Monday, October 12, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home NASIONAL

118 Pekebun dari Tiga Kabupaten di Jambi Belajar Cara Panen Sawit yang Benar

by Redaksi
12/10/2026
in NASIONAL
0
Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, 118 Pekebun Jambi Dibekali Teknik Panen dan Pasca Panen. FOTO: IST

Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, 118 Pekebun Jambi Dibekali Teknik Panen dan Pasca Panen. FOTO: IST

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAMBI – Peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat tidak hanya ditentukan oleh kualitas tanaman dan luas lahan, tetapi juga oleh ketepatan teknik panen serta penanganan hasil setelah dipetik. Kesalahan dalam menentukan tingkat kematangan buah hingga penanganan tandan buah segar (TBS) berpotensi menimbulkan kehilangan hasil dan mengurangi pendapatan pekebun.

Untuk menjawab tantangan tersebut, sebanyak 118 pekebun kelapa sawit dari Kabupaten Tebo, Sarolangun, dan Batanghari mengikuti Pelatihan Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit di Provinsi Jambi pada 7–11 Oktober 2026.

Bacajuga

Mahasiswa Beri Waktu 5 Hari: Jambi Bebas Asap atau Gubernur Mundur!!

Gerbang Kantor Gubernur Jambi Didorong Massa, Mahasiswa Desak Gubernur Keluar

Dari Bibit hingga Pasca Panen, Pelatihan Dorong Petani Sawit Jambi Naik Kelas

Asap Karhutla Jambi Belum Usai, Pesawat Tertahan, Anak-Anak Kembali Belajar dari Rumah

MTI Jambi Beri Lima Rekomendasi, Minta Klasterisasi Jalan Tol Trans Sumatera Dilakukan Bertahap

Muaro Jambi dan Tebo Gigit Jari, Tak Masuk Penerima Bantuan Karhutla Padahal Jadi Wilayah Penyumbang Asap

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 melalui kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, dan IPB Training.

Pelatihan tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan pekebun, terutama dalam menerapkan teknik panen yang tepat, menjaga mutu hasil, serta mengoptimalkan produksi perkebunan rakyat.

Ketua Tim Pelatih Pelatihan IPB, Prof. Dr. Ir. Hariyadi, MS, menegaskan bahwa teknik pemanenan memiliki peran penting dalam menentukan hasil perkebunan kelapa sawit.

“Bagaimana cara pemanenan yang baik akan menentukan hasil. Jadi budidaya dan panen itu saling melengkapi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan budidaya tidak cukup hanya dengan memastikan tanaman tumbuh dan berproduksi dengan baik. Pekebun juga perlu memiliki keterampilan untuk menentukan buah yang siap dipanen, melakukan pemotongan sesuai teknik yang benar, serta memastikan hasil panen ditangani secara tepat.

Kuasai Teknik Panen hingga Taksasi Produksi

Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kriteria matang panen, sistem dan organisasi panen, persiapan sarana dan prasarana, hingga teknik pemanenan yang sesuai standar.

Salah satu materi penting adalah pengenalan tingkat kematangan buah. Ketepatan menentukan waktu panen diperlukan untuk menjaga kualitas TBS dan menghindari pemanenan yang tidak sesuai kriteria.

Selain itu, pekebun juga dibekali pengetahuan mengenai pengumpulan TBS dan brondolan agar hasil produksi tidak terabaikan di area perkebunan.

Peserta turut mempelajari taksasi produksi, yakni teknik memperkirakan potensi hasil berdasarkan kondisi tanaman dan pengamatan di lapangan. Pengetahuan ini dapat membantu pekebun menyusun rencana kerja, memperhitungkan kebutuhan tenaga panen, serta mempersiapkan sarana pengangkutan sesuai perkiraan produksi.

Penguasaan aspek-aspek tersebut diharapkan mendorong pengelolaan panen yang lebih terencana, efektif, dan mampu menekan potensi kehilangan hasil.

