-atlet yang terus berlatih, pelatih yang mencurahkan tenaga dan pikiran, serta orang tua yang memberikan dukungan dan pengorbanan. Semua membutuhkan organisasi yang solid, kepemimpinan yang bertanggung jawab, dan program pembinaan yang terarah,” tegasnya.
KONI Jambi berharap kepengurusan Taekwondo Indonesia yang baru dapat memperkuat pembinaan atlet secara berjenjang, meningkatkan kualitas pelatih dan wasit, memperluas kesempatan berkompetisi, serta mempersiapkan atlet potensial menghadapi berbagai kejuaraan daerah maupun nasional.
“Kita ingin taekwondo Jambi tidak hanya memiliki organisasi yang tertata dengan baik, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan daerah dan mengharumkan nama Provinsi Jambi,” tambah Mat Sanusi.
Harapan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kepengurusan Samsul Riduan. Pasalnya, taekwondo Jambi memiliki catatan prestasi yang perlu terus ditingkatkan. Pada PON 2024, taekwondo Jambi berhasil meraih satu medali perunggu. Sementara pada PON Bela Diri 2025, atlet Jambi membawa pulang satu medali perak dan satu perunggu.
Samsul Riduan: Taekwondo Jambi Harus Dibangun Bersama
Usai dipercaya memimpin Pengprov Taekwondo Indonesia Jambi periode 2026–2030, Samsul Riduan menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi olahraga bukan sekadar menjalankan roda kepengurusan, melainkan menjadi ruang untuk menyatukan berbagai elemen dan membangun kebersamaan.
Ia menilai, kemajuan taekwondo Jambi tidak bisa hanya bertumpu pada satu orang atau kelompok. Seluruh unsur organisasi harus bergerak bersama, mulai dari atlet, pelatih, wasit, pengurus, hingga dojang sebagai tempat pembinaan.
Samsul mengibaratkan Pengprov Taekwondo Jambi sebagai sebuah rumah yang harus dibangun bersama. Setiap elemen memiliki peran penting dan harus mendapatkan ruang untuk tumbuh serta berkembang.
“Memimpin organisasi olahraga bukan sekadar menjalankan roda kepengurusan. Lebih dari itu, kepemimpinan menjadi ruang untuk menyatukan berbagai elemen, merawat kebersamaan, serta memastikan setiap orang yang berada di dalamnya memiliki kesempatan untuk tumbuh dan berkembang,” ungkap pria yang juga Waka DPRD Provinsi Jambi ini.
Menurut Samsul, semangat kebersamaan menjadi modal utama untuk membawa taekwondo Jambi ke arah yang lebih baik. Organisasi yang solid akan menjadi fondasi bagi pembinaan atlet yang terarah, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pencapaian prestasi yang berkelanjutan.
Ia pun menegaskan bahwa keberhasilan taekwondo Jambi ke depan harus menjadi hasil kerja kolektif seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan olahraga tersebut.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2030, Taekwondo Indonesia Provinsi Jambi diharapkan semakin solid, mampu memperkuat sistem pembinaan, dan melahirkan atlet-atlet yang berprestasi di tingkat regional maupun nasional. (OYI)




Discussion about this post