Jambiday.com, MUARO JAMBI – Di tengah kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Jambi dan meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap kualitas udara, kepedulian terhadap masyarakat kembali ditunjukkan Karang Taruna.
Sebanyak 8.000 liter air bersih bantuan dari Pengurus Nasional Karang Taruna (PNKT) disalurkan melalui Satuan Tugas (Satgas) Karang Taruna Provinsi Jambi kepada warga Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muaro Jambi, Jumat (28/8/2026) pagi.
Tak hanya air bersih, Karang Taruna juga membagikan masker dan vitamin kepada seluruh warga yang hadir di lokasi. Bantuan tersebut menjadi bagian dari kepedulian sosial untuk membantu masyarakat menghadapi dua persoalan yang datang bersamaan, yakni kemarau berkepanjangan dan kondisi karhutla yang menyebabkan kabut asap serta menurunkan kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi.


Puluhan anggota Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi turun langsung dalam kegiatan tersebut. Mereka membantu proses pendistribusian air sekaligus membagikan masker dan vitamin kepada masyarakat.
Kedatangan mobil tangki pembawa air bersih disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat mulai berdatangan dengan membawa jeriken, ember dan berbagai wadah penampungan air.
Bagi warga Desa Puding, bantuan tersebut bukan sekadar bantuan sosial biasa. Air bersih menjadi kebutuhan yang sangat berharga setelah kemarau panjang membuat sumber air masyarakat semakin sulit diperoleh.
Sejumlah sumur warga bahkan dalam kondisi tidak layak digunakan karena airnya mengandung minyak. Sementara sumber air permukaan seperti sungai juga mulai mengering akibat kemarau.
Kondisi tersebut membuat masyarakat harus berhemat menggunakan air untuk berbagai kebutuhan rumah tangga.
Suasana haru pun terasa ketika air bersih mulai dialirkan dan diterima warga. Senyum, ucapan syukur dan rasa lega terlihat dari masyarakat yang sejak pagi menunggu bantuan tersebut.
Kades Puding: Bantuan Sangat Berarti
Kepala Desa Puding, Dewi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Pengurus Nasional Karang Taruna serta jajaran Karang Taruna Provinsi Jambi yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat di desanya.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ketua Pengurus Nasional Karang Taruna, Budi Satrio Djiwandono, dan Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi, Rocky Candra, atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat Desa Puding.
“Terima kasih kepada Ketua Karang Taruna Nasional Bapak Budi Satrio Djiwandono dan Ketua Karang Taruna Provinsi Jambi Bapak Rocky Candra. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat kami,” ujar Dewi.
Menurutnya, kemarau yang berlangsung cukup panjang telah membuat kondisi sumber air masyarakat semakin memprihatinkan.
“Sumur banyak yang kering, sungai juga sudah kering. Bahkan ada sumur warga yang airnya tidak bagus karena banyak kandungan minyak. Jadi memang masyarakat sangat membutuhkan air bersih,” katanya.
Dewi juga mengapresiasi bantuan masker dan vitamin yang diberikan kepada warga. Menurutnya, bantuan tersebut sangat relevan dengan kondisi saat ini, terutama karena masyarakat juga harus menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.
“Bukan hanya air, masker dan vitamin juga sangat membantu masyarakat. Apalagi sekarang kondisi udara juga kurang baik karena adanya karhutla. Kami sangat berterima kasih karena Karang Taruna datang langsung melihat kondisi masyarakat,” ujarnya.
Karang Taruna Hadir di Tengah Kesulitan Warga
Pengurus Karang Taruna Provinsi Jambi, Arief Hermanto, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Karang Taruna terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat kemarau dan Karhutla.
“Karang Taruna harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kondisi kemarau panjang membuat persoalan air bersih menjadi sangat serius. Di sisi lain, Karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara. Karena itu, bantuan yang kita bawa hari ini tidak hanya air bersih, tetapi juga masker dan vitamin,” kata Arief.
