Jambiday.com, MUARA SABAK – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Narkotika Muara Sabak menggelar apel kesiapsiagaan bersama unsur TNI, Polri, Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai langkah antisipasi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Senin (22/12/2025).
Apel gabungan tersebut menjadi simbol penguatan sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di lingkungan pemasyarakatan yang memiliki tingkat kerawanan tersendiri pada momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun.
Sebelum dilakukan penggeledahan kamar hunian, seluruh warga binaan terlebih dahulu dikumpulkan di lapangan depan kamar. Mereka mendapatkan pengarahan langsung dari Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (Ka KPLP) Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Riko Hamdan.
Dalam arahannya, Riko Hamdan menegaskan pentingnya menjaga ketertiban, mematuhi aturan, serta mendukung pelaksanaan razia agar berlangsung aman dan kondusif. Ia juga mengajak seluruh warga binaan untuk menutup tahun 2025 dengan suasana yang tertib, aman, dan tanpa gangguan keamanan yang berarti.

“Harapan saya semua menjaga situasi dan kondisi aman, tertib dan terkendali. Kami tidak sukses jika banyak warga hunian, kesuksesan kami adalah jika warga binaan kembali ke masyakarat dan berperilaku baik. Sehingga tidak mengulang kembali melakukan perbuatan yang merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat sekitar,” tegas Riko.
Usai pengarahan, petugas gabungan melakukan penggeledahan di 13 kamar hunian Blok Charlie. Razia ini merupakan bagian dari langkah preventif guna mencegah masuk dan beredarnya barang-barang terlarang di dalam Lapas.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, mengatakan bahwa razia tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara terjadwal maupun insidentil. Terutama menjelang momentum strategis seperti Natal dan Tahun Baru.
“Penggeledahan ini sebagai upaya antisipasi gangguan kamtibmas menjelang Nataru. Kegiatan ini rutin kami lakukan dan selalu mendapat back up dari TNI, Polri, Damkar, serta BNPB. Kami mengucapkan terima kasih atas sinergi yang terus terjalin,” ujar Askari.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang terlarang seperti kaca, paku, jepit kuku, korek api, dan kabel. Namun demikian, petugas tidak menemukan telepon genggam maupun narkotika.
“Alhamdulillah tidak ditemukan handphone maupun narkotika. Harapannya ke depan kami benar-benar bisa mencapai zero narkotika dan handphone di dalam lapas,” tambahnya.
Askari juga memastikan bahwa layanan kunjungan bagi warga binaan pada Hari Natal tetap dibuka, dengan tetap mengedepankan pengamanan berlapis, khususnya di area pintu utama Lapas.
Ia menegaskan, setiap warga binaan yang terbukti menyimpan atau membawa barang terlarang akan diberikan catatan khusus yang dapat berdampak pada pemenuhan hak-hak mereka, termasuk remisi dan layanan integrasi lainnya.
Sementara itu, Kapolsek Geragai Iptu Saryono mengapresiasi langkah preventif yang dilakukan pihak Lapas. Menurutnya, razia harus dilakukan secara kontinu dan mendadak sebagai bentuk pencegahan dini, disertai mitigasi risiko yang menyeluruh, termasuk aspek psikologis warga binaan.
“Sinergi lintas sektor dan mitigasi risiko menjadi kunci untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya menjelang Nataru,” ujarnya.
Dengan rangkaian langkah tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di Kabupaten Tanjung Jabung Timur tetap terjaga aman dan kondusif selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2025. (OYI)








Discussion about this post