Jambiday.com, MUARA SABAK – Bulan suci Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di balik tembok dan jeruji, suasana Ramadhan diisi dengan lantunan ayat suci melalui program pembinaan keagamaan Rumah Tahfidz Qur’an Al-Hidayah, yang menghadirkan harapan baru bagi para warga binaan untuk memperbaiki diri.
Program ini menjadi bagian dari pembinaan kerohanian yang difokuskan pada peningkatan keimanan dan ketakwaan warga binaan. Melalui kegiatan membaca, menghafal, dan memahami Al-Qur’an, para peserta diajak menumbuhkan kembali nilai-nilai spiritual serta memperkuat akhlak selama menjalani masa pembinaan.

Rumah Tahfidz Al-Hidayah diikuti oleh warga binaan yang memiliki semangat untuk memperdalam pemahaman agama. Dengan bimbingan petugas pembinaan serta pembimbing keagamaan dari pondok pesantren, para warga binaan secara rutin melaksanakan setoran hafalan, tadarus Al-Qur’an, hingga pembinaan akhlak.
Setiap hari, suasana ruang pembinaan dipenuhi lantunan ayat suci yang menggema dengan penuh kekhusyukan. Bagi sebagian warga binaan, kegiatan ini menjadi perjalanan spiritual yang menyentuh hati—sebuah upaya untuk menata kembali kehidupan dan menjemput perubahan yang lebih baik.
Kepala Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam memberikan pembinaan kepribadian kepada warga binaan agar mereka dapat mengalami perubahan positif selama menjalani masa pidana.
“Melalui program Rumah Tahfidz Qur’an Al-Hidayah ini, kami berharap warga binaan dapat memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki diri, serta menumbuhkan nilai-nilai spiritual yang kuat sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujar Kalapas.
Dengan adanya program ini, suasana Ramadhan di dalam Lapas pun dipenuhi aktivitas ibadah yang menghadirkan ketenangan dan harapan. Rumah Tahfidz Al-Hidayah menjadi simbol bahwa meski berada di balik jeruji, cahaya Ramadhan tetap bersinar, membuka pintu bagi setiap insan untuk bertobat, memperbaiki diri, dan menata masa depan yang lebih baik. (OYI)








Discussion about this post