Tuesday, October 20, 2026
  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan
No Result
View All Result
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
Bacaan Online Negeri Jambi
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK
No Result
View All Result
Plugin Install : Cart Icon need WooCommerce plugin to be installed.
Bacaan Online Negeri Jambi
No Result
View All Result
Home PARLEMEN

Jambi Tak Bisa Lagi Hanya Menjual Bahan Mentah, DPRD Dorong Hilirisasi Berbasis Rantai Pasok Terintegrasi

by Redaksi
17/07/2026
in PARLEMEN
0
Komisi II DPRD Provinsi Jambi mengunjungi BKPM di kementrian investasi dan belajar pola investasi terintegrasi. FOTO: UCUP

Komisi II DPRD Provinsi Jambi mengunjungi BKPM di kementrian investasi dan belajar pola investasi terintegrasi. FOTO: UCUP

1
VIEWS
PostTweetShareScan

Jambiday.com, JAKARTA – Provinsi Jambi dinilai memiliki peluang besar untuk bertransformasi menjadi pusat hilirisasi komoditas unggulan di Sumatera. Namun, untuk mewujudkan cita-cita tersebut, daerah tidak lagi cukup hanya menawarkan kekayaan sumber daya alam kepada investor. Yang dibutuhkan saat ini adalah membangun rantai pasok (supply chain) yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga hilir.

Perspektif baru tersebut mengemuka dalam konsultasi kerja Komisi II DPRD Provinsi Jambi bersama Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di Jakarta. Dalam pertemuan itu, BKPM menjelaskan bahwa paradigma investasi nasional kini telah bergeser, dari sekadar menjual komoditas mentah menjadi membangun ekosistem industri yang mampu menghasilkan nilai tambah di daerah asal.

Bacajuga

DPRD Jambi Sorot RAPBD 2027: Belanja Pegawai Tinggi, Infrastruktur Terabaikan??

Rocky Candra Dorong Penguatan 30 ProKlim di Jambi, Adaptasi Iklim Harus Dimulai dari Kampung

DPRD Jambi Desak Kejelasan Aturan Perubahan RPJMD 2025–2029

Kebakaran Berulang di Area Konsesi Disorot, DPRD Jambi Kaji Pansus Karhutla

DPRD Jambi Tekankan Penertiban PETI, Pengawasan Stockpile, dan Reklamasi Tambang

DPRD Jambi Desak Data IUP Dibuka, Reklamasi Tambang Batubara Harus Terukur

Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Ir. H. Ivan Wirata, ST, MM, MT, mengatakan perubahan pola pikir tersebut sangat relevan diterapkan di Jambi yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, pertambangan, migas, kehutanan, hingga perikanan.

“Selama ini kita hanya menyampaikan bahwa Jambi memiliki sawit, karet, kopi, kayu manis, pinang, migas, maupun batu bara. Padahal investor saat ini membutuhkan kepastian rantai pasok secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan bahan baku, kualitas, kontinuitas pasokan, infrastruktur pendukung, industri pengolahan, hingga akses menuju pasar ekspor. Itulah konsep investasi berbasis supply chain yang kini didorong BKPM,” ujar Ivan.

Menurut Ivan, pola lama yang hanya mengandalkan ekspor bahan mentah membuat nilai tambah ekonomi lebih banyak dinikmati daerah atau negara lain. Sebaliknya, melalui hilirisasi, komoditas diolah terlebih dahulu menjadi produk bernilai tinggi sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan investasi, dan memperkuat perekonomian daerah.

Komisi II DPRD Provinsi Jambi mengunjungi BKPM di kementrian investasi dan belajar pola investasi terintegrasi. FOTO: UCUP

Ia mencontohkan, pada sektor kelapa sawit, investor tidak hanya membutuhkan informasi mengenai luas kebun. Mereka juga memerlukan data produksi yang akurat, ketersediaan bahan baku yang berkelanjutan, kapasitas pabrik pengolahan, kondisi jalan produksi, pasokan energi, hingga konektivitas menuju pelabuhan ekspor. Pendekatan yang sama juga berlaku pada komoditas karet, kopi, kayu manis, pinang, migas, batu bara, maupun sektor perikanan.

Dalam diskusi tersebut juga ditekankan pentingnya penyajian data komoditas yang valid. Tidak hanya total produksi, tetapi juga besaran pasokan bersih yang benar-benar tersedia bagi investor setelah dikurangi kebutuhan industri lokal, konsumsi masyarakat, kehilangan pascapanen, hingga kontrak penjualan yang telah berjalan. Data yang akurat menjadi dasar penting agar investasi yang masuk sesuai dengan kemampuan pasokan daerah dan dapat berkelanjutan.