Pascapanen Menentukan Mutu dan Nilai Hasil

Tidak berhenti pada proses pemotongan buah, pelatihan juga menitikberatkan pada penanganan pascapanen yang meliputi pengelolaan TBS dan brondolan, pengangkutan, serta ketelusuran hasil.

Tahapan pascapanen menjadi bagian penting dalam rantai produksi karena hasil yang telah dipanen masih membutuhkan penanganan yang cermat sebelum memasuki proses berikutnya.

Ketidaktepatan dalam pengumpulan, pengangkutan, maupun penanganan hasil dapat memengaruhi mutu dan efektivitas pengelolaan produksi. Karena itu, pekebun perlu memahami bahwa produktivitas tidak hanya diukur dari banyaknya buah yang berhasil dipanen, tetapi juga dari kemampuan menjaga kualitas dan memastikan hasil dikelola dengan baik.

Pelatihan ini diharapkan memberikan pemahaman menyeluruh kepada peserta mengenai hubungan antara teknik panen, penanganan pascapanen, mutu TBS, dan potensi pendapatan usaha perkebunan.

118 Pekebun Ikuti Pembelajaran Teori dan Praktik Lapangan

Dari total 118 peserta, sebanyak 60 orang berasal dari Kabupaten Tebo, sementara Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Batanghari masing-masing mengirimkan 29 peserta.

Selama lima hari pelaksanaan, peserta mengikuti pembelajaran di kelas, diskusi, praktikum, serta kunjungan lapangan ke PTPN IV Regional 4 di Tanjung Lebar, Kabupaten Muaro Jambi.

Melalui kunjungan tersebut, peserta berkesempatan mengamati secara langsung penerapan teknik pemanenan, penanganan hasil, serta proses grading dan sortasi TBS.

Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, 118 Pekebun Jambi Dibekali Teknik Panen dan Pasca Panen. FOTO: IST

Pembelajaran lapangan ini menjadi kesempatan bagi pekebun untuk membandingkan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dengan praktik operasional di perkebunan. Dengan demikian, materi yang dipelajari diharapkan lebih mudah diterapkan dalam kegiatan sehari-hari.

Pembukaan pelatihan turut dihadiri sejumlah perwakilan pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Henrizal, S.Pt., M.M., serta perwakilan instansi terkait dari Kabupaten Tebo, Sarolangun, Batanghari, dan wilayah lainnya.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan memperkuat pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat.

Tingkatkan Produktivitas Sawit Rakyat, 118 Pekebun Jambi Dibekali Teknik Panen dan Pasca Panen. FOTO: IST

Dorong Pekebun Lebih Produktif dan Profesional

Melalui pelatihan ini, para pekebun diharapkan mampu mengevaluasi kebiasaan kerja yang selama ini diterapkan, sekaligus memperbaiki tahapan panen dan pascapanen yang belum optimal.

Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan tidak hanya berdampak pada perbaikan mutu TBS, tetapi juga membantu mengurangi kehilangan hasil, meningkatkan efektivitas kerja, dan mengoptimalkan potensi produksi kebun.

Ke depan, penguasaan teknik panen dan pascapanen menjadi salah satu bekal penting bagi pekebun untuk meningkatkan daya saing usaha perkebunan rakyat.

Pada akhirnya, produktivitas sawit rakyat tidak semata-mata bergantung pada luas lahan maupun potensi tanaman. Kemampuan pekebun mengelola setiap tahapan produksi secara tepat, mulai dari menentukan kematangan buah hingga memastikan hasil panen tertangani dengan baik, menjadi faktor penting dalam mewujudkan perkebunan kelapa sawit yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. (OYI)

Previous Post

Lapas Muara Sabak Bergerak Hadapi Kabut Asap, Masker Dibagikan dan Kesehatan Warga Binaan Diperiksa

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK