Jambiday.com, JAMBI- Peta politik Jambi kembali bergetar. Politisi muda penuh energi Ritas Mairiyanto secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari Partai Gerindra dan menegaskan siap bergabung bersama Partai Hanura. Keputusan ini ia sampaikan Sabtu (1/11/2025) dengan alasan kekecewaan terhadap perlakuan partai kepada tokoh senior Gerindra Jambi, Sutan Adil Hendra (SAH).
“Pak SAH jungkir balik memperjuangkan Pak Prabowo jadi Presiden, tapi malah terlihat seperti dikucilkan. Ini tentang penghargaan kader,” ujar Ritas.
Ritas menegaskan, jika tokoh sekaliber SAH saja bisa mendapatkan perlakuan itu, kader biasa tentu lebih rentan.
“Kalau Pak SAH saja diperlakukan begitu, bagaimana dengan kader biasa seperti saya?” Ia menutup pernyataannya dengan kepastian politik baru.
“Saya keluar dari Gerindra. Insyaallah saya bergabung ke Hanura dan siap memimpin,” ujar Ritas yang dikenal ramah ini.
Menanggapi hengkangnya Ritas, senior Gerindra sekaligus tokoh pendiri Gerindra Jambi, Syahbandar, memberikan komentar tegas.
“Kami hormati hak politik seseorang. Tapi mundurnya Ritas jangan membawa isu soal Pak Sutan Adil Hendra. Itu tidak ada kaitannya sama sekali.”
Syahbandar menegaskan bahwa SAH justru figur loyal pada Prabowo dan fokus bekerja untuk bangsa.
“Pak SAH ini loyalis Presiden Prabowo. Tugas beliau sekarang mengawal semua program presiden. Tidak terpilih di DPR-RI bukan berarti tidak bisa berbuat untuk Jambi dan Indonesia. Gerindra tak terguncang dengan keluarnya satu kader. Hilang satu tumbuh seribu. Ini proses alamiah di dunia politik. Hak politik dan demokrasi seseorang,” jelas Syahbandar.
Senior Gerindra lainnya, Muhammadiyah, bersuara lebih tajam dan lugas. Bahwa Gerindra adalah partai besar dan solid, serta tediri atas kader yang tangguh dan pejuang. Sejak tahun 2008 Gerindra berdiri, dan langsung menjadi peserta Pemilu terus menunjukkan performance yang luar biasa. Tentu kehilangan kader biasa yang bukan merupakan pendiri merupakan hal yang standar dan merupakan proses seleksi alam.
“Pindah partai itu biasa, hak demokratis. Tapi kalau pindah ke partai yang bukan pemenang, ya turun kelas. Tidak perlu dikomentari. Saya juga memastikan isu bahwa pak SAH dikucilkan tidak benar. Beliau tidak ada masalah, beliau bekerja ikhlas. Gerindra ini partai besar, punya presiden, dan tetap kokoh,” tegasnya. (OYI)








Discussion about this post