Jambiday.com, JAMBI- Suasana penuh kehangatan tampak dalam agenda temu kangen dan silaturahmi antara Senator DPD RI asal Jambi, H. Muhammad Sum Indra, dengan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Aswan Hidayat, beserta jajaran pengurus LAM Jambi. Momen tersebut berlangsung di sela kegiatan reses Sum Indra di Kota Jambi.
Pertemuan ini menjadi ajang nostalgia bagi Sum Indra yang pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Jambi, sekaligus kesempatan mempererat hubungan kelembagaan dengan LAM sebagai penjaga marwah adat Melayu Jambi.
Dalam suasana santai, Sum Indra menegaskan pentingnya peran LAM sebagai wadah aspirasi masyarakat terkait adat, terutama dalam merespons persoalan sosial budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap LAM terus hadir sebagai pelindung nilai-nilai adat sekaligus mitra strategis dalam menjaga harmoni di Kota Jambi.
Lebih jauh, Sum Indra memaparkan rencana agenda resesnya, salah satunya menggelar dialog langsung dengan warga korban aktivitas stockpile PT SAS di kawasan Aur Duri. Masalah ini disebutnya sudah menjadi momok menakutkan bagi warga Kota Jambi dan Kabupaten Muaro Jambi, mengingat dampak debu dan gangguan lingkungan yang terus dikeluhkan masyarakat.
Sum Indra menjelaskan bahwa dirinya saat ini duduk menjadi Anggota komite I di DPD RI . Di mana membahas terkait otonomi daerah, hubungan pusat-daerah, pembentukan daerah. Serta juga di alat kelengkapan Badan Akuntabilitas Publik (BAP) yang bertugas menindaklanjuti temuan BPK.
“Saya ingin mendengar langsung keluhan warga korban stockpile PT SAS di Aur Duri. Ini persoalan serius, sudah lama menjadi keresahan masyarakat. Kita harus mencari solusi yang adil dan berpihak pada warga. Silahkan atur waktunya tuk, saya akan datang,” ujar Sum Indra saat seorang pengurus mengeluhkan terkait stockpile batu bara milik PT SAS.
Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian terhadap penguatan adat, Sum Indra menyerahkan bantuan pribadi sebesar Rp10 juta kepada LAM Jambi. Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut bukan berasal dari dana negara, karena DPD RI tidak memiliki anggaran pokok-pokok pikiran (Pokir) sebagaimana lembaga legislatif lainnya.
Ketua LAM Jambi, Aswan Hidayat, mengapresiasi langkah Sum Indra yang tetap memperhatikan adat dan masyarakat Jambi di tengah kesibukan agenda reses. Menurutnya, silaturahmi ini memperkuat sinergi antara tokoh adat dan perwakilan daerah dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Pertemuan ditutup dengan harapan besar agar kerja sama LAM Jambi dan Senator Sum Indra semakin kuat, sehingga mampu menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Baik dalam persoalan adat maupun permasalahan sosial yang berkembang. (OYI)








Discussion about this post