Wednesday, October 7, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Dari Bibit hingga Pasca Panen, Pelatihan Dorong Petani Sawit Jambi Naik Kelas

by Redaksi
07/10/2026
in NASIONAL
0
204 Petani Sawit Jambi Dibekali Ilmu dari Bibit hingga Pascapanen, Targetnya Produktivitas Naik. FOTO: IST

204 Petani Sawit Jambi Dibekali Ilmu dari Bibit hingga Pascapanen, Targetnya Produktivitas Naik. FOTO: IST

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI – Sebanyak 204 petani kelapa sawit dari empat kabupaten di Provinsi Jambi mengikuti pelatihan budidaya serta panen dan pascapanen kelapa sawit. Kegiatan yang berlangsung pada 7–12 Oktober 2026 di Hotel Aston Kota Jambi ini menjadi bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026.
Pelatihan yang digelar dalam empat angkatan tersebut merupakan kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian dan IPB Training.
Para peserta berasal dari Kabupaten Tanjung Jabung Barat sebanyak 86 orang, Tebo 60 orang, Sarolangun 29 orang dan Batanghari 29 orang.
Pelatihan ini tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan teknis petani, tetapi juga mendorong perubahan pola pengelolaan kebun, mulai dari pemilihan lahan dan bibit, penanaman, pemeliharaan, pemupukan, panen hingga penanganan pascapanen.

Ketua Tim Trainer IPB Training, Prof. Dr. Ir. Hariyadi, M.S, mengatakan peningkatan produktivitas sawit rakyat harus dimulai dari penguasaan pengetahuan dan keterampilan dasar budidaya. Menurut Guru Besar Bidang Ilmu Pertanian Berkelanjutan dan Pakar Agronomi IPB University tersebut, petani harus memahami bahwa keberhasilan kebun sawit tidak ditentukan hanya ketika tanaman sudah menghasilkan. Prosesnya dimulai sejak menentukan lahan, memilih bahan tanam hingga melakukan pemeliharaan secara tepat.

Bacajuga

Asap Karhutla Jambi Belum Usai, Pesawat Tertahan, Anak-Anak Kembali Belajar dari Rumah

MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

Muaro Jambi dan Tebo Gigit Jari, Tak Masuk Penerima Bantuan Karhutla Padahal Jadi Wilayah Penyumbang Asap

Perjuangan Edi Purwanto, Tanjab Timur Dapat IJD 90 Milyar Tahun Ini

Jambi Masih Dihantui Karhutla: Hotspot Tinggal 5, Luas Terbakar 2.960 Hektare, Ivan Wirata Soroti Ketergantungan OMC

Dari Pemasyarakatan Jambi, Doa Mengalir untuk Jurnalis dan Awak Kapal yang Hilang di Gunung Anak Krakatau

“Budidaya itu dari mulai awal memilih lahan, memilih bibit, kemudian bagaimana menanam dan memelihara, baik tanaman belum menghasilkan sampai tanaman sudah menghasilkan,” katanya.

204 Petani Sawit Jambi Dibekali Ilmu dari Bibit hingga Pascapanen, Targetnya Produktivitas Naik. FOTO: IST
204 Petani Sawit Jambi Dibekali Ilmu dari Bibit hingga Pascapanen, Targetnya Produktivitas Naik. FOTO: IST

Ia menekankan, dua hal mendasar yang tidak boleh diabaikan dalam pengelolaan sawit adalah pupuk dan air. Namun, penggunaan pupuk pun harus dilakukan secara terukur dengan menerapkan prinsip lima tepat, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat cara, tepat waktu dan tepat sasaran.

Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar petani tidak sekadar melakukan aktivitas berkebun berdasarkan kebiasaan, tetapi mulai menerapkan teknik budidaya berdasarkan pengetahuan dan pedoman yang benar.

“Pupuk dan air nomor satu. Pupuk ada lima tepat, jenis, dosis, cara pupuk, waktu dan sasaran,” tegasnya.

Selain budidaya, teknik panen juga menjadi faktor penting dalam menentukan hasil yang diperoleh petani. Waktu dan cara panen yang tidak tepat dapat memengaruhi kualitas maupun kuantitas produksi.

“Bagaimana cara pemanenan yang baik akan menentukan hasil. Jadi budidaya dan panen itu saling melengkapi,” ujarnya.

Prof Hariyadi berharap pelatihan tersebut menghasilkan perubahan nyata di tingkat kebun. Petani tidak hanya bertambah pengetahuannya, tetapi mampu mengubah pola tanam, pemeliharaan dan penanganan pascapanen menjadi lebih baik.

“Output-nya agar petani sawit Jambi mengubah pola tanam, perawatan hingga pascapanen menjadi lebih baik dan memiliki ilmu pengetahuan,” katanya.

Ia menilai Jambi memiliki prospek besar dalam pengembangan kelapa sawit. Antusiasme masyarakat untuk menanam sawit cukup tinggi dan komoditas tersebut telah menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga. Bahkan, sebagian petani melakukan konversi dari tanaman karet ke kelapa sawit. Namun, besarnya potensi tersebut juga menghadirkan tantangan. Salah satunya adalah masih adanya petani yang menggunakan bahan tanam yang belum memenuhi standar bibit unggul.

Tantangan lainnya adalah aspek legalitas dan pendataan kebun. Prof Hariyadi menyoroti masih rendahnya kepemilikan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) di kalangan pekebun sawit rakyat.
Menurutnya, STDB penting karena menjadi tanda bahwa kebun telah terdata, baik dari sisi lokasi maupun luasannya. Pendataan yang baik akan membantu pemerintah memiliki basis data perkebunan yang lebih akurat.

