Jambiday.com, JAMBI- Komitmen menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika kembali ditegaskan oleh Lapas Narkotika Muara Sabak. Lembaga ini menggandeng BNNK Tanjung Jabung Timur untuk melaksanakan tes urine terpadu pada Senin (2/3/2026).
Langkah ini tidak hanya menyasar Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), tetapi juga melibatkan seluruh pegawai Lapas sebagai bentuk keteladanan dan komitmen kolektif dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Dalam kegiatan tersebut, tim BNNK Tanjung Jabung Timur secara acak memilih 100 Warga Binaan dari berbagai kamar dan blok hunian. Proses pemeriksaan berlangsung profesional, transparan, dan mengikuti standar operasional yang berlaku.
Hasilnya, seluruh sampel yang diperiksa baik dari Warga Binaan maupun pegawai dinyatakan negatif Narkotika. Temuan ini sekaligus memperkuat klaim bahwa lingkungan pembinaan di Lapas Narkotika Muara Sabak berada dalam kondisi terkendali.

Kepala Lapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menegaskan pelibatan pegawai dalam tes urine merupakan bagian penting dari upaya menjaga integritas lembaga.
“Tes urine ini merupakan langkah preventif dan deteksi dini yang kami lakukan secara sinergis bersama BNN. Tidak hanya Warga Binaan, pegawai juga wajib menjalani tes sebagai bentuk komitmen dan keteladanan. Kami ingin memastikan seluruh proses pembinaan berjalan dalam lingkungan yang sehat, aman, dan benar-benar bebas dari narkoba,” tegas Askari.
Ia menambahkan, secara internal pihaknya rutin menggelar tes urine setiap pekan, baik secara acak maupun terhadap Warga Binaan yang akan memasuki tahapan integrasi seperti bebas bersyarat. Pelaksanaan bersama BNNK dengan jumlah sampel lebih besar disebut sebagai penguatan pengawasan sekaligus wujud transparansi kepada publik.
Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Tanjung Jabung Timur, Sakti Wiaya, mengapresiasi langkah proaktif yang dilakukan Lapas Narkotika Muara Sabak.
“Kami mengapresiasi komitmen Lapas yang tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga mengedepankan pendekatan rehabilitatif. Deteksi dini sangat penting untuk memastikan apabila ada indikasi penyalahgunaan dapat segera ditindaklanjuti melalui asesmen dan intervensi yang tepat,” ujarnya.
Melalui sinergi ini, Lapas Narkotika Muara Sabak bersama BNNK Tanjung Jabung Timur menegaskan komitmen bersama dalam mendukung pemberantasan narkotika sekaligus mewujudkan pemasyarakatan yang semakin profesional, akuntabel, dan berintegritas. (OYI)








Discussion about this post