Jambiday.com, JAMBI – Membangun citra positif Pemasyarakatan tidak hanya dilakukan melalui pelayanan dan kinerja di lapangan. Di era digital, setiap aktivitas pegawai di media sosial juga dapat menjadi bagian dari wajah institusi di mata masyarakat. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan Rabu Pintar yang digelar Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi di Aula Kanwil Ditjenpas Jambi, Rabu (7/10/26).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, dan diikuti seluruh pegawai di lingkungan Kanwil. Pegawai pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan turut mengikuti kegiatan secara daring melalui Zoom. Rabu Pintar menjadi ruang bagi jajaran Pemasyarakatan untuk terus belajar, bertukar pengetahuan dan pengalaman, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap tugas dan fungsi Pemasyarakatan.


Kali ini, kegiatan mengangkat tema “Satu Klik, Besar Dampaknya”, dengan materi yang disampaikan Ketua Tim Humas Kanwil Ditjenpas Jambi, Ilham Kurniadi. Pembahasan difokuskan pada peran sederhana pegawai dalam mendukung penyebarluasan informasi positif Pemasyarakatan melalui media sosial.
Mulai dari memberikan like, komentar positif hingga repost terhadap informasi resmi, setiap aktivitas tersebut dinilai dapat memberikan dampak terhadap bagaimana masyarakat melihat dan mengenal institusi Pemasyarakatan.
Ilham menjelaskan, perkembangan ruang digital membuat batas antara komunikasi institusi dan masyarakat semakin dekat. Informasi mengenai pelayanan, program pembinaan, inovasi maupun berbagai kegiatan Pemasyarakatan kini dapat diterima masyarakat hanya dalam hitungan detik.
Karena itu, pegawai tidak hanya dituntut mampu menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga memiliki kesadaran dalam menggunakan media sosial secara bijak.
“Setiap pegawai adalah bagian dari wajah Pemasyarakatan. Melalui dukungan terhadap informasi resmi, cara bermedia sosial yang baik, serta tindakan sederhana seperti memberikan like, komentar positif, dan repost, kita dapat ikut membangun citra positif Pemasyarakatan,” ujar Ilham.
Menurutnya, dukungan terhadap konten resmi bukan sekadar aktivitas di media sosial. Lebih dari itu, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan informasi yang benar dan positif kepada masyarakat.
Di sisi lain, Irwan Rahmat Gumilar menegaskan bahwa Rabu Pintar merupakan bagian dari upaya membangun budaya belajar di lingkungan Pemasyarakatan. Menurutnya, peningkatan kapasitas pegawai tidak selalu harus dilakukan melalui pelatihan formal. Pengetahuan juga dapat diperoleh melalui diskusi, berbagi pengalaman dan saling mengingatkan antar pegawai.
“Rabu Pintar menjadi kesempatan bagi kita untuk saling belajar dan memahami. Setiap pengetahuan yang dibagikan dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, termasuk dalam membangun citra positif Pemasyarakatan,” ujar Irwan.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan tersebut tidak berhenti di ruang pertemuan, tetapi diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk ketika pegawai berinteraksi di ruang digital. Pesan “Think Before You Post” juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Setiap pegawai diingatkan agar berpikir sebelum mengunggah maupun membagikan informasi, dengan memastikan informasi tersebut benar, perlu, bermanfaat dan sesuai dengan kewenangan.
Sebaliknya, pegawai diminta menghindari penyebaran hoaks, provokasi, informasi internal yang tidak semestinya dipublikasikan maupun pernyataan yang berada di luar kewenangan. Dengan demikian, membangun citra Pemasyarakatan bukan hanya menjadi tugas Tim Humas. Setiap pegawai memiliki peran yang sama dalam menghadirkan wajah institusi yang profesional, humanis dan terpercaya.
Sebab, di tengah derasnya arus informasi digital, terkadang satu klik memang terlihat sederhana. Namun ketika dilakukan bersama dan pada informasi yang tepat, dampaknya dapat menjadi besar bagi citra Pemasyarakatan di mata masyarakat. (OYI)



Discussion about this post