Jambiday.com, MUARA SABAK– Di balik tembok tinggi dan pintu-pintu besi Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, terselip harapan yang tak pernah padam. Harapan itu kembali disulut melalui kunjungan silaturahmi Gubernur Bengkulu, H. Helmi Hasan, S.E., yang hadir bukan sekadar sebagai kepala daerah, tetapi sebagai sosok yang membawa pesan tentang kesempatan kedua bagi setiap insan, Jumat (17/07/26).
Kedatangan Gubernur Bengkulu disambut hangat oleh Kepala Lapas, M Askari Utomo beserta jajaran. Suasana yang semula terasa formal berubah menjadi penuh keakraban ketika Helmi Hasan menyapa satu per satu warga binaan, memberikan semangat, sekaligus mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki peluang untuk memperbaiki kesalahan dan menata kembali masa depan.
Di hadapan ratusan warga binaan, Helmi Hasan menyampaikan tausiah yang menyentuh hati. Ia mengajak mereka untuk tidak terpuruk oleh masa lalu, melainkan menjadikan masa pembinaan sebagai perjalanan menemukan jati diri yang lebih baik. Menurutnya, penjara bukanlah akhir dari kehidupan, melainkan tempat untuk belajar, memperkuat iman, dan mempersiapkan langkah baru ketika kembali ke tengah masyarakat.


“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik. Jadikan masa pembinaan ini sebagai momentum introspeksi diri, memperbanyak ibadah, dan mempersiapkan masa depan yang lebih cerah,” pesan Helmi Hasan, yang disambut penuh perhatian oleh para warga binaan.
Suasana haru semakin terasa ketika Gubernur Bengkulu menyerahkan bingkisan kepada warga binaan. Bukan semata tentang nilai dari bingkisan tersebut, tetapi makna perhatian, kasih sayang, dan kepedulian yang terkandung di dalamnya. Bagi mereka yang sedang menjalani pembinaan, sentuhan kemanusiaan seperti itu menjadi pengingat bahwa masih ada harapan, masih ada orang yang percaya mereka mampu berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M Askari Utomo menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kehadiran tokoh masyarakat dan pejabat daerah yang memberikan motivasi secara langsung menjadi energi positif dalam mendukung proses pembinaan karakter warga binaan.
“Motivasi seperti ini sangat berarti bagi warga binaan. Mereka tidak hanya membutuhkan pembinaan secara hukum, tetapi juga penguatan mental, spiritual, dan keyakinan bahwa mereka masih memiliki masa depan,” ujar Askari.
Kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa tujuan pemasyarakatan bukan sekadar menjalankan hukuman, melainkan mengembalikan manusia kepada fitrahnya sebagai pribadi yang lebih baik. Melalui penguatan nilai-nilai spiritual, pembinaan karakter, serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan setiap warga binaan mampu meninggalkan masa lalu dan kembali ke masyarakat dengan semangat baru.
Untuk berkarya, berbuat baik, serta menjadi kebanggaan bagi keluarga.
Di balik jeruji, secercah harapan itu terus tumbuh. Sebab setiap manusia berhak mendapatkan kesempatan kedua, dan setiap perubahan besar selalu berawal dari keyakinan bahwa masa depan masih bisa diperjuangkan. (OYI)



Discussion about this post