Jambiday.com, MUARA SABAK — Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak mempertegas komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban dengan menggelar razia gabungan bersama Aparat Penegak Hukum (APH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah deteksi dini dan pencegahan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang masuk, disimpan, maupun berpotensi disalahgunakan di dalam lingkungan Lapas.
Razia melibatkan jajaran Lapas Narkotika Muara Sabak bersama unsur APH Tanjung Jabung Timur. Terdiri atas TNI, Polri dan BNN. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap kamar dan area hunian warga binaan secara menyeluruh dengan tetap mengedepankan ketelitian, keamanan, serta pendekatan yang humanis.
Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak diperbolehkan berada di dalam blok hunian, di antaranya alat makan berbahan kaca, besi-besi, serta pemantik api. Seluruh barang tersebut langsung diamankan untuk didata dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Yang menjadi catatan positif, dalam razia tersebut tidak ditemukan telepon seluler maupun Narkotika.


Kalapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menegaskan bahwa razia bukan sekadar kegiatan pemeriksaan, melainkan bagian dari strategi pencegahan untuk memastikan lingkungan pemasyarakatan tetap aman dan terkendali.
“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini dan komitmen kami untuk memastikan Lapas Narkotika Muara Sabak tetap dalam kondisi aman dan tertib. Kami bersyukur dalam kegiatan ini tidak ditemukan handphone maupun narkotika. Namun, masih ditemukan beberapa barang yang dilarang sehingga langsung kami amankan untuk ditindaklanjuti sesuai aturan,” ujar Muhammad Askari Utomo, Kamis (24/9/26).
Menurutnya, temuan barang terlarang tetap menjadi perhatian serius. Karena itu, pengawasan tidak boleh berhenti pada satu kegiatan razia, tetapi harus dilakukan secara berkelanjutan, terukur, dan konsisten.
“Kami akan terus meningkatkan pengawasan dan pemeriksaan secara berkala serta memperkuat sinergi dengan APH guna mencegah masuknya barang-barang terlarang ke dalam Lapas,” tegasnya.
Sinergi APH Jadi Kunci
Kasat Samapta Polres Tanjung Jabung Timur, Roni Melantika, mengapresiasi pelaksanaan razia gabungan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas institusi merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan.


“Kami dari Polres Tanjung Jabung Timur mendukung pelaksanaan razia gabungan ini. Kegiatan seperti ini penting sebagai langkah pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Sinergi antara Lapas dan APH akan terus kami dukung dalam rangka menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ungkap Roni.
Dari sisi pencegahan penyalahgunaan narkotika, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNK Tanjung Jabung Timur, Sakti Wijaya, menilai pengawasan bersama harus terus diperkuat.
“Kegiatan razia gabungan ini menjadi salah satu bentuk upaya bersama dalam mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkotika. Tidak ditemukannya narkoba maupun handphone merupakan hal yang positif, namun pengawasan tetap harus dilakukan secara konsisten agar potensi penyalahgunaan dapat terus ditekan,” jelas Sakti Wijaya.
Sementara itu, Baintel Penghubung, Sana Chandra Suseno, menegaskan bahwa sinergitas antar instansi harus menjadi bagian dari sistem pengamanan yang berkesinambungan.
“Sinergitas antar instansi perlu terus diperkuat melalui kegiatan bersama seperti ini. Razia tidak hanya menjadi langkah pemeriksaan, tetapi juga bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan Lapas,” tuturnya.
Bukan Sekadar Razia
Pelaksanaan razia gabungan tersebut sekaligus memberikan pesan bahwa keamanan Lapas merupakan tanggung jawab bersama. Pencegahan masuknya Narkotika, telepon seluler, maupun barang-barang berbahaya tidak cukup hanya mengandalkan pemeriksaan pada waktu tertentu. Dibutuhkan pengawasan berlapis, kedisiplinan petugas, kepatuhan warga binaan, serta koordinasi yang kuat dengan APH.
Temuan sejumlah barang yang dilarang, meskipun tidak ditemukan Narkotika dan telepon seluler, tetap menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Lapas untuk memperketat pengawasan dan menutup celah masuknya barang terlarang.
Langkah tersebut penting agar Lapas tidak hanya menjadi tempat menjalani masa pidana, tetapi juga benar-benar menjadi lingkungan pembinaan yang aman, tertib, dan mendukung proses rehabilitasi serta perubahan perilaku warga binaan.
Melalui razia gabungan dan pengawasan yang dilakukan secara konsisten, Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak bersama APH Tanjung Jabung Timur menegaskan komitmennya untuk mencegah gangguan keamanan sejak dini dan menjaga lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, serta bebas dari Narkotika dan barang-barang terlarang. (OYI)







Discussion about this post