“Sebagian besar petani belum punya STDB. Surat ini semacam tanda bahwa kebun itu terdaftar, misalnya berapa luasannya dan lokasinya di mana. Itu nanti menjadi salah satu syarat untuk bisa ISPO,” katanya.

Karena itu, menurut Prof Hariyadi, pembenahan legalitas lahan menjadi salah satu pekerjaan penting dalam penguatan perkebunan sawit rakyat di Jambi.

“Legalitas perlu dibenahi dan itu nomor satu dan utama,” tegasnya.

Ia menambahkan, kondisi dan pola pengelolaan sawit di setiap daerah tidak selalu sama. Karena itu, petani membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan agar praktik di lapangan tetap sesuai dengan pedoman budidaya yang baik. Selama ini, kata dia, pemerintah melalui dinas terkait telah memberikan pembinaan. Namun, dalam praktiknya masih terdapat petani yang melakukan pengelolaan berdasarkan kebiasaan atau keinginan sendiri. Karena itu, peningkatan kapasitas SDM menjadi bagian penting agar petani mampu mengambil keputusan berdasarkan pengetahuan.

Menurut Prof Hariyadi, pengetahuan yang diperoleh dalam pelatihan harus benar-benar diterapkan. Ketika ilmu dan keterampilan meningkat, produktivitas diharapkan ikut meningkat dan pada akhirnya berdampak terhadap kesejahteraan petani.

“Pengetahuan yang sudah tahu menjadi lebih tahu sehingga skill meningkat. Itu akan berbanding dengan NTP jika petaninya betul-betul menerapkan dan mengaplikasikan semua ilmu yang didapat setelah pelatihan,” jelasnya.

Dorong SDM Pertanian Semakin Produktif

Sementara itu, Ketua Tim Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Pelatihan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Apung Ismane, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk membentuk SDM pertanian yang semakin produktif, mandiri dan profesional.

Menurutnya, peningkatan produktivitas, kompetensi dan kemandirian SDM menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor pertanian, termasuk perkebunan kelapa sawit.
Ia meminta seluruh peserta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, terutama dalam praktik budidaya di kebun masing-masing.
Program pengembangan SDM petani kelapa sawit tahun 2026 juga diarahkan agar pekebun mampu menerapkan praktik perkebunan yang produktif, efisien dan berkelanjutan.

“Budidaya kelapa sawit harus semakin produktif dan agresif. Seluruh peserta kami harapkan menerapkan teknis budidaya yang tepat,” katanya.

Teknik tersebut meliputi pemeliharaan bahan tanam, pemeliharaan tanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, konservasi tanah dan air hingga pemanfaatan teknologi.

Produktivitas Sawit Rakyat Masih Bisa Ditingkatkan

Ketua Tim Kerja Pemberdayaan dan Peningkatan Kapasitas/Kapabilitas Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Direktorat Jenderal Perkebunan, Tulus Tri Margono, mengatakan peningkatan produktivitas sawit rakyat masih menjadi tantangan.
Menurutnya, produksi sawit rakyat masih relatif rendah. Padahal, potensi produktivitas masih dapat ditingkatkan apabila kebun dikelola menggunakan teknik yang tepat. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama BPDP telah menjalankan sejumlah program, di antaranya peremajaan kelapa sawit serta peningkatan sarana dan prasarana perkebunan.

Program tersebut mencakup fasilitasi penyediaan pupuk, pestisida, mesin pertanian dan berbagai sarana pendukung lainnya. Namun, menurut Tulus, peningkatan produktivitas tidak cukup hanya dengan menyediakan sarana dan prasarana. Peningkatan kapasitas manusia yang mengelola perkebunan juga harus berjalan beriringan.

“Terutama mulai dari pekebun, keluarga pekebun, karyawan, pendamping, penyuluh dan semuanya,” katanya.

Ia mengatakan, rendahnya penerapan teknik budidaya serta penanganan pascapanen yang belum tepat dapat menyebabkan kehilangan hasil dan pada akhirnya menurunkan pendapatan petani.
Karena itu, Tulus meminta peserta tidak menyia-nyiakan kesempatan mengikuti pelatihan. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada masing-masing peserta, tetapi ditularkan kepada petani lain di daerah masing-masing.

“Jangan disia-siakan kesempatan ini. Nanti bisa ditularkan kepada petani-petani lain di lingkungan Anda semua,” katanya.

Pada akhirnya, pelatihan enam hari tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan peningkatan kapasitas di dalam ruang kelas. Pengetahuan mengenai bibit, pemeliharaan, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, konservasi tanah dan air, teknik panen hingga pascapanen harus diterjemahkan menjadi perubahan nyata di kebun. Dengan SDM petani yang semakin terampil, penggunaan bahan tanam yang lebih baik, pemeliharaan yang tepat, penguatan legalitas dan pendataan kebun melalui STDB, perkebunan sawit rakyat Jambi diharapkan mampu bergerak menuju pengelolaan yang lebih produktif, efisien, tertib dan berkelanjutan.

Lebih jauh, peningkatan produktivitas tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi tandan buah segar, tetapi juga memberikan dampak langsung terhadap pendapatan dan kesejahteraan keluarga petani sawit di Jambi. (OYI)

Previous Post

144 Hotspot dalam Sehari, ISPU Sejumlah Wilayah Jambi Masuk Level Berbahaya

Next Post

Sempat Dirawat, Dijenguk Istri hingga Diantar ke Rumah Duka, Warga Binaan Lapas Jambi Meninggal Dunia

Next Post
Proses serah terima dan pemulangan jenazah warga binaan lapas Jambi kepada keluarga. FOTO: IST

Sempat Dirawat, Dijenguk Istri hingga Diantar ke Rumah Duka, Warga Binaan Lapas Jambi Meninggal Dunia

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK