Jambiday.com, JAMBI – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi menjadi perhatian serius Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi. Seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Wilayah Jambi diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah konkret untuk melindungi kesehatan warga binaan maupun petugas.
Instruksi tersebut dituangkan dalam surat Kanwil Ditjenpas Jambi Nomor WP.5-UM.01.01-200 tertanggal 7 Oktober 2026 tentang Peningkatan Kewaspadaan dan Langkah Antisipasi Dampak Asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, menegaskan bahwa kondisi asap Karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Perlindungan terhadap warga binaan dan petugas harus dilakukan sejak dini, terutama ketika kualitas udara mulai memburuk.
“Kita tidak boleh menunggu sampai warga binaan atau petugas mengalami gangguan kesehatan. Langkah pencegahan harus dilakukan sejak awal, mulai dari pemantauan kondisi kesehatan, penggunaan masker, pengaturan aktivitas di luar ruangan, hingga memastikan layanan kesehatan siap memberikan penanganan apabila muncul keluhan,” tegas Irwan di ruang kerjanya, Kamis (8/10/26).
Menurutnya, kondisi Lapas dan Rutan memiliki karakteristik tersendiri karena terdapat warga binaan dalam jumlah besar yang berada dalam lingkungan hunian bersama. Karena itu, potensi dampak kualitas udara harus diantisipasi secara serius dan terukur.
“Keselamatan dan kesehatan warga binaan serta petugas menjadi prioritas. Saya minta seluruh jajaran UPT benar-benar memperhatikan kondisi di lapangan dan segera berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan maupun instansi terkait jika terjadi peningkatan keluhan kesehatan,” ujarnya.
Dalam surat tersebut, seluruh UPT diminta segera berkoordinasi dengan Puskesmas atau instansi kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi warga binaan dan petugas yang mengalami gangguan kesehatan. UPT juga diwajibkan memastikan ketersediaan dan distribusi masker yang memadai, terutama bagi warga binaan dan petugas yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan.
Pemantauan kesehatan dilakukan secara intensif, dengan perhatian khusus terhadap warga binaan yang memiliki riwayat gangguan pernapasan, lanjut usia, serta kelompok rentan lainnya.
Ketika kualitas udara memburuk, kegiatan di luar ruangan diminta untuk dikurangi atau ditiadakan dan dialihkan ke ruang yang lebih aman. Pada saat yang sama, kondisi blok hunian harus dipastikan memiliki ventilasi dan sirkulasi udara yang baik, sembari melakukan langkah untuk mengurangi masuknya asap ke dalam ruangan.
Ketersediaan air minum yang cukup juga menjadi perhatian. Warga binaan diminta meningkatkan konsumsi air untuk membantu menjaga kondisi tubuh selama menghadapi paparan udara yang tidak sehat. Setiap UPT juga harus menyiapkan ruang atau area pelayanan kesehatan sebagai tempat penanganan awal apabila warga binaan maupun petugas mengalami sesak napas, batuk, iritasi mata atau keluhan kesehatan lainnya. Irwan menekankan pentingnya kecepatan dalam mengambil keputusan apabila kondisi di lapangan berubah.
“Jangan sampai informasi mengenai kondisi kesehatan terlambat diterima. Jika ada peningkatan kasus, kondisi darurat, atau situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan pelayanan, segera laporkan ke Kantor Wilayah agar dapat ditindaklanjuti,” katanya.
Selain itu, pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara berkala dengan melibatkan BPBD, Dinas Kesehatan, Puskesmas dan instansi terkait, khususnya apabila kondisi udara semakin memburuk. Meski demikian, Irwan menegaskan bahwa situasi Karhutla tidak boleh menghentikan pelayanan Pemasyarakatan.
“Pelayanan harus tetap berjalan optimal. Namun dalam kondisi seperti ini, keselamatan, kesehatan dan perlindungan warga binaan serta petugas harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap pelaksanaan kegiatan,” tegasnya.
Langkah tersebut menjadi bentuk kesiapsiagaan Kanwil Ditjenpas Jambi dalam menghadapi dampak Karhutla yang tidak hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan, tetapi juga berpotensi memengaruhi kesehatan warga binaan dan petugas. (OYI)








Discussion about this post