Ivan menilai Jambi memiliki potensi besar membangun tiga kawasan pengembangan rantai pasok. Wilayah timur diarahkan menjadi pusat hilirisasi sawit, migas, perikanan, dan logistik. Wilayah tengah dikembangkan sebagai kawasan industri karet, batu bara, dan energi. Sementara wilayah barat difokuskan pada pengembangan kopi, kayu manis, hortikultura, serta agroindustri bernilai tambah tinggi.

Lebih lanjut, Ivan menegaskan bahwa keberhasilan strategi tersebut harus didukung oleh pembangunan infrastruktur yang memadai. Menurutnya, Provinsi Jambi saat ini hanya memiliki satu pelabuhan yang melayani jalur pelayaran internasional, yakni Pelabuhan Muara Sabak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Karena itu, pelabuhan tersebut memiliki peran yang sangat strategis sebagai pintu gerbang ekspor komoditas unggulan Jambi ke pasar global sekaligus menjadi simpul utama dalam memperkuat rantai pasok industri daerah.

“Keberadaan Pelabuhan Muara Sabak harus dioptimalkan. Jika konektivitas jalan, kawasan industri, dan sistem logistik menuju pelabuhan diperkuat, maka biaya distribusi akan semakin efisien dan daya saing produk Jambi di pasar internasional akan meningkat,” katanya.

Ia menambahkan, transformasi investasi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah daerah harus menyiapkan data komoditas yang akurat, mempercepat pembangunan kawasan industri, meningkatkan kualitas infrastruktur jalan dan pelabuhan, menyederhanakan perizinan, serta memperkuat koperasi, BUMD, dan pelaku usaha lokal agar menjadi bagian dari rantai pasok industri.

Sementara itu, DPRD Provinsi Jambi berkomitmen mengawal kebijakan tersebut melalui fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan agar investasi yang masuk benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Target kita bukan lagi menjadi daerah penghasil bahan mentah. Jambi harus naik kelas menjadi pusat hilirisasi dan supply chain komoditas unggulan Sumatera. Dengan demikian investasi meningkat, industri berkembang, ekspor bertambah, pendapatan asli daerah meningkat, dan kesejahteraan masyarakat ikut terangkat,” tegas Ivan.

Konsep yang diperkenalkan BKPM ini menjadi pelajaran penting bahwa kekayaan sumber daya alam saja tidak cukup untuk menarik investor. Yang jauh lebih menentukan adalah kemampuan daerah membangun ekosistem industri yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga setiap komoditas mampu memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. (OYI)

Previous Post

Monetisasi Gas Sengeti Dorong Ketahanan Energi dan Investasi Baru di Jambi

Next Post

Kembangkan Potensi Batik Daerah, SKK Migas–MontD’Or Oil Tungkal Fasilitasi Kader PKK Mengupeh

Next Post
SKK Migas dan MontDor fasilitasi bantuan batik untuk  kelompok wanita di Mengupeh. FOTO: IST

Kembangkan Potensi Batik Daerah, SKK Migas–MontD'Or Oil Tungkal Fasilitasi Kader PKK Mengupeh

Paradigma lama dimana kebiasaan menjual bahan mentah selayaknya dirubah agar bernilai investasi tinggi. FOTO: IST

Ubah Pola Lama, DPRD Jambi Ingin Nilai Tambah Komoditas Dinikmati Masyarakat Sendiri

Helmi Hasan saat menyerahkan santunan kepada perwakilan warga binaan. FOTO: IST

Kunjungi Lapas Narkotika Muara Sabak, Gubernur Bengkulu Tanamkan Semangat Perubahan

Kanwil Ditjenpas Jambi dan Kalapas Sabak saat meninjau peserta sunatan massal. FOTO: OYI

Lapas Narkotika Muara Sabak Bersama Kejari dan BAZNAS Gelar Khitanan Massal, Wujud Nyata Pemasyarakatan Humanis

Ny Septi Irwan dan Ny Indah Askari saat menyerahkan santunan kepada perwakilan keluarga peserta sunatan massal. FOTO: OYI

PIPAS Jambi Tebar Kepedulian di Muara Sabak, Septi Irwan Ajak Masyarakat Peduli Kesehatan Sejak Dini

Discussion about this post

Iklan

Kalender

October 2026
SMTWTFS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
Bacaan Online Negeri Jambi

© 2021 PT Limo Konco Mandiri - Jalan Kapten Pattimura No 67, Telanaipura. Developed by Ara.

  • Jambiday
  • Disclaimer
  • Pedoman
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • Perlindungan

Media Sosial

No Result
View All Result
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • JAMBI
    • KERINCI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • EKBIS
  • KESEHATAN
    • COVID-19
  • KHAZANAH
    • BUDAYA
    • RELIGI
    • SELOKO
  • KRIMINAL
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • ORGANISASI
  • PARLEMEN
  • PEMERINTAHAN
    • PEMKAB
    • PEMKOT
    • PEMPROV
  • PEMILU
    • BAWASLU
    • KPU
  • PENDIDIKAN
  • POLITIK
    • CALEG
    • PARTAI POLITIK