Jambiday.com, JAMBI — Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Jambi, Ihsan Yunus, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) se-Kota Jambi bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan awal dari perjalanan panjang untuk merebut kemenangan politik pada Pemilu 2029 mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ihsan Yunus saat pembukaan Musancab se Kota Jambi sekaligus pembacaan Surat Keputusan (SK) pengurus DPC se-Kota Jambi dalam kegiatan Musancab yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Sabtu (9/5/2026).

Ihsan menyampaikan optimismenya terhadap masa depan PDI Perjuangan di Kota Jambi. Ia menargetkan partai berlambang banteng itu kembali merebut kursi pimpinan DPRD Kota Jambi, sekaligus memenangkan kontestasi politik menuju kursi Wali Kota Jambi.
“Ini bukan hanya soal struktur partai. Ini adalah awal dari sebuah perjalanan dan agenda politik besar kita ke depan. Partai harus menang, dan kemenangan itu harus dipersiapkan mulai hari ini,” tegas mantan DPR-RI dua periode ini.
Ia menekankan pentingnya seluruh elemen partai, mulai dari pengurus DPC, 11 PAC hingga 68 ranting, bergerak secara solid untuk menarik kembali kepercayaan masyarakat. Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya dibangun melalui figur, tetapi melalui kerja nyata dan kedekatan kader dengan rakyat.
“Seluruh mesin partai harus bergerak. Kita harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka dan membuktikan bahwa PDI Perjuangan tetap menjadi rumah perjuangan rakyat kecil,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Jambi, Edi Purwanto, memberikan penekanan khusus terhadap penguatan struktur partai hingga tingkat bawah. Ia meminta seluruh ranting di Kota Jambi benar-benar aktif dan siap menghadapi agenda politik mendatang.
Edi menyebut, keberadaan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi hal yang sangat penting. Karena itu, kader ranting yang siap menjadi saksi wajib memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) partai dan berdomisili sesuai wilayah TPS masing-masing.
“Jangan sampai saksi kita tidak punya KTA. Kalau ada kader ranting yang siap menjadi saksi, wajib dibuatkan KTA. Mereka juga harus berdomisili di wilayah TPS itu berada,” tegasnya.

Tak hanya bicara soal target politik, Edi juga mengingatkan bahwa perjuangan partai harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kader. Ia menilai, kader PDI Perjuangan harus benar-benar merasakan manfaat keberadaan partai, mulai dari persoalan kesejahteraan hingga pendidikan keluarga kader.
“Yang paling utama, kader PDI Perjuangan harus sudah layak huni. Jangan sampai tidak. Kita juga harus memikirkan beasiswa untuk anak-anak kader,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinergi antara legislatif di tingkat pusat, provinsi hingga kabupaten/kota harus terus diperkuat agar perjuangan partai dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan kader di akar rumput. (OYI)








Discussion about this post