Ia menjelaskan, sebanyak 8.000 liter air bersih yang disalurkan merupakan bantuan dari PNKT yang kemudian diteruskan kepada masyarakat melalui Satgas Karang Taruna Provinsi Jambi.
“Air bersih ini untuk membantu kebutuhan dasar masyarakat. Masker dan vitamin kita berikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan warga di tengah kondisi udara yang kurang baik akibat Karhutla,” ujarnya.
Arief menegaskan, kehadiran Karang Taruna di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan kegiatan organisasi, tetapi juga memastikan organisasi kepemudaan tersebut memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin Karang Taruna benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya. Ketika ada masyarakat yang mengalami kesulitan, kita harus bergerak. Ini adalah bentuk gotong royong dan kepedulian sosial,” katanya.
Menurut Arief, bantuan air bersih merupakan langkah tanggap terhadap kondisi yang terjadi saat ini. Namun, persoalan kekeringan dan karhutla membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
“Bantuan ini sifatnya meringankan beban masyarakat. Tetapi kita juga berharap ada langkah-langkah jangka panjang untuk mengatasi persoalan sumber air dan mencegah karhutla. Jangan sampai masyarakat terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau,” tuturnya.
Toha: Jangan Biarkan Warga Menghadapi Kemarau Sendirian
Ketua Karang Taruna Kabupaten Muaro Jambi, Toha, mengatakan pihaknya prihatin melihat kondisi masyarakat yang harus menghadapi keterbatasan air bersih di tengah kemarau panjang.
“Ketika sungai mengering dan sumur warga tidak lagi bisa menjadi sumber air yang aman, tentu masyarakat sangat membutuhkan perhatian. Karena itu, kami bersama Satgas Karang Taruna hadir untuk membantu,” kata Toha.
Ia menyebut bantuan tersebut sekaligus menjadi bentuk solidaritas Karang Taruna dalam menghadapi dampak kemarau dan karhutla yang terjadi di Jambi.
“Karhutla dan kemarau ini bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga berdampak langsung kepada masyarakat. Ada persoalan air bersih, ada persoalan kesehatan akibat kualitas udara. Maka bantuan air, masker dan vitamin ini menjadi sangat penting,” ujarnya.
Toha berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga Desa Puding.
“Harapan kami masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi kondisi ini. Karang Taruna akan terus berusaha hadir bersama masyarakat dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk membantu selama kondisi kemarau dan karhutla masih berlangsung,” katanya.
Air untuk Kehidupan, Masker untuk Perlindungan
Pagi itu, halaman tempat penyaluran bantuan dipenuhi warga. Jeriken dan wadah air berjajar menunggu giliran. Di sisi lain, anggota Satgas Karang Taruna membagikan masker dan vitamin kepada warga yang datang. Ada suasana haru yang sulit disembunyikan.
Bagi sebagian warga, satu jeriken air bersih mungkin terlihat sederhana. Namun ketika sumur mengering, sungai kehilangan air dan sebagian sumber air tidak lagi layak digunakan, air bersih berubah menjadi sesuatu yang sangat berharga.
Begitu pula masker. Di tengah kondisi udara yang terdampak asap karhutla, masker bukan sekadar pelengkap, tetapi menjadi bentuk perlindungan sederhana yang dapat membantu masyarakat mengurangi paparan udara yang tidak sehat.
Bantuan tersebut akhirnya bukan hanya tentang 8.000 liter air bersih, tetapi tentang pesan bahwa masyarakat yang sedang menghadapi kemarau dan karhutla tidak boleh dibiarkan berjuang sendirian.

Karang Taruna melalui PNKT, Karang Taruna Provinsi Jambi, Karang Taruna Kabupaten Muaro Jambi dan Satgas Karang Taruna memilih untuk hadir langsung—membawa air untuk kehidupan, masker untuk perlindungan dan vitamin sebagai bentuk kepedulian. Di tengah tanah yang mengering dan udara yang dipenuhi asap, kepedulian justru terus mengalir. (OYI)








Discussion about this post