Jambiday.com, SUNGAI PENUH – Musyawarah Daerah (Musda) IV DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh resmi berakhir dengan menetapkan Hutri Randa sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh secara aklamasi.
Hutri Randa yang saat ini juga menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Sungai Penuh, mendapat kepercayaan untuk memimpin Partai Golkar Kota Sungai Penuh melalui Musda yang berlangsung tertib, demokratis, dan penuh semangat kekeluargaan.
Penetapan Hutri Randa secara aklamasi menjadi momentum penting bagi Partai Golkar Kota Sungai Penuh untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyatukan seluruh kader menghadapi agenda politik ke depan.
Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Ivan Wirata, dalam sambutan penutupan Musda menyampaikan ucapan selamat kepada Hutri Randa atas amanah yang diberikan melalui forum tersebut.
Ivan menegaskan, jabatan ketua bukan sekadar kehormatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah partai, merangkul seluruh kader, menghidupkan organisasi, serta memastikan Partai Golkar semakin hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Ketua terpilih bukan hanya ketua bagi kelompok yang mendukungnya, tetapi ketua bagi seluruh kader Partai Golkar Kota Sungai Penuh,” tegas Ivan, Minggu (23/8/26).
Menurut Ivan, berakhirnya Musda bukan berarti berakhir pula pekerjaan organisasi. Justru setelah forum Musda selesai, kerja besar untuk membangun dan memperkuat Partai Golkar dimulai.
“Musda telah selesai, tetapi kerja besar kita justru baru dimulai. Musda bukan hanya forum untuk memilih ketua, tetapi momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menyusun program kerja, memperkuat konsolidasi, serta menyatukan seluruh kader dalam satu barisan perjuangan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk tidak lagi mempertentangkan perbedaan pilihan yang muncul selama proses Musda. Dengan terpilihnya Hutri Randa secara aklamasi, seluruh kader diminta kembali bersatu dan bekerja dalam satu barisan.
“Tidak boleh ada lagi kelompok yang menang dan kelompok yang kalah. Tidak boleh ada lagi kubu-kubuan setelah Musda. Perbedaan pilihan telah selesai bersamaan dengan berakhirnya proses Musda,” kata Ivan.
Konsolidasi hingga Tingkat Kelurahan
Ivan meminta Hutri Randa bersama tim formatur segera menyusun kepengurusan secara objektif, inklusif, dan sesuai ketentuan organisasi.
Menurutnya, komposisi kepengurusan harus memperhatikan kompetensi, loyalitas, integritas, keterwakilan perempuan, keterlibatan generasi muda, serta perpaduan pengalaman kader senior dengan energi kader baru.
“Jangan menyusun kepengurusan hanya berdasarkan kedekatan pribadi. Tempatkan kader sesuai kemampuan, pengalaman, dan kesediaannya bekerja untuk membesarkan partai,” tegas Ivan.
Kepengurusan baru juga diminta segera menindaklanjuti hasil Musda dan menyelesaikan tahapan konsolidasi organisasi paling lambat 30 Agustus 2026.Selanjutnya, konsolidasi harus diteruskan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan melalui Musyawarah Kecamatan (Muscam) dan Musyawarah Kelurahan (Muslur), yang ditargetkan tuntas paling lambat 31 Oktober 2026.
“Struktur tidak boleh hanya tertulis di atas kertas. PK harus aktif, PL harus aktif, kader harus bergerak, sekretariat harus hidup. Mesin partai harus bekerja mulai sekarang,” ujar Ivan.
90 Hari Pertama Harus Ada Kerja Nyata
Ivan juga memberikan sejumlah target yang harus diwujudkan kepengurusan baru dalam 90 hari pertama. Di antaranya menyelesaikan susunan kepengurusan dan pembagian tugas, mengaktifkan sekretariat sebagai pusat organisasi, menuntaskan Muscam dan Muslur, serta mulai menata basis data pengurus dan kader.


Selain itu, Rumah Aspirasi Partai Golkar diminta segera beroperasi. Pemetaan kekuatan politik berbasis daerah pemilihan (dapil) dan TPS juga harus mulai disusun, disertai kaderisasi serta penyiapan minimal dua orang saksi di setiap TPS.
Laporan perkembangan kerja organisasi juga diminta disampaikan kepada DPD Partai Golkar Provinsi Jambi pada hari ke-30, ke-60, dan ke-90.
Golkar Harus Hadir Setiap Hari di Tengah Masyarakat
Ivan menekankan bahwa Partai Golkar tidak boleh hanya hadir menjelang pemilu. Partai harus hadir setiap hari di tengah masyarakat.Kader diminta aktif mendengarkan keluhan rakyat, menyerap aspirasi, serta mengawal penyelesaiannya melalui Fraksi Partai Golkar.
Program sosial, pendidikan politik, pemberdayaan UMKM, pembinaan generasi muda, serta kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat juga harus diperkuat.
“Sekretariat Partai Golkar harus menjadi Rumah Aspirasi dan Rumah Rakyat. Setiap aspirasi harus dicatat, dikawal, diperjuangkan, dan dilaporkan kembali kepada masyarakat,” ujar Ivan.
Ia menyebut pendekatan tersebut sebagai bentuk politik karya, yakni politik yang tidak hanya berbicara dan mencari suara, tetapi bekerja serta membangun kepercayaan rakyat.
Target Politik Harus Jelas dan Terukur
Dengan terpilihnya Hutri Randa secara aklamasi, Ivan berharap Partai Golkar Kota Sungai Penuh mampu memperkuat target politik dengan strategi yang jelas, realistis, dan terukur.Peningkatan perolehan suara, penguatan kursi Partai Golkar di DPRD, pembangunan basis hingga tingkat TPS, serta kesiapan menghadapi agenda politik mendatang menjadi pekerjaan rumah kepengurusan baru. Namun, Ivan mengingatkan bahwa kemenangan politik tidak semata-mata diukur dari perolehan suara dan kursi.
“Kemenangan terbesar adalah ketika Partai Golkar dipercaya, dicintai, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Ivan kemudian mengajak seluruh kader menyatukan pengalaman para senior, kekuatan struktur, semangat perempuan, energi generasi muda, serta seluruh potensi kader untuk membesarkan Partai Golkar Kota Sungai Penuh. Penutupan Musda IV berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Ivan turut menyampaikan pantun:
Bukit Khayangan tampak berseri,
Sungai Penuh kota berbudaya;
Musda selesai, kader bersatu hati,
Golkar berkarya, rakyat berjaya.
Atas nama Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jambi, Cek Endra dan berdasarkan penugasan yang diberikan kepadanya, Ivan Wirata selaku Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Jambi secara resmi menutup Musyawarah Daerah IV DPD Partai Golkar Kota Sungai Penuh. (OYI)







Discussion about this post