Jambiday.com, JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi pada Selasa (2/6/2026) merilis sejumlah indikator ekonomi dan sosial terbaru yang mencerminkan perkembangan kondisi perekonomian daerah. Data yang dipublikasikan meliputi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor-impor, hingga sektor pariwisata untuk periode April dan Mei 2026.
Dari sisi inflasi, BPS mencatat Provinsi Jambi mengalami inflasi tahunan (year on year/y-on-y) sebesar 3,56 persen pada Mei 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 111,90. Kabupaten Muara Bungo menjadi daerah dengan inflasi tertinggi sebesar 4,49 persen dengan IHK 113,78, sementara Kota Jambi mencatat inflasi terendah sebesar 3,23 persen dengan IHK 110,92.
Kenaikan inflasi dipicu oleh meningkatnya harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran masyarakat.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan 6,04 persen. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada kelompok perumahan, transportasi, pendidikan, kesehatan, restoran, hingga perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik hingga 7,20 persen. Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami penurunan indeks sebesar 4,20 persen. Secara bulanan (month to month/m-to-m), Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,75 persen pada Mei 2026, sedangkan inflasi tahun kalender (year to date/y-to-d) tercatat sebesar 1,27 persen.
Sementara itu, kondisi kesejahteraan petani menunjukkan tren positif. BPS melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada Mei 2026 meningkat 10,98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan NTP menunjukkan membaiknya daya beli petani serta meningkatnya kemampuan mereka dalam memenuhi kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi pertanian.
Pada periode yang sama, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) naik 0,64 persen yang dipengaruhi kenaikan hampir seluruh kelompok pengeluaran rumah tangga. Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Provinsi Jambi tercatat sebesar 191,98 atau meningkat 1,68 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Dari sektor perdagangan luar negeri, kinerja ekspor Jambi menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan. Nilai ekspor asal Provinsi Jambi pada April 2026 mencapai US$205,55 juta atau naik 68,29 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar US$122,14 juta.
Lima negara tujuan ekspor terbesar Jambi pada April 2026 adalah Singapura, Malaysia, Jepang, Amerika Serikat, dan India. Hingga April 2026, kelompok industri menjadi penyumbang terbesar ekspor dengan kontribusi 51,99 persen, disusul sektor pertambangan sebesar 43,08 persen dan sektor pertanian sebesar 4,93 persen.
Di sisi lain, nilai impor Provinsi Jambi juga mengalami lonjakan cukup tajam. Pada April 2026, nilai impor mencapai US$17,29 juta atau meningkat 194,41 persen dibandingkan Maret 2026 yang tercatat sebesar US$5,87 juta.
Impor terbesar berasal dari Malaysia, Italia, Jepang, Tiongkok, dan Perancis. Berdasarkan kelompok komoditas, mesin dan alat angkutan mendominasi impor Jambi dengan kontribusi 70,20 persen, diikuti hasil industri dan lainnya sebesar 19,80 persen serta bahan kimia dan sejenisnya sebesar 7,35 persen.
Sementara itu, sektor pariwisata dan perhotelan juga menunjukkan perkembangan yang positif. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada April 2026 mencapai 52,66 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berada pada angka 46,23 persen.
Meski demikian, jumlah tamu yang menginap di hotel berbintang tercatat sebanyak 54.088 orang atau turun tipis 1,63 persen dibandingkan Maret 2026 yang mencapai 54.985 orang. Rasio wisatawan mancanegara terhadap wisatawan nusantara sebesar 0,012, yang berarti dari setiap 1.000 tamu hotel terdapat sekitar 12 tamu berasal dari luar negeri.
Adapun rata-rata lama menginap tamu di hotel berbintang pada April 2026 mencapai 1,76 hari. Kondisi ini menunjukkan sektor perhotelan Jambi masih mempertahankan tingkat hunian yang cukup baik seiring meningkatnya aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat. Secara umum, data BPS menunjukkan perekonomian Jambi pada awal tahun 2026 bergerak positif, ditandai dengan meningkatnya daya beli petani, melonjaknya nilai ekspor, serta membaiknya tingkat hunian hotel, meskipun tekanan inflasi masih perlu menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. (OYI)




Discussion about this post