Jambiday.com,JAMBI – Pembangunan jalan tol yang menghubungkan Sumatera Selatan–Jambi hingga rencana koridor Jambi–Rengat diharapkan tidak hanya menjadi simbol kemajuan infrastruktur. Lebih dari itu, keberadaan tol harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut ditegaskan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT. Ia mendorong agar percepatan pembangunan jaringan Tol Trans Sumatera yang melintasi Jambi dirancang secara menyeluruh, sehingga Jambi tidak hanya menjadi jalur perlintasan kendaraan, tetapi berubah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di tengah Pulau Sumatera.
“Jambi jangan hanya menjadi daerah yang dilewati. Tol harus memberi manfaat langsung bagi masyarakat, menurunkan biaya logistik, membuka ruang investasi, mempercepat distribusi barang, dan melahirkan lapangan pekerjaan baru,” tegas Ivan, Selasa (23/06/26).
Menurut Ivan, ruas Tol Betung–Tempino–Jambi memiliki peran strategis karena menjadi penghubung utama arus barang dan jasa antara Sumatera Selatan dan Jambi. Namun, manfaat besar dari infrastruktur tersebut tidak akan maksimal jika tidak diikuti kesiapan daerah dalam membangun ekosistem pendukung.
Mantan birokrat di bidang infrastruktur tersebut menilai, persoalan pembebasan lahan yang masih menjadi tantangan harus dituntaskan dengan pendekatan yang adil, transparan, dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
“Percepatan pembangunan memang penting, tetapi penyelesaian persoalan masyarakat juga harus menjadi prioritas. Infrastruktur yang baik adalah infrastruktur yang memberi manfaat dan tidak meninggalkan persoalan sosial,” ujarnya.
Ivan menekankan, pembangunan tol harus terintegrasi dengan akses keluar-masuk yang menghubungkan kawasan ekonomi masyarakat. Mulai dari sentra pertanian, perkebunan, kawasan industri, pergudangan, hingga akses menuju pelabuhan.
Menurutnya, tanpa perencanaan tersebut, Jambi berisiko hanya menjadi jalur penghubung antarprovinsi tanpa memperoleh nilai tambah ekonomi yang maksimal.
“Exit tol harus menjadi pintu ekonomi baru. Di sanalah peluang UMKM tumbuh, investasi masuk, kawasan berkembang, dan masyarakat merasakan langsung dampaknya,” katanya.
Selain Tol Betung–Jambi, Ivan juga meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah mulai memberi perhatian serius terhadap rencana pembangunan Tol Jambi–Rengat. Meski masih dalam tahap awal, terutama terkait persiapan trase dan pembebasan lahan, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini.
“Jangan menunggu alat berat turun baru persoalan lahan dibicarakan. Persiapan harus matang sejak awal agar pembangunan tidak kembali terhambat,” tegasnya.
Ivan juga menyoroti pentingnya keberadaan Jembatan Batanghari III sebagai bagian dari penguatan konektivitas menuju koridor Jambi–Rengat. Menurutnya, jembatan tersebut bukan hanya fasilitas penyeberangan, melainkan simpul strategis dalam membuka kawasan pertumbuhan baru, khususnya di Kota Jambi dan Muaro Jambi.
Sebagai bentuk pengawalan, DPRD Provinsi Jambi mendorong lima langkah prioritas. Pertama, memperkuat satuan tugas percepatan pembebasan lahan. Kedua, memastikan ganti rugi berjalan adil dan transparan bagi warga terdampak.
Ketiga, menyiapkan akses exit tol yang terkoneksi langsung dengan kawasan ekonomi rakyat. Keempat, mengintegrasikan tol dengan pelabuhan, industri, sentra pangan, perkebunan, serta jaringan logistik daerah. Kelima, memastikan proyek Jembatan Batanghari III dan koridor Tol Jambi–Rengat mendapat pengawalan serius.
Ivan menegaskan, keberhasilan pembangunan tol tidak boleh hanya diukur dari panjang jalan yang berhasil dibangun, tetapi dari seberapa besar perubahan yang dirasakan masyarakat.
“Tol bukan sekadar jalan beton yang menghubungkan daerah. Tol harus menjadi jalan menuju kemajuan. Kita ingin Jambi bukan hanya dilewati, tetapi menjadi tujuan investasi, pusat ekonomi baru, dan masyarakatnya ikut menikmati hasil pembangunan,” pungkas Ivan Wirata. (OYI)






Discussion about this post