Jambiday.com, JAKARTA – Partai Golkar mulai memperkuat transformasi organisasi melalui pembangunan ekosistem digital yang terintegrasi. Seluruh kader didorong tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga menjadikan ruang digital sebagai instrumen strategis untuk memperluas komunikasi politik, menyerap aspirasi masyarakat, serta memperkuat kehadiran partai sepanjang waktu.
Arahan tersebut menjadi salah satu pesan utama Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Media, Digital dan Semiloka Artificial Intelligence (AI) Partai Golkar yang berlangsung di Jakarta, 5–7 November 2026.
Dalam pemaparannya, Sarmuji menekankan bahwa perubahan digital telah mengubah pola kehidupan dan komunikasi masyarakat. Perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin bergantung pada platform digital untuk memperoleh informasi, membangun opini, hingga menentukan pandangan terhadap berbagai persoalan, termasuk politik.
Karena itu, Partai Golkar dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Digitalisasi tidak boleh hanya menjadi pelengkap kegiatan organisasi, melainkan harus menjadi bagian dari strategi komunikasi dan kerja politik partai.
Salah satu perhatian utama adalah generasi muda, khususnya Generasi Z, yang semakin banyak mencari informasi dan membentuk pandangan melalui ruang digital. Kondisi ini menjadi peluang bagi partai untuk membangun komunikasi yang lebih dekat, terbuka, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Sarmuji juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pengelolaan informasi dan produksi materi komunikasi. Teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan efektivitas kerja kader, tetapi akurasi informasi tetap harus menjadi perhatian utama.
Dalam arahannya, terdapat sembilan pokok penting yang menjadi landasan penguatan digital Partai Golkar.

Pertama, perubahan digital yang menuntut partai beradaptasi dengan pola komunikasi masyarakat. Kedua, memahami karakter generasi muda yang menjadikan ruang digital sebagai sumber informasi dan pembentukan opini. Ketiga, memanfaatkan AI untuk membantu pengolahan informasi dengan tetap melakukan pemeriksaan fakta.
Keempat, memperkuat partisipasi politik digital melalui platform yang mampu membuka ruang interaksi dan mobilisasi politik. Kelima, membangun komunikasi multikanal agar hubungan organisasi dengan masyarakat tetap terjaga dalam berbagai situasi.
Keenam, memperluas jangkauan komunikasi kepada kelompok masyarakat dan isu yang lebih beragam. Ketujuh, memastikan partai hadir sepanjang waktu, bukan hanya ketika memasuki momentum pemilu. Kedelapan, membangun ekosistem digital yang saling terhubung antarkanal dan unsur organisasi Golkar. Kesembilan, meningkatkan kapasitas kader agar terampil bermedia, mampu memeriksa fakta, serta menggunakan AI secara bijak.
Gagasan membangun ekosistem digital yang terhubung menjadi salah satu perhatian penting dalam Rakornas tersebut. Melalui sistem komunikasi yang terintegrasi, seluruh kanal dan unsur organisasi diharapkan dapat saling mendukung sehingga informasi, aspirasi, dan respons kepada masyarakat berjalan lebih efektif.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi sekaligus Sekretaris DPD I Partai Golkar Provinsi Jambi, Ivan Wirata, menilai arahan Sekjen DPP Partai Golkar tersebut sangat relevan dengan kebutuhan penguatan organisasi di daerah.
Menurut Ivan, transformasi digital harus diterjemahkan menjadi kerja nyata hingga ke tingkat struktur dan kader. Bukan sekadar memperbanyak unggahan di media sosial, tetapi membangun sistem komunikasi yang mampu menyampaikan informasi, mendengar aspirasi, serta memberikan respons terhadap kebutuhan masyarakat.
“Digitalisasi harus menjadi bagian dari kerja organisasi sehari-hari. Kanal digital bukan hanya sarana publikasi, tetapi juga jembatan komunikasi antara partai dan masyarakat. Kita harus mampu hadir, mendengar, dan merespons aspirasi masyarakat secara cepat dan tepat,” jelas Ivan.
Ia menegaskan, Golkar Jambi perlu menangkap momentum Rakornas ini dengan memperkuat kemampuan kader dalam pengelolaan media digital, produksi konten, literasi informasi, serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan.
Menurutnya, kemampuan kader dalam menyampaikan informasi yang benar dan menarik menjadi modal penting untuk membangun kepercayaan publik. Terlebih, derasnya arus informasi di media sosial menuntut setiap kader lebih cermat dalam menyaring dan menyebarkan informasi.
Pemanfaatan AI juga harus dilakukan secara bertanggung jawab. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, mulai dari pengolahan data, penyusunan materi komunikasi hingga produksi konten. Namun, verifikasi fakta dan ketepatan informasi tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Golkar Jambi Siapkan Enam Langkah Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut arahan DPP, Golkar Jambi diarahkan untuk memperkuat enam agenda strategis, yakni konsolidasi kanal komunikasi digital, penguatan basis data aspirasi masyarakat, pelatihan dan peningkatan kapasitas kader, penyusunan kalender konten secara terkoordinasi, penguatan respons terhadap persoalan publik, serta evaluasi jangkauan dan efektivitas komunikasi digital.
Ivan menilai enam langkah tersebut penting agar transformasi digital tidak berhenti sebatas wacana atau kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi sistem kerja organisasi yang terukur dan berkelanjutan.
Konsolidasi kanal digital, misalnya, diperlukan agar komunikasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota memiliki arah serta pesan yang selaras. Sementara basis data aspirasi dapat membantu partai memetakan persoalan masyarakat sekaligus menjadi bahan dalam memperjuangkan kebutuhan publik melalui kader yang berada di lembaga legislatif maupun struktur partai.
Di sisi lain, pelatihan kader perlu diarahkan pada kemampuan jurnalistik dasar, produksi konten kreatif, pengelolaan media sosial, komunikasi publik, literasi digital, dan penggunaan AI secara bijak.
“Yang kita bangun bukan hanya kekuatan media sosial, tetapi ekosistem digital partai. Kader harus memiliki kemampuan, kanal komunikasi harus terhubung, informasi harus akurat, dan aspirasi masyarakat harus mendapatkan respons. Dengan begitu, kehadiran Golkar dapat dirasakan setiap hari, bukan hanya menjelang pemilu,” tegas Ivan.
Ia berharap hasil Rakornas dan Semiloka AI tersebut menjadi momentum bagi Golkar Jambi untuk mempercepat modernisasi organisasi, memperkuat konsolidasi kader, serta membangun pola komunikasi politik yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Menurutnya, kekuatan partai ke depan tidak hanya ditentukan oleh soliditas struktur dan mesin politik di lapangan, tetapi juga kemampuan mengelola informasi, membangun interaksi, serta menjaga kepercayaan masyarakat di ruang digital.
“Partai harus mampu mengikuti perubahan zaman. Teknologi harus kita manfaatkan untuk memperkuat organisasi, memperluas jangkauan komunikasi, dan mendekatkan Golkar dengan masyarakat. Digitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi kerja politik dan pelayanan kepada publik,” tutupnya. (OYI)



Discussion about this post