Jambiday.com, JAMBI- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenham) Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam pemajuan dan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) dengan menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Komunitas, Sabtu (22/11/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenham Jambi itu dibuka secara resmi oleh Kakanwil Sukiman.
Dalam sambutannya, Sukiman menegaskan bahwa pembangunan budaya HAM tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan peran aktif masyarakat dari berbagai lapisan. Karena itu, penguatan kapasitas dan pemahaman HAM di tingkat komunitas menjadi langkah penting dalam memastikan nilai-nilai HAM benar-benar dihayati dan dipraktikkan di kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Dr. Fatriansyah, S.H., M.H. dan Dr. Dony Yusra Febrianto, S.H., M.H., yang memaparkan berbagai aspek fundamental mengenai prinsip, perkembangan, serta tantangan implementasi HAM saat ini.
Beragam komunitas di Kota Jambi turut hadir, mulai dari organisasi penyandang disabilitas seperti HWDI dan PPDI, komunitas seni dan budaya, kelompok perempuan, komunitas siber seperti JMSI Provinsi Jambi, hingga komunitas literasi, olahraga, dan kepemudaan. Kehadiran komunitas-komunitas tersebut mencerminkan luasnya spektrum masyarakat yang berperan dalam penyebarluasan nilai-nilai HAM.
Melalui penyampaian materi, dialog, dan diskusi interaktif, peserta dibekali berbagai pemahaman mengenai prinsip dasar HAM, mekanisme pemenuhan hak oleh negara, serta pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan penghormatan, perlindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan HAM. Peserta juga diajak memahami tantangan penyebaran informasi HAM di era digital dan pentingnya literasi HAM agar masyarakat mampu menyaring informasi secara bijak.
Kanwil Kemenham Jambi berharap kegiatan ini dapat memperkuat peran setiap komunitas sebagai agent of change dalam lingkungannya masing-masing. Sekaligus menjadi motor penggerak dalam menciptakan masyarakat yang sadar dan menghormati nilai-nilai HAM.
“Kegiatan ini bukan hanya forum edukasi, tetapi juga bentuk komitmen nyata pemerintah agar nilai-nilai HAM benar-benar diterapkan dalam kehidupan masyarakat Jambi, bukan sekadar dipahami secara teoritis,” ujar Sukiman.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan komitmen bersama untuk memperkuat jaringan kolaborasi antara komunitas dan pemerintah, sebagai upaya berkelanjutan menuju terwujudnya Jambi sebagai daerah yang ramah HAM dan menjunjung tinggi martabat manusia. (OYI)








Discussion about this post