Jambiday.com, MUARA SABAK- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Jambi, kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pembinaan yang humanis dengan memfasilitasi warga binaan pemasyarakatan (WBP) untuk mengikuti nonton bareng (nobar) pertandingan final Piala Dunia 2026, Senin (20/7) dini hari.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Lapas tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kepribadian sekaligus pemenuhan hak rekreasional warga binaan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara tertib, aman, dan tetap mengedepankan aspek keamanan sesuai standar operasional pemasyarakatan.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, M. Askari Utomo, mengatakan bahwa kegiatan Nobar tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan yang harmonis antara petugas dan warga binaan dalam suasana pembinaan yang positif.
“Kegiatan nonton bersama ini merupakan bentuk silaturahmi. Kami ingin hubungan antara petugas dan warga binaan tetap terjaga dengan baik. Melalui kegiatan positif seperti ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kebersamaan sekaligus mendukung proses pembinaan,” ujarnya.
Menurut Askari, sepak bola merupakan olahraga yang digemari hampir semua kalangan, termasuk warga binaan. Momentum partai final Piala Dunia 2026 dimanfaatkan sebagai media rekreasi yang sehat agar warga binaan tetap merasakan suasana kebersamaan meski sedang menjalani masa pidana.

Sementara itu, Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan, Haidar Meshvara Sahid menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi pemenuhan hak rekreasional sebagaimana diatur dalam Pasal 9 huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan yang menyatakan bahwa narapidana berhak memperoleh kegiatan rekreasional.
“Hak rekreasional menjadi bagian dari pembinaan yang bertujuan menjaga kesehatan mental dan emosional warga binaan. Kegiatan ini merupakan aktivitas nonformal yang diharapkan dapat memberikan motivasi positif selama mereka menjalani proses pembinaan,” jelasnya.
Sebanyak 21 warga binaan mengikuti kegiatan Nobar. Mereka dipilih berdasarkan hasil assesmen serta rekomendasi Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dengan kategori risiko rendah hingga menengah, sehingga dinilai layak mengikuti kegiatan di luar blok hunian dalam pengawasan petugas.

Di sisi lain, Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), A. Yudhistira Hadiyan Pratama, memastikan bahwa pelaksanaan Nobar tidak mengurangi standar pengamanan di dalam Lapas. Seluruh peserta tetap berada dalam pengawasan ketat regu pengamanan dan petugas yang bertugas.
“Seluruh kegiatan berlangsung dengan pendampingan petugas. Pengamanan tetap berjalan sesuai prosedur dan peserta merupakan warga binaan yang telah melalui mekanisme penilaian serta sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan,” tegasnya.
Suasana nonton bareng berlangsung penuh antusias namun tetap tertib. Warga binaan tampak menikmati jalannya pertandingan final Piala Dunia 2026 sambil memberikan dukungan kepada tim favorit mereka dalam pengawasan petugas. Sesekali terdengar tepuk tangan dan sorak kegembiraan saat peluang maupun gol tercipta, menciptakan atmosfer kebersamaan yang positif di lingkungan Lapas. Melalui kegiatan pembinaan yang edukatif, rekreatif, dan tetap mengedepankan aspek keamanan, Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak terus berkomitmen mewujudkan sistem pemasyarakatan yang humanis, menghormati hak-hak warga binaan, serta mendukung proses pembinaan dan reintegrasi sosial sesuai arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Melalui kegiatan pembinaan yang edukatif, rekreatif, dan tetap mengedepankan aspek keamanan, Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak terus berupaya mewujudkan sistem pemasyarakatan yang berorientasi pada pembinaan, penghormatan terhadap hak-hak warga binaan, serta mendukung proses reintegrasi sosial sebagaimana arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (OYI)








Discussion about this post