Jambiday.com, JAMBI – Kepedulian sosial tidak akan memberi dampak luas jika masyarakat tidak mengetahui dan memahami manfaatnya. Karena itu, komunikasi publik menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Semangat tersebut menjadi salah satu pesan dalam media gathering PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang bersama PT Pegadaian (Persero) Area Jambi yang digelar bersama puluhan insan pers di Yellow Hotel, Kota Jambi, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban itu tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara Pegadaian dan media dalam menyampaikan informasi yang edukatif serta bermanfaat bagi masyarakat.

Kepala Bagian Humas dan Protokoler PT Pegadaian (Persero) Kanwil III Palembang, Ahmad Sumarta Jaya, mengatakan media gathering menjadi momentum untuk menjaga hubungan baik dengan insan pers yang selama ini turut membantu memperkenalkan berbagai program Pegadaian kepada masyarakat.
“Media gathering hari ini untuk mempererat tali silaturahmi,” ujar Ahmad.
Menurutnya, peran media tidak hanya sebatas memberitakan kegiatan perusahaan. Lebih dari itu, media menjadi jembatan informasi yang membantu masyarakat memahami berbagai program, layanan, maupun kontribusi sosial yang dilakukan Pegadaian.
Salah satu contohnya adalah program bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang dilaksanakan Pegadaian Area Jambi melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Jambi dan BAZNAS Kota Jambi.
Program tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian sosial akan semakin kuat ketika dunia usaha, pemerintah, lembaga sosial, dan media bergerak dalam satu ekosistem yang sama.
“Dengan adanya pemberitaan dari rekan media, masyarakat bisa tahu tentang program yang dilaksanakan PT Pegadaian Area Jambi,” jelasnya.
Tak berhenti pada program perbaikan rumah, Pegadaian Area Jambi juga menjalankan berbagai kegiatan sosial lainnya bersama Pemkot Jambi dan BAZNAS. Di antaranya bantuan lingkungan melalui bank sampah, penyaluran alat kebersihan, pembinaan pelaku UMKM, hingga program kesehatan seperti sunatan massal.
Beragam program tersebut menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan tidak semata-mata berbicara mengenai aktivitas bisnis. Ada tanggung jawab sosial yang juga diarahkan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat, mulai dari lingkungan, pemberdayaan ekonomi, hingga kesehatan.
Di sinilah peran media menjadi penting. Informasi yang disampaikan secara benar dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat mengetahui hak, peluang, serta manfaat dari berbagai program yang tersedia.
Ke depan, Pegadaian berharap sinergi dengan media dapat terus ditingkatkan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan pemberitaan, tetapi juga membangun literasi masyarakat mengenai berbagai layanan dan program Pegadaian sekaligus memperluas manfaat kegiatan sosial perusahaan.
“Semoga hubungan PT Pegadaian dan rekan media tetap terjalin dengan baik. Peran media sangat membantu untuk menyampaikan program kami di tahun 2026 ini,” pungkas Ahmad.
Bagi Pegadaian, media bukan sekadar mitra publikasi. Media adalah jembatan yang menghubungkan program dengan masyarakat—agar kepedulian tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar diketahui, dipahami, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (OYI)








Discussion about this post