Jambiday.com, JAMBI – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, menegaskan pentingnya penguatan empat pilar kebangsaan di tengah tantangan era digital yang kian kompleks. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pemantapan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan yang berlangsung di Dpathi Cafe, kawasan Pematang Sulur, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
Kegiatan ini berlangsung dalam suasana akrab, santai, dan penuh keceriaan, namun tetap sarat muatan edukatif. Sejak awal acara, Ivan Wirata secara aktif menciptakan interaksi dua arah dengan peserta melalui kuis berhadiah seputar wawasan kebangsaan, mulai dari pemahaman Pancasila, UUD 1945, NKRI hingga makna Bhinneka Tunggal Ika. Antusiasme peserta pun terlihat tinggi, dengan suasana diskusi yang hidup dan komunikatif.

Tidak hanya itu, suasana semakin cair ketika Ivan mengajak peserta menyanyikan lagu-lagu daerah, sebagai simbol kecintaan terhadap kearifan lokal dan identitas budaya Jambi. Menurut Ivan, rasa cinta terhadap daerah merupakan bagian tak terpisahkan dari cinta Tanah Air, yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan dalam empat pilar.
“Menanamkan nilai kebangsaan tidak harus kaku. Bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan, dekat dengan masyarakat, sehingga pesan kebangsaan lebih mudah diterima dan membekas,” ujar Ivan di sela kegiatan.
Dalam pemaparannya, Ivan menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan berakar kuat pada empat pilar utama, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut merupakan konsensus nasional yang menjadi fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ivan juga mengulas secara historis lahirnya Pancasila, mulai dari perumusan oleh BPUPKI, Panitia Sembilan hingga pengesahan oleh PPKI pasca Proklamasi 17 Agustus 1945. Menurutnya, Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga ideologi bangsa dan pandangan hidup yang harus diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari.
Sementara itu, Kabid Pengembangan Nilai-Nilai Kebangsaan Kesbangpol Provinsi Jambi, Amidy, mengingatkan bahwa perkembangan digitalisasi membawa dampak besar terhadap pola pikir dan perilaku masyarakat, terutama generasi muda.
“Digitalisasi bisa berdampak bahaya jika tidak dikendalikan. Etika dan moral bisa menjadi sesuatu yang biasa dan tidak lagi berharga. Banyak tindak kejahatan berawal dari rasa ingin tahu yang dipicu oleh apa yang dilihat di media sosial,” tegas Amidy.
Ia menekankan pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng moral dalam menghadapi pengaruh negatif teknologi informasi.
Sementara itu, Kasi Operasi Kodim 0415/Jambi, Mayor A. Dalimunthe, menegaskan bahwa pembentukan karakter kebangsaan harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga dan sekolah.
“Semuanya diawali dari rumah. Anak harus dekat dan patuh kepada orang tua. Di sekolah, peran pembinaan karakter dilanjutkan oleh guru. Dengan fondasi ini, anak-anak akan terhindar dari pengaruh buruk seperti narkoba, judi online, dan berbagai bentuk kekerasan lainnya,” ujar Mayor Dalimunthe.
Melalui kegiatan ini, Ivan Wirata berharap pemahaman terhadap empat pilar kebangsaan tidak hanya berhenti pada tataran konsep, tetapi benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu memperkuat persatuan, menjaga keutuhan NKRI, serta membangun generasi bangsa yang berkarakter di tengah tantangan global dan digitalisasi. (OYI)








Discussion about this post